Blog Pendidik

@dwitagama: karakter tumbuh dari pembiasaan

Tulisan setelah upacara HARDIKNAS: Kenapa TAWURAN susah hilang di Indonesia

3 Comments

Pendidikan itu simpel:

Bisa membuat penduduk negeri biasa menyelesaikan masalah sendiri, hidup mandiri dan bermanfaat buat lingkungannya, apalagi jika dia tak merokok, happy deh.

20130502-194631.jpg

Coba simak berita ini:

Seorang siswa kelas VIII SMP berinisial B (17) diciduk aparat Kepolisian Sektor Jatinegara pada Selasa (30/4/2013) siang. B dan dua teman yang masih buron menjadi target polisi karena diduga mengeroyok seorang anggota Buru Sergap Polsek Jatinegara beberapa waktu lalu.

Kepala Kepolisian Sektor Jatinegara Komisaris Suminto menjelaskan, pada Sabtu (13/4/2013) dini hari lalu, B dan rekan-rekannya terlibat tawuran dengan kelompok remaja lain di Jalan DI Panjaitan Prumpung, Jatinegara, Jakarta Timur. Brigadir Andi Ahmad Zulkifli (29), yang tengah piket menuju lokasi tawuran untuk melerai keributan itu.

“Anggota kami (Andi) melerai tawuran. Remaja tanggung ini bukannya mundur, malah menyerang anggota kami dan melakukan penganiayaan,” ujar Suminto kepada wartawan, di kantornya, Selasa siang. (Kompas.com)

Gila yaaa … Anak SMP berani mengeroyok Polisi, kenapa?
Karena dia belajar, dia faham, bahwa hampir setiap anak sekolah yang tawuran atau melakukan hal lain, tertangkap Polisi kemudian bakal dilepas dengan alasan HAK AZASI MANUSIA-HAM, sehingga dengan sangat berani mereka melakukan kegiatan kriminal karena merasa pasti akan mendapatkan pembelaan dari banyak fihak.

Bagaimana dengan Polisi yang cedera dan harus dirawat di Rumah Sakit, siapa yang bela? … atau masyarakat yang resah takut kena batu-batu yang berkelebat, sementara kendaraan mereka terjebak macet tak bisa keluar dari lokasi tawuran … MASYARAKAT TAK BERDAYA,MASYARAKAT TAK ADA YANG BELA, sementara PARA PELAKU TAWURAN TIDAK DITANGKAP, JIKA TERTANGKAP TERUS DKEMBALIKAN KE ORANG TUA DENGAN BERBAGAI ALASAN.

Bersiaplah kembali untuk baca berita kenakalan pelajar di Jalan dalam bentuk Tawuran, Kekerasan dan lainnya … karena polisi tak tegas.

Momentum peristiwa Polisi dikeroyok anak SMP seharusnya jadi peringatan agar Polisi tegas, anak-anak yang tertangkap hendak melakukan tawuran bisa dikenakan pasal mengganggu ketertiban umum atau pasal-pasal lain yang sesuai dengan situasi saat itu, mereka yang membawa senjata tajam bisa dikenakan dengan undang-undang darurat … walau saat ditangkap tak ada yang mengakui sebagai pemilik senjata, jejak sidik jari di di barang bukti bisa dilacak, atau dengan cara lain pasti polisi bisa menemukan pemilik senjata tajam di lokasi.

Ketidaktegasan Polisi terhadap perilaku anarki pelajar kini sudah mulai direspon oleh masyarakat dengan cara yang kurang tepat; misalnya masyarakat marah dan mengusir pelajar yang tawuran dengan menghardik, hingga melempar dg batu dan lainnya … ini menimbulkan masalah baru … pelajar jadi tawuran dengan masyarakat …. gara-gara Polisi tak tegas, rakyat jadi berantem sendiri … kalo sudah begitu masyarakat yang marah ditangkap karena melempar pelajar yang hendak tawuran dengan batu agar pergi dari lingkungannya … makin lucu jadinya.

Sekolah harus memberi suasana menyenangkan dan mendorong kreatifitas siswa bisa diaktualisasikan dan salurkan energi hingga mendapat perhatian dari teman, guru dan semua warga sekolah … Penyaluran energi di luar sekolah jadi tak perlu … Semoga aman dan nyaman lingkungan kita, love u all.

Author: Dedi Dwitagama

Working as Teacher at Vocational High School 50 Jakarta (SMK Negeri 50 Jakarta Timur), Trainer and Motivator on Drug Abuse, Leadership & HIV-AIDS Prevention, Education, ICT, Leadership, Character Building, Public Speaking also as photografer. Please visit; http://trainerkita.wordpress.com, http://fotodedi.wordpress.com and https://dedidwitagama.wordpress.com

3 thoughts on “Tulisan setelah upacara HARDIKNAS: Kenapa TAWURAN susah hilang di Indonesia

  1. Terkadang heran ya, Pa Dedi jika ada aparat keamanan yg “tidak berani” menertibkan / memberi tindakan tegas pada mereka yg melakukan pelanggaran / kriminalitas. Pelajar tawuran bahkan membawa senjata ke sekolah bukan tugas dari pihak sekolah saja untuk merazia tapi para aparat juga & jangan langsung dilepas! Biarkan saja mereka “menginap di hotel prodeo” beberapa malam, meskipun keluarganya punya uang untuk menebusnya, agar ybs betul2 jera!
    Wibawa polisi juga harus ditingkatkan dengan memberikan contoh perilaku yg terhormat. Jangan terlalu mudah “menadahkan tangan” kepada pengemudi yang lalai di jalan. Maluuu… harga diri atuh!
    Dunia pendidikan Indonesia, kapan ya bisa lepas dari tawuran pelajar (juga mahasiswa)??

    • Btul bunda, kadang di skolah sudah di razia … tp karena anak” itu memang niat … Senjata tajam disembunyikan di luar sekolah, artinya ka scara sadar mereka niat bener buat tawuran, kalo ketangkep seharusnya tak dikembalikan ke sekolah …

      Soal Polisi yang suka minta uang, kita sudah dipermalukan di dunia lewat video polantas di Bali … semoga itu bikin malu dan jera kemudian polisi jadi lebih baik …. agar nyaman lingkungan kita.

      Terima kasih Bu Dewi kembali komen di blog saya, ditunggu lagi yaa😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s