Blog Pendidik

@dwitagama: karakter tumbuh dari pembiasaan

Kalo tawuran anak sekolah puluhan tahun tak sudah pudar, Apa perlu impor pemimpin dari luar?

4 Comments

Rakyat di Negeri Paman Besut
yang katanya pemegang kedaulatan
dimanjakan saat hendak pemilu
diberi kaus, ayam bersaus & pedangdut haus

Rakyat tak kenal siapa yang dipilihnya
pemberi fulus terbanyak yang dipilihnya
wakil rakyat kemudian lupa pada pemilihnya
dia sibuk memperkaya diri dan partai pengantarnya

Angkutan umum tetap sulit
macet, rakyat kredit motor supaya bisa berkelit
berlebaran ke kampung bersepeda motor, anak dijepit
Padahal motor cuma buat yang jarak sedikit
hujan dikit banjir melilit
harga barang naik melangit

Bagaimana bisa selesaikan masalah besar
kalo tawuran anak sekolah puluhan tahun tak sudah pudar
Apa perlu impor pemimpin dari luar?
Meneruskan hobby selalu mengimpor
Dari sapi, teknologi hingga garam

Author: Dedi Dwitagama

Working as Teacher at Vocational High School 50 Jakarta (SMK Negeri 50 Jakarta Timur), Trainer and Motivator on Drug Abuse, Leadership & HIV-AIDS Prevention, Education, ICT, Leadership, Character Building, Public Speaking also as photografer. Please visit; http://trainerkita.wordpress.com, http://fotodedi.wordpress.com and https://dedidwitagama.wordpress.com

4 thoughts on “Kalo tawuran anak sekolah puluhan tahun tak sudah pudar, Apa perlu impor pemimpin dari luar?

  1. waduh kebanyakan impor bisa berabe. gak ngerti kondisi dilapangan.

  2. yep jd intinya jgn mau ama money politic

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s