Blog Pendidik

@dwitagama: karakter tumbuh dari pembiasaan

Rambut @ridwanrifai3 pernah dibabat, dia berterima kasih, sukses slalu ya bro

6 Comments

20140117-144359.jpg

20140117-144438.jpg

20140117-144544.jpg
Banyak guru atau kepala sekolah yang membiarkan rambut murid sekolahnya gondrong, walau sudah diatur di tata tertib sekolah, jika ada murid yang melanggar dengan membiarkan rambutnya gondrong, guru & kepala sekolah tak melakukan tindakan apa-apa, alasannya macam-macam; diantaranya takut dinilai melanggar HAM.

Saya melakukan tindakan tegas mencukur rambut murid yang melanggar aturan, foto di atas adalah komunikasi saya dengan alumni SMKN 29 Jakarta yang pernah saya cukur, ternyata dia faham bahwa tindakan saya itu dimaksudkan untuk pembiasaan memasuki dunia kerja, thx mas bro, love u.

Author: Dedi Dwitagama

Working as Teacher at Vocational High School 50 Jakarta (SMK Negeri 50 Jakarta Timur), Trainer and Motivator on Drug Abuse, Leadership & HIV-AIDS Prevention, Education, ICT, Leadership, Character Building, Public Speaking also as photografer. Please visit; http://trainerkita.wordpress.com, http://fotodedi.wordpress.com and https://dedidwitagama.wordpress.com

6 thoughts on “Rambut @ridwanrifai3 pernah dibabat, dia berterima kasih, sukses slalu ya bro

  1. mantap pak. anak-anak memang biasanya baru merasakan bahwa apa yang dilakukan gurunya di sekolah setelah mereka memasuki dunia kerja. Sebagai guru kita harus selalu berusaha membuat mereka menjadi lebih baik dan menjadi contoh yang baik,

    salam

    anggi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s