Blog Pendidik

@dwitagama: karakter tumbuh dari pembiasaan

Dia punya penghasilan tapi sering ngutang & minta-minta uang pada yang dia kenal

2 Comments

Di ibukota negeri paman besut, penghasilan sudah cukup besar, ada sumber dari Pemerintah Pusat, tunjangan sertifikasi, tunjangan kinerja daerah dan lainnya, buat guru yang tinggi golongannya bisa mendekati dua digit di depan nilai jutaan … sebuah nilai yang jika dikelola dengan baik bisa bikin hisup tenang.

Ada teman yang sudah puluhan tahun mengajar, golongannya sudah tinggi tapi sering berhutang kesana kemari, penghasilannya hampir selalu habis dipotong oleh Bank, karena teman telah meminjam uang atau kredit sesuatu, sehingga hidupnya seperti gali lobang tutup lobang … bahkan cenderung sadis, sebagai PNS yang tinggi golongannya tega berhutang di kantin sekolah bahkan meminjam uang dengan pedagang di kantin dan pegawai honor di sekolah.

Fenomena di atas bukan hanya terjadi pada Guru atau PNS, ada banyak orang yang tak mampu mengelola penghasilannya, hidupnya konsumtif, gemar ganti-ganti kendaraan, punya telepon genggam beberapa & sering berganti edisi terbaru, busananya sesuai zaman berganti selalu, gemar jajan di luar, enggan memasak sendiri, suka jalan-jalan dan berbelanja oleh-oleh, dsb.

Orang-orang itu merasa harus dikasihani dan pantas diberi santunan oleh orang-orang disekitarnya, bahkan oleh orang yang level kesejahteraannya lenih rendah, dia tak malu untuk meminta, gemar sekali meminta traktir atau meminta “uang dengar” dari rekan-rakan di sekitarnya, dia seperti punya radar dan segera tahu siapa yang sedang makmur atau banyak uang dan segera merangkai kalimat meminta pinjaman dengan berbagai alasan, tapi pinjaman itu tak segera diangsur bahkan tak dibayar hingga bertahun-tahun seolah dirinya lupa.

Seolah dia merasa bahwa dirinya adalah orang sengsara yang harus mendapat donasi, jika tak diberi dia akan meminta, jika tak dikasih dia bilang meminjam dan tak bertanggung jawab menggantinya.

Sesungguhnya ini adalah contoh penerapan peribahasa tua: BESAR PASAK DARIPADA TIANG, orang yang keinginannya lebih banyak dibanding kemampuannya dan tak mampu mengendalikan nafsu … tapi dia berani berhutang kesana kemari, bahkan menghadapi debt collector katena kartu kredit yang digunakan tak di angsur.

Punya teman yang seperti itu? Bagaimana cara anda menghadapinya?

Author: Dedi Dwitagama

Working as Teacher at Vocational High School 50 Jakarta (SMK Negeri 50 Jakarta Timur), Trainer and Motivator on Drug Abuse, Leadership & HIV-AIDS Prevention, Education, ICT, Leadership, Character Building, Public Speaking also as photografer. Please visit; http://trainerkita.wordpress.com, http://fotodedi.wordpress.com and https://dedidwitagama.wordpress.com

2 thoughts on “Dia punya penghasilan tapi sering ngutang & minta-minta uang pada yang dia kenal

  1. Betul tu pak, di tempat kami ada beberapa guru seperti itu, sehingga pihak sekolah merasa terganggu dengan debt colector yang datang ataupun yang sering telpon , dan saya menyarankan suatu prinsip yang mudah diterapkan dan barokah : RAJIN MENABUNG, BAIK HATI DAN TIDAK SOMBONG … Terima kasih infonya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s