Blog Pendidik

@dwitagama: Karakter tumbuh dari pembiasaan

membuat murid di sekolah berprestasi itu tak terlalu sulit, coba deh

2 Comments

20130910-153200.jpg
secara naluriah semua orang senang berprestasi dengan indikator misalnya senang mendapat perhatian, senang punya sesuatu yang lebih dari orang lain. prestasi itu adicted, bikin kecanduan dan membuat orang ingin mengulanginya.

oleh sebab itu, membuat murid di sekolah berprestasi itu tak terlalu sulit, diamkan saja mereka berinteraksi dengan teman-temannya sesuai minat dan hobby mereka, sekolah cukup memfasilitasi, misalnya dengan mengijinkan mereka tetap berada di sekolah hingga malam hari dengan program & kegiatan yang jelas, beri kesempatan smua kelompok hobby di sekolah untuk tampil beberapa kali setahun, beri penghargaan berupa piagam, souvenir atau lainnya buat mirid yang berprestasi sekecil apapun. Ketika ada yg juara, tampilkan di hadapan smua murid dan guru saat upacara, publish di mading, website, blog sekolah, dll.

Sekolah tak perlu membuat jadwal latihan, karena murid lebih tahu kapan dan berapa kali mereka perlu latihan buat mencapai prestasi tertentu.

Guru-guru harus memberi izin buat murid yang harus izin tak ikut pelajaran atau tak masuk sekolah untuk berprestasi, jika ada murid yang ketahuan berbohong harus diberikan sangsi yang sesuai. Pada proses pencapaian suatu prestasi ada proses pendidikan karakter yang bisa bikin murid jadi orang yang percaya diri dan biasa menyelesaikan masalah dalam hidupnya … dan sukses jadi sangat akrab buat dirinya, happy deh.

Author: Dedi Dwitagama

Working as Teacher at Vocational High School 50 Jakarta (SMK Negeri 50 Jakarta Timur), Trainer and Motivator on Drug Abuse, Leadership & HIV-AIDS Prevention, Education, ICT, Leadership, Character Building, Public Speaking also as photografer. Please visit; http://trainerkita.wordpress.com, http://fotodedi.wordpress.com and https://dedidwitagama.wordpress.com

2 thoughts on “membuat murid di sekolah berprestasi itu tak terlalu sulit, coba deh

  1. Good job (y) kereeen postingan’a pak @dwitagama . Ini sangat sama dengan apa yg say fikirkan selama ini. Allhamdulilah sekolah saya melakukan hal yang sama. Kalo kami menang lomba paskibra pasti d umumkan saat upacara, untuk pacuan bagi ekskul2 lainnya. Jadwal latihan juga kami yg tentukan, tpi sayang’a banyak yg mengundurkan diri karna orangtua. Padahal mereka sudah punya prestasi.

  2. Alooow Kim, makasih dah komment, biar aja kalo ada yg mundur, latihan aja seadanya, ikut lomba dengan kekuatan yg ada, kalo perlu ajak anak skolah lain yg sama hobbynya kalo ada lomba … Manfaatnya bakal dirasakan anak” saat dewasa nanti, mereka bakal jadi orang” yg sangat percaya diri …. Lanjutkaan!!!😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s