Blog Pendidik

@dwitagama: Karakter tumbuh dari pembiasaan

Leave a comment

grafiti?

Padepokan Budi Rahardjo

Ya ampun … pada ribut soal hacking, defacing (mengubah tampilan situs web), dan seterusnya. Minggu lalu bahkan saya ditelepon wartawan asing soal defacing-defacing-an ini. Ya saya tidak dapat menjawab kalau soal kasus kemarin itu.

Seberapa susahnya sih melakukan defacing? Hmmm … Mungkin saya jawab dengan menggunakan analogi saja ya. Seberapa susah membuat grafiti – mebuat corat-coret di dinding – pada sebuah bangunan? Jawabannya tentu bergantung kepada bangunan yang dimaksudkan. Grafiti di rumah sendiri, bisa dilakukan tetapi bakalan digaplok orang tua. he he he.

Grafiti di rumah tetangga sebelah? Mungkin tidak susah, tapi tidak keren dan kasihan. Rumah mereka yang sederhana kok dicorat-coret. Orangnya baik kok. Apalagi kalau rumah tetangga itu milik nenek-nenek jompo. Kasihan ah. Gampang, tapi mungkin tidak kita lakukan. Malah kita malu kalau melakukannya.

Grafiti di bangunan milik publik? Tergantung. Kalau bangunan publik ini adalah kantor yang sudah lama tidak ditinggali, kayaknya sih gampang. Tinggal berani lawan…

View original post 100 more words

Author: Dedi Dwitagama

Working as Teacher at Vocational High School 50 Jakarta (SMK Negeri 50 Jakarta Timur), Trainer and Motivator on Drug Abuse, Leadership & HIV-AIDS Prevention, Education, ICT, Leadership, Character Building, Public Speaking also as photografer. Please visit; http://trainerkita.wordpress.com, http://fotodedi.wordpress.com and https://dedidwitagama.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s