Blog Pendidik

@dwitagama: Karakter tumbuh dari pembiasaan

Manusia mahluk sosial yang butuh Organisasi, ajari anak berorganisasi yuu #pendidikankarakter

Leave a comment

20130313-092131.jpg
Sekelompok orang berseragam orange rela naik truk atau bis berdesakan hingga ke atap, sambil menabuh genderang dan bernyanyi sepanjang jalan dan di lokasi tujuan … Searagam beli sendiri denga uangyang susah payah dicari, mereka kadang rela naik kereta hingga ratusan kilometer menyemangati timnya bertandang … Berbekal seadanya, makan tak makan bersama kelompok yang berbaju sama.

Deru sekelompok motor berpenumpang seragam warna putih menembus remang malam, diantaranya membawa bendera dan lampu senter merah seperti polisi, beberapa diantaranya tak kenakan helm … Entah kenapa polisi seperti tak melihat dan tak menilangnya, mungkin takut atau masa bodoh atas musibah yang bakal menimpa pengendara berseragam itu.

Sekelompok prian berotot, bermuka waspada cenderung galak, berdiri menjaga suatu areal, mereka berseragam dengan atribut organisasi tertentu.

Seragam, adalah salah satu ekspresi sebuah organisasi, hampir semua anak sekolah menggunakan seragam dan ada atribut di sakunya bertuliskan OSIS. Semua murid otomatis menjadi anggota OSIS, tapi berapa persen dari mereka yang mengikuti kegiatan OSIS, misalnya aktif di Pramuka, Basket, PMR, pencak silat, dsb. Pernahkah sekolah mendata secara benar, berapa persen murid yang terlibat aktif atau merasa benar-benar jadi pengurus atau anggota OSIS.

Tak sedikit dari murid-murid yang kemudian membuat komunitas sendiri sesuai hobby atau minat yang sama, ada sekolah yang kemudian mengakomodir organisasi itu sebagai bagian dari OSIS, ada pula sekolah yang tak memasukkannya karena tak sesuai dengan petunjuk yang dibuat belasan atau puluhan tahun yang lalu.

Di masyarakat, penduduk negeri berkumpul dengan yang memiliki minat atau hobby yang sama, lalu berorganisasi … karena tak terbiasa berorganisasi saat sekolah, rakyat jadi mudah diperalat sebagai anggota atau massa yang dengan mudah dibawa kesana kemari … bahkan pada tahun enampuluhan tak sedikit anggota organisasi yang ikut-ikutan kemudian jadi korban sebagai bagian dari Organisasi Terlarang hingga dilenyapkan dari muka bumi.

Beruntunglah anak muda yang bersekolah di tempat dimana Guru-gurunya sadar arti penting berorganisasi dan mendorong muridnya belajar berorganisasi berdasarkan minat … mereka belajar jadi anggota, atau pemimpin suatu organisasi dan merancang program atau kegiatan menyelesaikan suatu persoalan untuk mencapai tujuan bersama.

Terima kasih anda kembali kunjungi dan komentar di blog saya, organisasi apa yang pernah anda ikuti di sekolah? Paskib, Peccinta alam, marching band, photographi, atau apa?

Author: Dedi Dwitagama

Working as Teacher at Vocational High School 50 Jakarta (SMK Negeri 50 Jakarta Timur), Trainer and Motivator on Drug Abuse, Leadership & HIV-AIDS Prevention, Education, ICT, Leadership, Character Building, Public Speaking also as photografer. Please visit; http://trainerkita.wordpress.com, http://fotodedi.wordpress.com and https://dedidwitagama.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s