Blog Pendidik

@dwitagama: Karakter tumbuh dari pembiasaan

Praktek sholat mayat setelah tawuran, persiapan mati?

1 Comment

Ba28XoFCQAELeH1

di halaman sebuah kantor polisi anak=anak sekolah yang tertangkap hendak tawuran dihukum sholat mayat … sebuah ide yang kreatif, mungkin pesannya adalah bahwa perbuatan yang mereka lakukan adalah menuju kematian, dan mayat mereka akan disolatkan oleh orang lain, saya tak tahu apakah ada siswa yang berperan sebagai mayat … mungkin sebaiknya semua merasakan peran jadi mayat atau jenazah, agar anak-anak bisa membayangkan suasana jika mereka mati akibat perbuatannya, yaitu tawuran … sumber: Yahoo Indonesia

Author: Dedi Dwitagama

Working as Teacher at Vocational High School 50 Jakarta (SMK Negeri 50 Jakarta Timur), Trainer and Motivator on Drug Abuse, Leadership & HIV-AIDS Prevention, Education, ICT, Leadership, Character Building, Public Speaking also as photografer. Please visit; http://trainerkita.wordpress.com, http://fotodedi.wordpress.com and https://dedidwitagama.wordpress.com

One thought on “Praktek sholat mayat setelah tawuran, persiapan mati?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s