Blog Pendidik

@dwitagama: Karakter tumbuh dari pembiasaan

Belajar dari konser Metallica: mengeksplorasi selera pelajar, dimana anak-anak yang berseragam itu bisa bernyanyi, berjoget, bermusik atau melakukan apa saja … hingga bubar tanpa tawuran, perkelahian… kapan kah itu terjadi?

5 Comments

20130827-122203.jpg
Saya sedang menikmati dokumentasi foto dan videoKonser Metallica di Jakarta beberapa hari lalu, ini konser kedua group band metal Level dunia di Jakarta, setelah 20 tahun yang lalu berakhir rusuh … Saya sempat khawatir jika rusuh berulang.

Alhamdulillah, pertunjukkan sukses dan tanpa kerusuhan, saya senang …. pasti beritanya menyebar se jagat bahwa group band kondang dunia dinikmati puluhan ribu di Kota Jakarta yang sering dituding tak tertib … saya bangga Jakarta bisa disejajarkan dengan kota-kota bedar di dunia yang biasa jadi tempat konser group-group besar dunia. Bravo dan terima kasih buat Promotor, Polisi, Tentara, Pemda dan semua fihak yang bekerja sama sukseskan konser kelas dunia.

Bisa kumpul bareng, bernyanyi, berjoget, berbasah-basah keringat, memenuhi rongga telinga menerima aliran irama dari sound system berkekuatan sangat besar … merekam video, memotret, …. lalu pulang dalam damai, bersahabat … sebuah situasi impian semua orang.

Saya bermimpi makin banyak peristiwa yang melibatkan ribuan bahkan puluhan ribu pelajar di Jakarta yang mengeksplorasi selera pelajar, dimana anak-anak yang berseragam itu bisa bernyanyi, berjoget, bermusik atau melakukan apa saja … hingga bubar tanpa tawuran, perkelahian… kapan kah itu terjadi?.

Author: Dedi Dwitagama

Working as Teacher at Vocational High School 50 Jakarta (SMK Negeri 50 Jakarta Timur), Trainer and Motivator on Drug Abuse, Leadership & HIV-AIDS Prevention, Education, ICT, Leadership, Character Building, Public Speaking also as photografer. Please visit; http://trainerkita.wordpress.com, http://fotodedi.wordpress.com and https://dedidwitagama.wordpress.com

5 thoughts on “Belajar dari konser Metallica: mengeksplorasi selera pelajar, dimana anak-anak yang berseragam itu bisa bernyanyi, berjoget, bermusik atau melakukan apa saja … hingga bubar tanpa tawuran, perkelahian… kapan kah itu terjadi?

  1. Semua tergantung manusianya om ded😀

  2. segera om,, harapan cerah itu masih tetap ada…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s