Blog Pendidik

@dwitagama: Karakter tumbuh dari pembiasaan

Pembobol ATM, Sekolah Jelek dan Sekolah Bagus

5 Comments

20130424-091447.jpg

“Karena Saya tak punya pekerjaan, Saya ikut saja waktu diajak teman membobol Mesin ATM, uangnya habis buat biaya sehari-hari”.

Demikian ucapan seorang tersangka pembobol Mesin ATM, yang ditangkap Polisi beberapa hari lalu.

Menganggur, tanpa pekerjaan, tanpa penghasilan dengan berbagai kebutuhan hidup di Kota Metropolitan membuat banyak orang gelap mata dan melanggar hukum, bagaimana peran Sekolah dalam hal ini.

Sekolah yang baik, biasaanya memiliki berbagai kegiatan intra kurikuler dan ekstra kurikuler yang membuat anak-anak habiskan waktu dengan melakukan sesuatu danmemunculkan kreatifitas sesuai tuntutan atau target-target tertentu, perhatikan saat seorang guru memberi tugas … Misalnya seorang guru olahraga menugaskan murid membuat gerakan senam sendiri dengan lagu yang dipilih sendiri secara berkelompok (empat hinggaenam orang), masing-masing anggota kelompok menyepakati lagu dan gerakan, berlatih bersama-sama hingga menghasilkan sesuatu yang bisa dirasakan bersama, perosesnya bisa beberapa hari atau beberapa minggu …. Ini membuat anak-anak tidak menganggur, mereka harus memunculkan kreatifitas untuk mendapat nilai.

20130424-091125.jpg

Jika setiap guru mememberikan tugas yang mendorong kreatifitas dan kerjasama antar anak didik, maka di sekolah mereka akan selalu sibuk dan terbiasa kreatif dan bekerjasama dalam kebaikan …. yang akan menjadi kebiasaan ketika dewasa. Biasa bekerja, kreatif dan bekerja sama dalam kebaikan.

Jika di sekolah anak-anak sering jemu, atau bete tanpa kegiatan yang jelas, tak sibuk melakukan sesuatu yang bermanfaat, berarti guru-guru kurang memberi dorongan anak-anak untuk kreatif dan bekerja sama, itu sekolah jelek. Jika Anda melihat anak-anak di Sekolah sibuk berkreasi dan bekerja sama menghasilkan sesuatu …. itu sekolah bagus.

Semoga aja makin kurang pengangguran dan kurang juga kriminalitas, agar makin nyaman hidup kita …. terima kasih telah membaca dan berkomantar.

Author: Dedi Dwitagama

Working as Teacher at Vocational High School 50 Jakarta (SMK Negeri 50 Jakarta Timur), Trainer and Motivator on Drug Abuse, Leadership & HIV-AIDS Prevention, Education, ICT, Leadership, Character Building, Public Speaking also as photografer. Please visit; http://trainerkita.wordpress.com, http://fotodedi.wordpress.com and https://dedidwitagama.wordpress.com

5 thoughts on “Pembobol ATM, Sekolah Jelek dan Sekolah Bagus

  1. Menurut saya ini bisa dilihat dari sisi yang lain Pak Ded, bisa saja si pembobol ATM itu justru orang yang cukup kreatif dan bisa bekerja sama dengan baik, cuma memang dia salah arah. Kreatifitasnya tidak dipergunakan untuk sesuatu yang positif. Jadi guru tidak hanya mengasah kreatifitas dan semangat kerja sama, melainkan juga menunjukkan arah yang benar.

  2. Setuju, Pa Dedi… Saya juga senang jika murid-murid saya memanfaatkan waktunya dengan kreaifitas, baik itu nulis maupun buat hasta karya. Minimal mereka baca buku cerita jika ada waktu kosong. Yang penting, mereka tidak buang waktu sia-sia. Alhamdulillah, murid-murid saya tahun ini banyak yang kreatif dan cerdas membuat hasta karya. Pa Dedi bisa lihat hasilnya dalam blog saya tentang “Memanfaatkan Botol Plastik Bekas” Mereka kerja kelompok, jadi penilaian saya bukan hanya hasilnya saja, tapi gimana kekompakan mereka. Murid-murid seperti itu bagi saya adalah calon generasi bangsa yang hebat, Insya Allah….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s