Blog Pendidik

@dwitagama: karakter tumbuh dari pembiasaan

saat orang-orang berkumpul dengan keluarga saat hari Raya Iedul Fitri, dia harus jalani tahun pertama di penjara, buat anak-anak lain yang masih sekolah, jangan ikut-ikutan tawuran apalagi main-main senjata tajam … tujuh tahun hukumannya booo

7 Comments

Doyok-1

Doyok-6

Terdakwa kasus perkelahian yang menyebabkan kematian saat tawuran antara SMU 70 dan SMU 6, Fitra Rahmadani alias Doyok divonis 7 tahun penjara di Pengadilan Jakarta Selatan, Senin (27/5). Doyok terbukti menghilangkan nyawa Alawi Yusianto Putra siswa SMU 6 Jakarta Selatan.

Saya bisa rasakan betapa pedihnya hari-hari ini dilalui Fitra … saat orang-orang berkumpul dengan keluarga saat hari Raya Iedul Fitri, dia harus jalani tahun pertama di penjara … semoga bisa jadi pelajaran buat Fitra dan bisa berubah jadi pribadi yang mandiri bisa kendalikan diri dan sejahterakan kehidupan diri dan keluarganya … buat anak-anak lain yang masih sekolah, jangan ikut-ikutan tawuran apalagi main-main senjata tajam … tujuh tahun, bisa selesaikan pendidikan hingga sarjana dan magister atau kerja menghasilkan banak uang dan bermanfaat buat banyak orang.

Semoga ga terjadi lagi yaaa … tabah ya Fitra.

Author: Dedi Dwitagama

Working as Teacher at Vocational High School 50 Jakarta (SMK Negeri 50 Jakarta Timur), Trainer and Motivator on Drug Abuse, Leadership & HIV-AIDS Prevention, Education, ICT, Leadership, Character Building, Public Speaking also as photografer. Please visit; http://trainerkita.wordpress.com, http://fotodedi.wordpress.com and https://dedidwitagama.wordpress.com

7 thoughts on “saat orang-orang berkumpul dengan keluarga saat hari Raya Iedul Fitri, dia harus jalani tahun pertama di penjara, buat anak-anak lain yang masih sekolah, jangan ikut-ikutan tawuran apalagi main-main senjata tajam … tujuh tahun hukumannya booo

  1. Terkadang penjara bisa menjadi tempat pembelajaran bagi sebagian orang untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Generasi muda yang “terpeleset” sehingga harus merasakan hidup di balik jeruji besi … semoga bisa memetik hikmah & menjadi bagian dari “mereka yang berubah” Tapi harus ada dukungan dari lingkungan ya, terutama keluarganya. Betul kan, Pa Dedi?🙂

  2. Sedihnya, hal yang sia-sia berujung suram. semoga yang lain gak ikutan begitu

    • mungkin jika “dia” dibinasakan lebih awal dan tidak berada ditempat itu … kemudian dia memilih sekolah yang lebih sesuai dengan minatnya, barangkali “dia” lebih serius sekolah dan tak berniat bawa senjata apalagi membunuh … atu jika sudah tak berminat belajar atau sekolah, dia bisa bisnis atau jadi pengusaha yang kaya sejak muda dan bisa bersenang-senang dengan hasil kerjanya tanpa membunuh … terima kasih

  3. Pingback: Membina satu murid rusak atau delapan ratus murid baik? |

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s