Blog Pendidik

@dwitagama: Karakter tumbuh dari pembiasaan

Kangen Masjid Nurul Yaqin di Kebayoran Baru

2 Comments

Ketika masih anak-anak tahun 70-an saya selalu sholat di Masjid Jami Nurul Yaqin di Jalan Sinabung Kebayoran Baru Jakarta Selatan. Jaraknya dekat sekali dari rumah saya, kemarin tiba-tiba Saya sangat rindu ingin sholat disana, alhamdulillah lalu lintas Jakarta berfihak pada Saya, perjalanan membelah Jakarta dari timur ke barat terus ke selatan sangat lancar, alhamdulillah.

Layout Masjid tak berubah, sekarang berlantai dua, saya memilih di lantai dasar dimana dulu saya sholat, kalau dulu tempat itu terasa luas, mungkin karena saya masih kecil, saat ini tempat itu terasa senpit, empang di samping masjid kini berganti bangunan rumah, jadi ingat teman-teman masa kecil, beberapa dari mereka masih terlihat di masjid itu, muazinnya Yamin, adik kelas di SD Mekarsari, Pengurus Masjid yang sampaikan pelaksana sholat dan kas masjid adalah Haji Muali, senior kami di lingkungan, dikabarkan olehnya Bang Murodi berpulang beberapa hari yang lalu, beliau senior saya yang tinggal tak jauh dari rumah kami.

Wajah-wajah teman masa kecil kini sudah jadi orang tua semua, kenangan sholat taraweh puluhan rakaat diselingi berkipas dengan kipas bambu milik masjid diantara dua rakaat, memukul beduk berirama saat malam takbir, sholat ied dan berbagai kenangan berkelebat deras …

Sekolah saya tak jauh dari Masjid itu … jadi inget Pak Ottong Sutardja, kepala sekolah kami, Bu Hunaeni, Pak Ojo, Pak Machmud, Pak Kusmana, Pak Husen, Pak Mulyana, … sebagian dari mereka sudah berpulang, semoga Allah ampuni segala khilaf dan diberi tempat nyaman di alam kubur, love u all.

Author: Dedi Dwitagama

Working as Teacher at Vocational High School 50 Jakarta (SMK Negeri 50 Jakarta Timur), Trainer and Motivator on Drug Abuse, Leadership & HIV-AIDS Prevention, Education, ICT, Leadership, Character Building, Public Speaking also as photografer. Please visit; http://trainerkita.wordpress.com, http://fotodedi.wordpress.com and https://dedidwitagama.wordpress.com

2 thoughts on “Kangen Masjid Nurul Yaqin di Kebayoran Baru

  1. kalau saya kangen Masjid Nurul Huda dekat rumah pak ded, tempat pertama kali saya bertemu dengan suami🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s