Blog Pendidik

@dwitagama: karakter tumbuh dari pembiasaan

Reportase Guraru Award 2012; @dwitagama di @Kabar24 .com

Leave a comment

Dedi Dwitagama peraih Acer Guraru Award 2012/Kabar24/Rahmayulis Saleh

Dedi Dwitagama peraih Acer Guraru Award 2012/Kabar24/Rahmayulis Saleh

Dedi Dwitagama terpilih untuk meraih penghargaan Acer Guraru (Guru Era Baru) Award 2012 berkat aktivitasnya dalam bidang pengajaran yang kreatif.

“Saya sangat bahagia sekali, karena apa yang saya lakukan selama ini bisa berguna bagi banyak orang, dan dinilai positif,” ungkap Dedi, yang kini menjadi guru di SMK Negeri 50 Cipinang Muara, ketika ditemua di sekolahnya Rabu (12/12).

Dedi sendiri mengaku tidak menyangka kalau dirinya akan meraih Guraru Award 2012. Sebab, dia tidak tahu siapa saja yang menominasikan dirinya untuk ikut dalam pemilihan penghargaan tersebut.

Ayah dua orang anak yang juga seorang trainer character building dan fotografer ini, menerima penghargaan Acer Guraru Award 2012, karena aktivitasnya dalam bidang pengajaran mempergunakan jejaring sosial, seperti blog, Facebook, dan Twitter.

“Saya ingin para siswa mengerti dan paham dengan teknologi informasi, serta memanfaatkannya untuk mencari ilmu dan belajar. Bukan sekadar untuk main game atau browsing hal-hal yang tidak perlu,” ujar Dedi yang mulai akrab dengan internet sejak 1999 dan membuat blog pribadi pada 2005 lalu.

Ketika dia kuliah S2 di ITS Surabaya, sarjana matematika ini ingin mencari bahan-bahan untuk kuliah dan sebagai bahan ajar.

“Kebetulan di kampus warnet waktu itu hanya Rp2.000 per jam, sementara di Jakarta Rp15.000 per jam. Saya pun rajin browsing tentang berbagai hal, terutama terkait dengan bidang pendidikan matematika,” tuturnya.

Waktu itu, lanjutnya, bahan-bahan ajar tersebut disimpannya di disket, karena belum ada CD atau USB. “Sampai sekarang masih ada bahan ajar yang saya simpan dan bisa dipakai untuk belajar, karena masih relevan,” ujar laki-laki kelahiran Jakarta, 28 November 1964 ini.

Ketika asyik browsing di internet tersebut, muncul idenya untuk memanfaatkan alat canggih itu untuk belajar-mengajar dengan murid-muridnya. Internet pun mulai dikenal masyarakat dan booming. Muncullah Facebook, Twitter, dan jejaring sosial lainnya.

Dedi pun tidak menyia-nyiakan perkembangan IT tersebut. Dia mulai memperkenalkan konsep berlajar berbasis IT kepada sekolahnya. Sebelum di SMKN 50, Dedi pernah beberapa kali menjadi kepala sekolah.

Laki-laki yang kalau bicara suka guyon ini, sudah 17 tahun menjadi guru. Mula-mula di STM Negeri 39 Jakarta, kemudian sejak 2005 sebagai Kepala Sekolah di SMK Negeri 3 Jakarta. Sejak 2009 jadi Kepala Sekolah di SMK Negeri 36 Jakarta dan pada November 2011 menjadi Kepala Sekolah di SMKN 29 (STM Penerbangan) Jakarta.

“Saya baru pindah ke SMK Negeri 50 ini dua minggu lalu. Jadi, saya terpilih sebagai pemenang Award Guraru 2012 ini ketika masih menjadi Kepala Sekolah SMK Negeri 29,” katanya.

Ketika menjadi kepala sekolah, dia menerapkan setiap guru harus melek IT, begitu juga dengan siswa. Mereka semua harus punya blog. Misalnya dalam mengerjakan tugas kelompok atau perorangan, siswa cukup membuatnya lewat blog, kemudian di-share di blognya. Guru tinggal menilai hasilnya.

“Begitu juga dengan Twitter. Setiap siswa ngetwit sesuatu yang terkait dengan 8 macam kecedasan. Mereka diminta membuat kalimat atau komentar masing-masing jenis kecerdasan sebanyak 10 macam, sehingga ada 80 twit. Dengan berbagai kesibukan dan tugas yang cukup menyenangkan ini, anak jadi lupa untuk berbuat hal-hal yang merugikan, seperti tawuran,” ungkapnya.

Jadi, katanya, beri siswa kesibukan yang menantang dan bermanfaat. Semua dikerjakan dengan senang hati tapi bermanfaat.

“Jangan alergi dengan teknologi. Jangan lihat negatifnya saja. Tapi lihat positifnya. Dan IT itu akan banyak berguna bagi anak nantinya setelah dia memasuki dunia kerja,” tambah Dedi.

Ini merupakan tahun ketiga bagi Acer memberikan Guraru Award. Sebagai pemenang, Dedi mendapat satu unit Acer dan dana tunai sebesar Rp6 juta. Dia juga dikontrak oleh Acer menjadi pembicara selama setahun, membagikan pengalamannya dalam memanfaatkan IT, dan jejaring sosial dalam mengajar, kepada guru-guru di daerah.

Selain sebagai pendidik, Dedi juga aktif sebagai trainer, nara sumber, dan motivator bidang pendidikan, pencegahan penyalahgunaan narkoba, HIV/AIDS, kepemimpinan, berbicara dimuka umum, teknologi informasi, menulis kreatif, pendidikan karakter, dan komunikasi/TIK.

Berkat kreativitasnya menulis di blog dan rajin ngetwit, Dedi pun mendapatkan kesempatan untuk mengikuti berbagai konferensi terkait dengan IT di dalam negeri dan luar negeri.

Dia juga sempat bersinergi dengan berbagai lembaga internasional dan domestic, di antaranya dengan Australian Indonesian Specialised Training Program (IASTP), International Labour Organization (ILO), United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), Sampoerna Foundation Teacher Institute, Intercarlson Marketing Company Jakarta, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan lainnya. (Kabar24/aw)

Selengkapnya bisa disimak disana.

Author: Dedi Dwitagama

Working as Teacher at Vocational High School 50 Jakarta (SMK Negeri 50 Jakarta Timur), Trainer and Motivator on Drug Abuse, Leadership & HIV-AIDS Prevention, Education, ICT, Leadership, Character Building, Public Speaking also as photografer. Please visit; http://trainerkita.wordpress.com, http://fotodedi.wordpress.com and https://dedidwitagama.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s