Blog Penv4x3333didikc g

@dwitagama: ter tumbuh dar i pemgt6. Vgbiasaan

Dibina atau dibinasakan 30 murid itu? kaya borok yang ga bisa sembuh gituh

4 Comments

tugas guru dan sekolah adalah untuk mendidik murid agar mereka yang nakal bisa kembali ke jalan yang benar.

Jika ada 850 murid di sekolah, ada 30 yang gemar membolos atau bawa senjata tajam buat tawuran, sudah dibina oleh wali kelas tiga kali, guru BK tiga kali dan bagian kesiswaan satu kali, pembinaan dilakukan kepada murid secara sendiri dan bareng dengan orang tuanya.

jika dengan tujuh kali pembinaan murid itu masih gemar membolos, bawa senjata tajam atau tawuran, harus dibina berapa kali lagi?

jika anak-anak nakal itu trus dibina, maka perhatian dan energi guru dan sekolah akan terkuras untuk tangani 30 murid dan menelantarkan 820 murid yang baik, bukankah anak” baik itu lebih banyak dan lebih butuh perhatian dan pembinaan guru dan sekolah.

Bagaimanakah sebaiknya?

Author: Dedi Dwitagama

Working as Teacher at Vocational High School 50 Jakarta (SMK Negeri 50 Jakarta Timur), Trainer and Motivator on Drug Abuse, Leadership & HIV-AIDS Prevention, Education, ICT, Leadership, Character Building, Public Speaking also as photografer. Please visit; http://trainerkita.wordpress.com, http://fotodedi.wordpress.com and https://dedidwitagama.wordpress.com

4 thoughts on “Dibina atau dibinasakan 30 murid itu? kaya borok yang ga bisa sembuh gituh

  1. Selalu ada harapan. Kalau belum baik sekarang, insha Allah, besok baik, atau besoknya baik, atau tuanya baik. Selalu ada kesempatan memperbaiki diri, sampai kapan? Sampai sebelum nyawa di batang tenggorok. Bantu siswa yang membutuhkan bantuan. Bina bina dan bina.

  2. Jangan dibinasakan, ehmmm, pernah nonton GTO (great teacher onizuka, lagi-lagi terinspirasi komik), ehm, seadnainya murid2 seperti itu bisa di binna, saya sendiri belom ada ide sih, tapi sepertinya harus ada yang bisa sabaaar banget dan kasih kepercayaan, ngayomi, special kali yah gurunya. heheheheh
    *maap ngawur

    • jika seorang anak sudah dibina melalui konseling individu 10 kali dengan wali kelas selama satu semester, dipanggil orang tuanya 3 kali oleh wali kelas dan konseling bersama murid dan ortu, 3 kali konseling individu oleh Guru BK dan 3 kali konseling bersama orang tuanya, serta 1 kali konseling individu dan konseling bersama orang tua dengan Tim Kesiswaan, yang jumlah totalnya 21 kali pembinaan … anak itu masih gemar membawa senjata tajam dan tawuran … sementara berbagai pilihan kegiatan ekstra kurikuler di sekolah tak menarik minatnya, tawaran bikin kegiatan ekskul yang baru tak diambilnya …

      jika satu siswa diurus menggerus energi, delapan ratus lebih siswa yang baik menunggu untuk disentuh, dibina, disapa dan diberikan apresiasi atas kebaikan dan komitmen baiknya agar mereka lebih cepat mencapai target-target hidupnya buat jadi orang yang lebih baik dan bermanfaat buat sesama.

      seperti yg anda tulis di akhir komment … mungkin anda ngawur (saya maafkan) karena anda tak mengalami langsung situasinya, trm ksh

  3. Pingback: Membina satu murid rusak atau delapan ratus murid baik? |

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s