Blog Pendidik

@dwitagama: Karakter tumbuh dari pembiasaan

Penanganan Tawuran yang tepat bikin hidup lebih nyaman di jalan, di sekolah & di ruman

Leave a comment

20130422-142318.jpg
Jam pulang sekolah terlihat beberapa murid bergerombol di halaman sekolah, mereka terlihat serius membicarakan sesuatu, setiap ada guru atau karyawan sekolah lewat mereka hentikan pembicaraan, keluar dari sekolah mereka berhenti di suatu tempat tak jauh dari sekolah menunggu teman-teman yang belum keluar dari sekolah.

Satpam sekolah melihat gelagat yang tak baik, dia mendekati anak-anak yang berkumpul di luar dan menganjurkan anak-anak untuk segera pulang ke rumah masing-masing, di dekat anak-anak yang berkumpul pak satpam kontak petugas kepolisian terdekat kabarkan ada sekumpulan
anak sekolah yang akan bergerak.

Anak-anak tahu bahwa keberadaan mereka sudah diketahui dan dikoordinasikan dengan polisi sehingga tawuran bisa dicegah. Berdasarkan informasi itu seharusnya polisi sudah mengantisipasi dengan menempatkan patroli bermotor atau mobil di titik-titik rawan yang biasa terjadi pertemuan dan tawuran dengan pelajar sekolah lain.

Jika sudah ada penumpukkan masa pelajar sekolah lain di tempat yang akan dilalui polisi bisa membubarkan segera atau membelokkan bis yang dinaiki pelajar yang menuju ke titik itu dan perilsa barang bawaannya, jika ada senjata tajam langsung proses seauai undang-undang yang berlaku, andai tidak … mereka bisa dikenakan pasal mengganggu ketertiban umum, atau lainnya.

Di sekolah, saat baru
masuk, kepada orang tua dan murid diberitahukan bahwa guru-guru dan petugas keamanan akan melakukan razia secara acak isi tas pelajar, yang membawa senjata tajam diberi dua pilihan: dikirim ke polisi untuk diproses kepemilikan senjata dengan ancaman hukum undang-undang darurat bervonis lebih dari lima tahun, atau meninggalkan sekolah untuk mencari tempat yang lebih cocok sesuai minatnya.

Karena sebagai pelajar yang dibawa dalam tas harusnya buku & keperluan belajar, bukan senjata tajam untuk tawuran. Yang membawa clurit atau senjata tajam lainnya silahkan ke hutan untuk membabat pohon, yang bawa gir ke bengkel aja perbaiki motor & mobil yang bawa pilox ke bengkel cat kendaraan atau produk lainnya.

Jika Polisi bertindak tepat di jalan maka masyarakat tifak was-was kena lempar batu yang biasa terjadi saat tawuran, mass media tak dapat berita pelajar mati akibat tawuran karena peristiwa dapat dicegah.

Jika guru & satpam bertindak tepat di sekolah maka akan makin berkurang murid yang membawa benda-benda yang tak seharusnya dibawa ke sekolah.

Orang tua harus memeriksa secara berkala isi tas anaknya saat anak tak di rumah, sedang tidur atau sesuai kesempatan yang ada, jangan-jangan anak anda biasa menbawa senjata, obat-obatan atau narkoba, sebagai upaya pencegahan keterlibatan anak tawuran di jalan atau di sekolah.

Maka amanlah pelajar kita di jalan, di sekolah dan di rumah.

Author: Dedi Dwitagama

Working as Teacher at Vocational High School 50 Jakarta (SMK Negeri 50 Jakarta Timur), Trainer and Motivator on Drug Abuse, Leadership & HIV-AIDS Prevention, Education, ICT, Leadership, Character Building, Public Speaking also as photografer. Please visit; http://trainerkita.wordpress.com, http://fotodedi.wordpress.com and https://dedidwitagama.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s