Blog Pendidik

@dwitagama: Karakter tumbuh dari pembiasaan

Biskota & Sekolah Kita apa bedanya coba? Apa peran anda?

2 Comments

Saat di buat Perusahaan Karoseri yang berperan,
Ketika mulai digunakan montir pastikan keadaan mesin selau baik,
Petugas kebersihan membuat nyaman bagian dalam bis,
Sopir mencoba mesin dan arahkan kemana jalan bis,
Asisten supir membantu temukan arah yang lebih cepat capai tujuan,
Penumpang duduk manis sambil ikut bantu jaga kebersihan atau kasih tahu jalan yang mulus.

Waktu tiba di tujuan pertama,
Penumpang turun
Petugas kebersihan bersihkan interior & eksterior bis,
Montir memastikan mesin dalam keadaan baik, olie & bensin cukup, rem berfungsi, dsb,
Supir dan asisten rencanakan jalur perjalanan berikutnnya.

Sekolah dibangun, PEMDA, Dinas atau Yayasan yang berperan,
Ketika mulai digunakan Guru-guru sesuai bidang tugas jalankan peran,
Petugas Kebersihan membuat nyaman sekolah luar dalam,
Kepala Sekolah tunjukkan kemana arah Sekolah,
Para Wakil, Katua Program atau Tim Manajemen membantu tepatkan & cepatkan menuju tujuan,
Guru bekerja mencapai tujuan bidang studi sambil membentuk budaya nyaman di sekolah,
Murid menikmati suasana nyaman sambil ikut serta jaga kebersihan & kenyamanan

Saat satu tujuan tercapai,
Misalnya setelah penerimaan murid baru,
Tujuan berikutnya harus dimulai, yaitu membentuk suasana belajar yang nyaman,
Dalam suasana sekolah yang bersih, saling sayang, bekerja sama, dll

Seperti halnya Biskota
Jika salah satu unsur tak bekerja dengan baik,
Misalnya penumpangnya buang sampah sembarangan, ribut tak karuan,
Maka suasana bis jadi kotor, tak nyaman, tak sehat.

Demikian juga Sekolah
Jika Guru dan Murid hanya mengajar & belajar saja
Tanpa ikut serta jaga kebersihan dan ketertiban
Maka sekolah jadi kotor tak nyaman, tak sehat

Semoga di sekolah anda tak ada lagi Guru-guru macam ini;
Yang tak peduli kelas kotor ketika mengajar,
Liat murid buang sampah sembarangan didiamkan saja,
Murid melanggar tata tertib dibiarkan,
Murid bawa senjata tajam tak peduli,
Murid tawuran dibiarkan, padahal dia mengajar di kelasnya,
….

Jika kebanyakan Bis di kota kita rusak akibat manajemen yang salah
Akankah sekolah-sekolah kita juga rusak akibat manajemen yang salah
Pedulikah kita?

20121217-080121.jpg

Apa jadinya jika warga sekolah tak kompak, seperti gambar Bis di atas.

Selamat pagi bapak, ibu guru, apa yang baru saja anda lakukan untuk naikkan kualitas diri anda sebagai guru yang sadar peran dan fungsinya … Berubah yuuuuk

Author: Dedi Dwitagama

Working as Teacher at Vocational High School 50 Jakarta (SMK Negeri 50 Jakarta Timur), Trainer and Motivator on Drug Abuse, Leadership & HIV-AIDS Prevention, Education, ICT, Leadership, Character Building, Public Speaking also as photografer. Please visit; http://trainerkita.wordpress.com, http://fotodedi.wordpress.com and https://dedidwitagama.wordpress.com

2 thoughts on “Biskota & Sekolah Kita apa bedanya coba? Apa peran anda?

  1. Saya tertarik dg komentar-komentar Bp di TV maupun di di dunia maya ini. Terus semangat Pak dan selamat memperjuangkan / meningkatkan citra positif Guru. Salam kenal dari Anis Efendi guru SMAN 4 Blitar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s