Blog Pendidik

@dwitagama: Karakter tumbuh dari pembiasaan

RASA AMAN yang hakiki ada di hati kita dan keluarga, love u all

9 Comments

20130313-081245.jpg
Membaca koran, seperti sarapan pagi … Ga bisa hari berlalu tanpa membaca koran … Tapi suka bikin takut baca koran yang isinya kabarkan situasi yang tak bagus … Kemarin ada ledakan di Cipete, Jakarta Selatan, sebelumnya ada kerusuhan di kantor polisi yang pelakunya tentara … Itu di satu titik di Sumatera Selatan … Lalu apakah kejadian di titik-titik negeri ini bisa disimpulkan bahwa di Indoesia rasa aman hilang? Apa ga lebay?, kata anak abege.

Kemarin saya seharian bercengkrama dengan keluarga, menerima kunjungan keluarga dari Kebayoran, kami saling bertukar kabar … jika kami tak keluar rumah bukan karena merasa tak nyaman, tapi katena memang kami sedang ingin di rumah saja.

Seperti saat banjir yang heboh dikabarkan mengepung Jakarta, kami tetap bisa beraktifitas tanpa terganggu air, … kuncinya adalah pada pengetahuan, pemahaman situasi …. daerah mana sajayang rawan banjir toh bukanhal baru, infonya ada di berbagai media, jika belum tahu googling aja … Cari jalan lain, walau memutar atau lebihjauh, yg penting aman, jika tak memungkinkan … Pekerjaan bisa dilangsungkan lewat, telepon, SMS, email, skype atau jasa kurir … atau tunda aja, karena mitra kita toh juga tahu kondisi sedang tak baik.

Soal angkutan umum yg menakutkan, gunakan sepeda motor atau mobil sendiri, soal layanan publik yang buruk … atur waktu yang pandai supaya tak tertinggal deadline sambil doakan para aparat agar tak dimaki penduduk yang emosi dg pelayanannya, toh banyak aparat yg sudah sadar danbenahi cara keejanya.

Soal elite yang kisruh melulu, biar aja deh … lha kalo sudah hobby, gimana di hentikan? … itu adalah kerjaan mereka, ganti aja saluran televisi yang bahas kisruh, ada OPERA VAN JAVA yang menghibur setiap malam,sambil catat nama dan hafalkan wajah mereka untuk TIDAK DIPILIH SAAT PEMILU NANTI.

Soal intrik-intrik kotor, biarin ajaaa, mereka akan saling bongkar sendiri, bau bangkai akhirnya akan tercium … Harum melatipun akan semerbak hiasi alam … Saya mah yakin, kebaikan dan keburukan tak bisa disembunyikan, akan muncul pada waktunya, happy aja deh yuuu.

Tapi satu hal yangakan selalu saya ingat, nasehat orang tua saya sejak tahun tujuhpuluhan … Pulanglah sebelum pukul sembilan malam dan jangan mendekat jika ada keramaian mendadak.

Terima kasih telah berkinjung dan berkomenta, semoga Anda dan keluarga dalam sehat sejahtera senantiasa dan saling mencinta dalam damai, di rumah tangga yang aman karena rasa aman yang hakiki ada di hati kita dan keluarga, love u all.

Author: Dedi Dwitagama

Working as Teacher at Vocational High School 50 Jakarta (SMK Negeri 50 Jakarta Timur), Trainer and Motivator on Drug Abuse, Leadership & HIV-AIDS Prevention, Education, ICT, Leadership, Character Building, Public Speaking also as photografer. Please visit; http://trainerkita.wordpress.com, http://fotodedi.wordpress.com and https://dedidwitagama.wordpress.com

9 thoughts on “RASA AMAN yang hakiki ada di hati kita dan keluarga, love u all

  1. Indahnya bila bisa berkumpul bersama keluarga, dan biarkan media membuat beritanya., Kita mah asyik aja bikin berita bahagia, hehehe

    salam
    Omjay

    • Btul omjay … kita nikmati aja rejeki yg ada di hadapan mata, mungkin media lupa bahwa lebih luas daerah yg aman dibanding yg aman, soal ledakkan juga hanya ninggalin bekas di aspal aja … Hebohnya senegara, mungkin kalo polisi kita jago ga pake heboh” langsung ketangkep dan hukum yg berat biar pada kapok pelakunya, kangen nih lamaga makan bareng … Hehehe

  2. amiin…belum ada liputan di BKT (KBT) pak ? kan dejet dari rumah or dari SMKN 50..Oo..iya di 50 masih ada posisi buat guru PKN tidak Pak ?Nyari yg deket rumah (klo bisa)

  3. Terkadang saya menilai bahwa sebagian dari berita yang ada di media terlalu didramatisir atau dipolitisir, tapi ada juga yang mengandung kebenaran & memang perlu disampaikan. Banyak berita yang belakangan ini sering mengundang kecemasan, tapi yaa… sudahlah, yang penting “laa hawla wala quwata” … yakin aja Allah Maha Melindungi & apa pun yang terjadi, pasti ada hikmahnya. Betul khan, Pa Dedi?
    Bersyukur aja saya mah, supaya Allah nambah terus ni’mat & keberkahan. Ada yang zalim, biar aja… yang penting bukan kita yang zalim. Always happy ya, Pa Dedi…🙂

    • Btuuul bu dewi … Sy mah happy always ajah …. Sambil berbuat baik selalu membantu yg bisa dibantu, memberi manfaat buat umat walau bukan hati jumat … Makin kuat deh happynya ….🙂

  4. Rizal Kurnia Rohman 27 Maret 11:20
    Carilah ketenangan hatimu di tiga tempat: pada saat mendengarkan Al-Qur’an; di majelis dzikir (ba’da shalat, menuntut ilmu syar’i dan lain-lain); dan ketika sedang menyendiri. Jika kamu tidak mendapatkannya di tiga tempat itu, maka memohonlah kepada Allah agar memberimu hati, karena sesungguhnya kamu tidak mempunyai hati lagi.. (Al-Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah dalam kitabnya Al-Fawa’id)..

    Ayo Para Sahabat ! Perhatikan keadaan hati kita, baarokallahufiikum.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s