Blog Pendidik

@dwitagama: karakter tumbuh dari pembiasaan

solat aja dulu pak, supaya hidup bapak tidak susah terus

Leave a comment

20130610-175555.jpg
ILUSTRASI

Saya sering mampir di satu masjid yg letaknya di tepi jalan utama untuk segerakan ibadah. Sebelum kenakan sepatu saya sempatkan membalas sms dan mention yang saya terima.

Beberapa bulan lalu, saat bertrandaksi di sosial media, tiba” seorang
pria paruh baya menyalami saya, dan saya pun membalasnya … dia bertanya apakah saya pulang kerja, dimana kerjanya, dan lain”, saya jawab sambil terus bersosial media.

Lalu lelaki itu mengeluarkan kartu iuran sekolah sambil cerita ttg tunggakan iuran sekolah anaknya dan PHK lelaki itu dari sebuah kantor notaris, intinya dia minta bantuan saya …

Kemarin sore, disekitar waktu yang sama, pada situasi yang hampir sama, di tempat yang sama, seorang pria paruh baya datang menyalami saya sambil mendoakan agar saya banyak rejeki, lalu dia bilang dia sedang puasa, sedang berusaha cari modal buat dagang, butuh modal skian ratus ribu rupiah … dia trus mendesak dan nanya, gimana bisa bantu ngga?

Saya bilang, bapak serem banget, minta” sih ratusan ribu rupiah, emang cari uang gampang apa … akhirnya dia bilang, kalo ga bisa bantu modal, kasih buat buka puasa juga gapapa … hahaha makin tak yakin saya dan bilang maaf, saya ga bisa bantu, lelaki itu pum berlalu.

Berselang hitungan beberapa menit, tiba” disamping saya duduk lelaki setengah baya, menyalami saya dan langsung bercerita istrinya sakit parah, smalam keluarganya akan datang but kasih biaya ratusan ribu tapi berhalangan, dia minta bantuan saya sambil bersumpah demi Allah bahwa cerita yang dia bilang itu benar” terjadi, inikan di masjid pak, demi Allah saya tak berbohong bantulah saya ….

Saya bilang, sebelum bapak baru aja ada lelaki yg minta bantuan ratusan ribu dg alasan macam”, sekarang bapak, bbrp waktu lalu di tempat ini juga saya jumpai kejadian yang sama … koq banyak yang mirip bapak ya? tanya saya.

Azan ashar terdengar, saya selesaikan jawab mention teman, trus lelaki itu bilang; ya sudah kalau tak bisa bantu gapapa, terlihat dia beranjak hendak keluar masjid.

Saya berdiri sambil bilang, solat aja dulu pak, supaya hidup bapak tidak susah terus, diapun masuk ke masjid dan berwudhu, dan interaksi saya dg dia selesai setelah itu.

Mereka belum terlalu tua, masih bisa usaha selain minta” dengan berkisah ini itu, tapi kenapa mereka lakukan itu, apakah karena saya terlihat terlalu gampang ditipu?, saya bertampang melo mudah terhanyut oleh cerita pilu dan bakal bantu, atau saya terlihat makmur shg mudah kasih bantuan spt yg diminta, atau …. atau …. atau …, sy bingung aja, koq ngalamin kejadian yg sama di tempat yang persis sama, anda punya cerita yang sama?

Author: Dedi Dwitagama

Working as Teacher at Vocational High School 50 Jakarta (SMK Negeri 50 Jakarta Timur), Trainer and Motivator on Drug Abuse, Leadership & HIV-AIDS Prevention, Education, ICT, Leadership, Character Building, Public Speaking also as photografer. Please visit; http://trainerkita.wordpress.com, http://fotodedi.wordpress.com and https://dedidwitagama.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s