Blog Pendidik

@dwitagama: Karakter tumbuh dari pembiasaan

MENDOKUMENTASIKAN TAWURAN, HOGU CHIVAZ CUMA NYENGIR AJA

2 Comments

20130308-002129.jpg
Di Negeri Paman Besut
Para Tentara dan Polisi yang harusnya jaga keamanan rakyat
Malah bukin rusuh saling bunuh
Mereka tawuran, bakar kantor pos yang dibangun pake uang rakyat

Para pemimpin yang harusnya kerja sejahterakan rakyat
Saling misuh, gantian memaki beralat media
Mereka tawuran bakar emosi teman yang pernah diakrabi
Mass media penuh dengan saling tuduh

Para mahasiswa yang harusnya belajar siapkan masa depan
Saling serang pakai batu, bom molotov dan lainnya
Mereka tawuran dengan teman yang pernah satu kelas di SMA
Di kampus yang sama, antar jurusan saling serang
Dengan kampus lain sudah biasa

Pelajar yang harusnya kejar-kejaran main gobak sodor saat istirahan atau pulang sekolah
Malah kejar-kejaran di jalan sambil memutar roda gir yang diikat gesper,
Acungkan clurit dan pedang berbonus batu
Cuma karena beda nomor bis yang dinaiki atau acungan jari tengah keudara

Anak sekolah dasar yang harusnya cepat pulang buat makan siang
Malah kumpul sambil hisap asap, gabung sama anak SMP yang searah pulang
Menunggu anak sekolah lain lewat dengan bis yang beda
Tegur sapa, teriak ejekan, berubah jadi pertukadan batu, kayu, gir, clurit, dsb

Para pemimpin yang seharusnya meredakan semangat tempur
Juga sedang betempur perebutkan kursi
Kursi jabatan, kursi partai, kursi legislatif, kursi di mobil mewah, kursi jet pribadi
Hogu Chivaz cuma nyengir liat rakyat tetangga baku hantam
Dia sedang sibuk siapkan kemenangan yang ketujuh kalinya di Pemilu bulan depan

Dia bilang, anak sekolah & mahasiswa harusnya membawa buku
Yang bawa gir tempatkan di bengkel buat perbaiki motor yang rusak
Pembawa clurit tempatkan di sawah atau kebun urus tanaman
Penggemar nomor mobil jadikan kondektur bis idolanya

Yang gemar lempar batu libatkan bangun gedung
Yang suka nongkrong tugaskan monitor gunung merapi yang sedang aktif
Atau tongkrongin bendungan katuhampa yang meninggi airnya
Dan ingatkan warga ibukota supaya bersiap ke lantai dua tidurnya

Sekolah harus memberi suasana menyenangkan
Yang bikin anak-anak betah bercengkrama dengan teman & guru
Berpacu optimalkan bakat & berprestasi
Atau, …. Anda punya ide lain?
20130308-105908.jpg
Terima kasih telah membaca dan berkomentar, tawuran ide yang mensejahterakan yuuuu

Author: Dedi Dwitagama

Working as Teacher at Vocational High School 50 Jakarta (SMK Negeri 50 Jakarta Timur), Trainer and Motivator on Drug Abuse, Leadership & HIV-AIDS Prevention, Education, ICT, Leadership, Character Building, Public Speaking also as photografer. Please visit; http://trainerkita.wordpress.com, http://fotodedi.wordpress.com and https://dedidwitagama.wordpress.com

2 thoughts on “MENDOKUMENTASIKAN TAWURAN, HOGU CHIVAZ CUMA NYENGIR AJA

  1. Andai betul bisa dijalankan seperti yang diangankan; yang bawa clurit ke sawah, yang bawa batu mbangun gedung, yang suka nongkrong jadi pengamat, dan yang suka ngebut jadi pembalap, rasanya pasti akan lebih baik kondisinya ya Pak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s