Blog Pendidik

@dwitagama: karakter tumbuh dari pembiasaan

@M_Fariz_Tamara menulis tentang @dwitagama di website nya, thx bro

4 Comments

Ini judulnya:

Dedi Dwitagama, Guru eksis murid jadi teman, Belajar jadi gampang

Artikel lengkapnya begini:

Jaman Emang bergerak terus. Dulu rasanya punya hape esia warna hijau aja bangga banget yah. Tapi sekarang anak SD kelas 3 aja terakhir megang I-phone. Susah Emang buat ikutin perkembangan Jaman.

Mesin ketik berisik Udah berubah jadi laptop yang tebalnya kurang dari 40 MM atau 4 senti. Bunyi khas mesin ketik yang dibuat ngetik soal UTS Udah lama ngga kedengaran ( karena Emang ngga ada UTS di sekolah gw adanya UB ) karena ada yangh bisa bikin soal buat UTS yang bisa lebih rapi. Dialah teknologi, dialah Komputer dan Laptop.

Kalau murid sudah punya IPhone terus apakah gurunya harus pakai Nokia selamanya? Suatu hari saya ngobrol dengan seorang Guru. Beliau bilang ” saya masih bisa ngetik pake mesin ketik manual 10 jari full. Tapi saya ngga bisa ngetik pake komputer 10 jari. Ribet setting setting segala macemnya”. Itu satu dari banyak Guru yang mengeluhannya tentang cepatnya teknologi berlarri.

Disisi lain ada seorang Guru yang mampu bukan hanya mengejar si teknologi itu berlari, namun juga menungganginya dan mengendarai layaknya kuda. Beliau adalah Dedi Dwitagama. Pertama kali saya melihat beliau saat seminar tentang karya tulis di Hotel Puri di Jakarta pusat bersama Om Jay. Tapi bukan berarti itu pertama kali saya dengar nama dari seorang kepala sekolah itu. Saya sudah pernah dengar nama Dedi Dwitagama dari teman saya di SMK 29.

Di yang dia pimpin saat itu, beliau telah banyak merubah cara pandang orang tentang SMK 29. Begitulah beberapa rangkuman dari ucapan teman-teman dan Guru-Guru dari SMK 29. Namun menurut saya bukan hanya cara pandang terhadap SMK yang beberapa waktu lalu merakit pesawat kecil Jabiru itu, namun juga seluruh SMK lainnya. Nama SMK 29 booming setelah berhasil mencabut predikat sekolah penghoby tawuran.

“Baru kali ini ada kepala sekolah kita yang berani buat gebrakan baru yang positif dan kelihatan hasilnya. Beliau wajibkan setiap Guru punya Twitter dan blog. Malah khusus untuk siswa, diwajibkan punya lebih dari 200 postingan di blog nya baru boleh ikut ujian.” Kata salah seorang Guru saat saya mengisi acara pelatihan jurnalistik di SMK 29.

Perangkat elektronik kian diminati. Pak Dedi mendukung siswanya. Bukan cuma untuk menggunakannya cuma untuk bermain angry bird atau lainnya. Ia mencontohkan Guru-Guru lainnya menggunakan IPad untuk mengajar.

Bukan cuma hanya ngajar dengan PowerPoint di kelas tapi juga dengan menjadikan social media sebagai media pembelajaran membuat suasana santai dalam belajar. Jadi siswa lebih mudah menerima pelajaran. Saja juga sering merasakan lebih mudah menerima materi ke dalam kepala. Mungkin karena saya Hidup di Jaman informatika. Jaman dimana informasi bukan selamanya menjadi barang mahal.

Sekali kita googling maka ribuan data disuguhkan. Namun Pak Dedi mengajarkan saya untuk menjadi lebih dari seorang pembaca. Beliau adalah seorang penggila blogging. Beliau mencoba untuk menularkannya pada banyak orang, diantarnya Wijaya Kusumah atau yang lebih akrab dipanggil Om Jay. Om Jay adalah seorang Guru TIK di labschool. Pada acara social media festival, Om Jay memberikan sambutan. Beliau memaparkan bahwa kebiasaan blogging itu ditularkan dari Pak Dedi.

Pada Acara Social media festival Pak Dedi kembali meraih penghargaan Acer Guraru Award. Pak Dedi pantas meraih penghargaan itu dan semoga kedepan mampu menjadi inspirasi bagi seluruh guru di Indonesia.

Mau liat tulisan Fariz yang lain? Silahkan kesana

20130214-001809.jpg
Fariz

Terima kasih sudah berkunjung, membaca dan berkomentar, smg bermanfaat.🙂

Author: Dedi Dwitagama

Working as Teacher at Vocational High School 50 Jakarta (SMK Negeri 50 Jakarta Timur), Trainer and Motivator on Drug Abuse, Leadership & HIV-AIDS Prevention, Education, ICT, Leadership, Character Building, Public Speaking also as photografer. Please visit; http://trainerkita.wordpress.com, http://fotodedi.wordpress.com and https://dedidwitagama.wordpress.com

4 thoughts on “@M_Fariz_Tamara menulis tentang @dwitagama di website nya, thx bro

  1. Pa Dedi memang hebat, bisa membuat orang lain tertarik untuk menulis padahal tidak semua orang suka dan mampu menulis… Murid-murid yang pernah diajari oleh Pa Dedi, pasti merasa beruntung ya🙂
    Jadi, kalau Pa Dedi mendapat penghargaan, itu sangat wajaaar….🙂

    • alhamdulillah Bu Dewi, … sy jumpa Fariz pertama kali pada suatu seminar, di mendokumentasikan training saya, dan setelah itu kita jumpa beberapa kali di beberapa tempat berbeda sambil trus kontak lewat twitter, dia sangat kreatif, foto”nya unik, sya beruntung kenal Faris, smg dia sukses dan sejahtera kelak, nuhuuuun Bu Dewi😀

  2. Siswa atau audience kalo sdh konek sama guru atau pembicaranya … menjadi bermakna dan berwarna hidupnya … Terima kasih pak, sdh buat jendela pendidikan lebih terbuka dan berarti …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s