Blog Pendidik

@dwitagama: Karakter tumbuh dari pembiasaan

Bikin Sekolah calon pemimpin negeri, siapa yang berminat?

3 Comments

20140127-083330.jpg
ILLUSTRASI

Negeri Paman Besut berumur selevel kakek nenek,
kenapa sulit sekali melahirkan pemimpin negeri yang bermutu,
Pemimpin jumlahnya sangat sedikit dari ratusan juta penduduk,
kemana hasil pendidikan di sekolah dasar, sekolah menengah, perguruan tinggi?
jutaan sekolah dan perguruan tinggi kenapa sepertinya mandul?

Setiap pemilu ribuan calon meminta dipilih,
kenapa setelah itu mereka seperti tenggelam,
yang muncul di permukaan ratusan orang pilihan yang berperkara,
Korupsi, mengkhianati orang-orang yang memilihnya,
Memenuhi penjara, seolah menjauh dari pemilih mereka

Kenapa sekolah tak mampu mendidik dan melahirkan pemimpin?
Cerita sejarah pemimpin dilahirkan di sekolah atau kampus
Seolah terkunci tak berulang
mungkin perlu dibuat sekolah khusus di Negeri Paman Besut
Yang punya target khusus untuk melahirkan pemimpin negeri

Program belajar di sekolah itu tak hanya siapkan Ujian Nasional atau jadi Sarjana,
tapi siapkan alumninya jadi pemimpin,
yang mampu bicara di muka umum,
mengerti karakter orang-orang yang dipimpinnya,
Berpolitik untuk kepentingan negeri,
Berani mengambil keputusan, melakukan perubahan,
berorientasi ke masa depan,
tahan godaan korupsi, tahan diumpan perempuan,
tak nafsu berkuasa selamanya,
tak betah diam, ingin selalu produktif, …

Menurut Anda, dimanakah sebaiknya sekolah atau kampus itu didirikan?

Author: Dedi Dwitagama

Working as Teacher at Vocational High School 50 Jakarta (SMK Negeri 50 Jakarta Timur), Trainer and Motivator on Drug Abuse, Leadership & HIV-AIDS Prevention, Education, ICT, Leadership, Character Building, Public Speaking also as photografer. Please visit; http://trainerkita.wordpress.com, http://fotodedi.wordpress.com and https://dedidwitagama.wordpress.com

3 thoughts on “Bikin Sekolah calon pemimpin negeri, siapa yang berminat?

  1. Saya sepakat Pak Dedi. Menurut saya, tidak masalah dimana, tapi kontennya. Bisa dari muatan di kurikulum sekolah ini, kemudian contoh2 nyata bahkan dari tempat atau negara lain yang baik sehingga media positiflah yang tertanam. Proses dan penilaian akhir juga. Gmn nih ada ide lain Pak? Cheers

  2. Semoga Pak. Tulisan yang penting saat ini. Salam hangat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s