Blog Pendidik

@dwitagama: Karakter tumbuh dari pembiasaan

Anak”mu tak minta kau lahirkan, Jika mereka sudah lahir darimu, Mengapa kau terlantarkan, Jangan cerai wooooi

5 Comments

20130725-130858.jpg

Saat kecil anak itu sering sedih kalau ditanya ayah ibunya
Mau bilang ada tapi tak pernah kelihatan
Bilang tak ada tapi masih hidup
Kalau lagi galau
Dia suka bilang ayah atau ibunya sudah mati

Saat jadi pemuda
Anak muda itu berniat buat sukses
Jadi oang yang hebat luar biasa,
Tujuannya agar ayah ibunya
Datang padanya, berlutut
Dan minta maaf telah menelantarkan anak muda itu
Karena mereka bercerai ketika anaknya masih kecil

Sayang dia pernah jadi homo atau masih sampai sekarang
Karena pernah tinggal dengan homo yang menularkan
Dengan memberi kasih sayang hingga menggerayangi

Hai para otang tua
Anak”mu tak minta kau lahirkan,
Jika mereka sudah lahir darimu,
Mengapa kau terlantarkan,
Jangan cerai wooooi

Author: Dedi Dwitagama

Working as Teacher at Vocational High School 50 Jakarta (SMK Negeri 50 Jakarta Timur), Trainer and Motivator on Drug Abuse, Leadership & HIV-AIDS Prevention, Education, ICT, Leadership, Character Building, Public Speaking also as photografer. Please visit; http://trainerkita.wordpress.com, http://fotodedi.wordpress.com and https://dedidwitagama.wordpress.com

5 thoughts on “Anak”mu tak minta kau lahirkan, Jika mereka sudah lahir darimu, Mengapa kau terlantarkan, Jangan cerai wooooi

  1. Thank you very much hope that read this appeal: there will never be happiness, wealth was not useful for a child, the real evidence as a result of parental divorce I feel that success is not a measure brothers no longer harmony real evidence to recognize me as a brother not ya allah will never save my family spirit of darkness unite our souls spirit monstrous god only

  2. Salam silaturahmi salam satun salam sembah sujud saya, maafkan sebelumnya kakanda,mungkin kakanda pernah mendengar petuah dari ayahanda kita “tercinta” untuk saya pribadi ketika saya masih kecil, saat saya mengingat ulang sejarah perjalanan kehidupan saya,saya tidak harus menangis insyaallah air mata saya tertahan dan harus kuat: beliau titip” kamu jangan pernah lepas dari kesatuan apapun yang akan terjadi ” ayahanda kita tercinta yang mulia yang ada di syurga nya allah adalah pejuang yang sucses menjadi nakhoda keluarga termasuk saya pribadi,maaf saya bukan mengeluh kakanda ,kakanda ternyata sangat berat bagi saya perjalanan nya untuk menjadi diterima diantara mereka saya sudah cape kakanda do’akan saya kakanda , maafkan saya kakanda

    sallam Adinda dari,Papua sorong

    erlan suherlan

    • Nuhuun, kang erlan kembali berkunjung dan koment di blog sy.

      Hidup butuh perjuangan, pesan mbah tolib yg slalu terngiang sampe skarang adalah bahwa sbg org tua hrs bisa membuat anak”nya punya kehidupan lyg lebih baik dr org tuanya …. bagaimanapun keadaan org tua, membuat anak”nya hidup mandiri adalah wajib, sbg org tua kita ga boleh tertaha oleh masa lalu … lupakan aja yg ga enak, jangan menangis, trus berjuang perbaiki mutu hidup anak” kita

      Salam dari kel di jakarta buat kang erlan di papua dan semua di sukamandi, smg kita dlm sehat slalu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s