Blog Penv4x3333didikc g

@dwitagama: ter tumbuh dar i pemgt6. Vgbiasaan

makin banyak penduduk yang merasa tak perlu sekolah datang ke ibukota mengais rejeki dan dilayani pulang kampung gratisan, happy deh

2 Comments

20130701-153552.jpg
Penduduk Negeri Paman Besut berbondong-bondong ke ibu kota negeri, ketika di ibukota bekerja apa saja, tinggal di pinggir jalan berbekal gerobak yang digunakan untuk mengais barang bekas & istirahat, … Malam hari mereka mengambil posisi di di lokasi yang mudah terlihat pengendara kendaraan bermotor, selalu saja ada yang memberi uang atau sesuatu berupa makanan dan lainnya.

Saat bulan Ramadhan makin banyak yang memberi sesuatu, saat sahur dan buka banyak watga yang datang memberi sesuatu … Tak perlu bekerja … semuanya datang sendiri, hanya perlu daya tahan terhadap angin, hujan dan debu Ibukota.

Saat Lebaran tiba, banyak sekali yang memberi kesempatan mudik gratis dengan Bis yang dingin dan pengawalaan polisi serta diupacatakan dihadiri pejabat atau petinggi negeri … betapa bahagia penduduk negeri paman besut itu, tak perlu keterampilan apa-apa, bekerja apa saja, menunggu di inggir jalan, kembali ke kampung halaman berlebaran tanpa biaya, uang hasil kerja di ibukota bisa untuk keperluan apasaja di kampung halaman.

Lalu mereka berfikir, buat apa sekolah, buat apa punya keterampilan ini itu … lha cuma mengadahkan tangan saja banyak yang bisa di dapat … dan makin banyak penduduk yang merasa tak perlu sekolah datang ke ibukota mengais rejeki dan dilayani pulang kampung gratisan, happy deh

Author: Dedi Dwitagama

Working as Teacher at Vocational High School 50 Jakarta (SMK Negeri 50 Jakarta Timur), Trainer and Motivator on Drug Abuse, Leadership & HIV-AIDS Prevention, Education, ICT, Leadership, Character Building, Public Speaking also as photografer. Please visit; http://trainerkita.wordpress.com, http://fotodedi.wordpress.com and https://dedidwitagama.wordpress.com

2 thoughts on “makin banyak penduduk yang merasa tak perlu sekolah datang ke ibukota mengais rejeki dan dilayani pulang kampung gratisan, happy deh

  1. Hi hi hi… betul-betul menyedihkan melihat mental orang-orang seperti itu ya, Pa… Hidup tidak perlu kerja keras kar’na cukup dengan menadahkan tangan, yakin rejeki datang. Mereka tidak peduli harga diri, yang penting nikmati hidup dengan santai… Yang lebih parah, jika orang yang malas mengenyam pendidikan adalah mereka yang lahir dari keluarga berada yang merasa sudah dicukupi oleh ortu & yakin warisan dapat menjamin kebahagiaan hidupnya. Duh, gimana itu ya, Pa Dedi?…

    • Lewat interaksi di kelas seharusnya guru mampu membentuk murid yang punya mental memberi dan selalu berusaha lebih baik … tak hanya meminta dan pasrah, terima kasih telah berkomentar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s