Blog Pendidik

@dwitagama: karakter tumbuh dari pembiasaan

lokasi dramanya bisa berpindah tak di jalan … bisa di taman, ring tinju, arena lomba, …. atau dimanapun lokasinya sesuai kebutuhan, ga pake mati … happy deh

2 Comments

20130720-100207.jpg
Melihat video ini, Saya membayangkan tawuran itu seperti sebuah Drama yang lokasi pementasannya di jalan raya.

Ada yang mengatur skenario kapan akan tawuran, dimana tempatnya, siapa yang membawa senjata seperti pedang, roda gir yang diikat sabuk, batu dan sebagainya, kemana larinya jika ada polisi …. tapi saya ragu, apakah juga diatur skenario siapa yang akan mati pada tawuran itu dan bagaimana matinya … atau jangan-jangan pembuat skenario itu memang merancang kematian buat semua peserta tawuran karena berbagai alasan, soal siapa yang terkena giliran mati duluan, itu tergantung perkembangan di lokasi.

Mungkin para pelajar itu tahu bahwa Guru-guru dan Kepala Sekolah tak berani memberi sangsi apalagi mengeluarkan mengeluarkanmereka dari sekolah, karena setiap anak punya hak bersekolah, aktifis hak azasi manusia selalu siap membela anak yang dikeluarkan dari sekolah karena Dinas Pendidikan jengah atau enggan menghadapi LSM yang mengatasnamakan hak azasi manusia lalu cenderung menekan sekolah untuk menyelesaikan masalahnya sendiri.

Pelajar juga tahu, jika ketangkap Polisi dengan barang bukti macam-macam … akhirnya dibebaskan dari hukuman walau telah meresahkan masyarakat, mengganggu ketertiban umum, mengancam nyawa orang, membawa senjata tajam yang semua ada pasal jerat hukumnya bertahun-tahun di penjara … mungkin karena penjara terlalu penuh?

Coba perhatikan video di bawah ini.

Ada seseorang yang mengatur skenario, kapan shooting dilakukan, dimana lokasinya, siapa yang harus membawa kamera, siapa jadi host atau pewawancara, siapa yang menyusun pertanyaan, siapa yang menghubungi guru, yang mengamankan lingkungan dari gangguan, siapa yang mengupload video ke youtube dan sebagainya. Sebuah drama yang mengambil setting dan lokasi di sekolah.

Hasilnya, film dokumenter yang sangat bermanfaat mempromosikan sekolah ke dunia, kenangan semumur hidup untuk para pelaku yang terlibat dan yang paling dahsyat adalah, tak membuat masyarakat terganggu ketenteramannya hingga tak membuat ada yang mati sia-sia.

Andai sekolah, Dinas Pendidikan, Menteri, Polisi atau semua fihak mendorong pembiasaan seluruh warga sekolah untuk menyusun skenario-skenario pembelajaran atau drama-drama yang bermanfaat untuk pendidikan dalam siapkan masa depan anak negeri, mungkin lokasi dramanya bisa berpindah tak di jalan … bisa di taman, ring tinju, arena lomba, …. atau dimanapun lokasinya sesuai kebutuhan, ga pake mati … happy deh

Author: Dedi Dwitagama

Working as Teacher at Vocational High School 50 Jakarta (SMK Negeri 50 Jakarta Timur), Trainer and Motivator on Drug Abuse, Leadership & HIV-AIDS Prevention, Education, ICT, Leadership, Character Building, Public Speaking also as photografer. Please visit; http://trainerkita.wordpress.com, http://fotodedi.wordpress.com and https://dedidwitagama.wordpress.com

2 thoughts on “lokasi dramanya bisa berpindah tak di jalan … bisa di taman, ring tinju, arena lomba, …. atau dimanapun lokasinya sesuai kebutuhan, ga pake mati … happy deh

  1. hidup udah susah seperti ini ,masih sempet2nya tawuran,…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s