Blog Pendidik


Leave a comment

terima kasih kepada Mr. Jo yang mendokumentasikan sessi saya di Bandung, BNN Jabar

terima kasih Mr. Jo dari BNN Prov Jawa Barat yang mendokumentasikan sessi saya di Bandung beberapa bulan yang lalu, semoga bermanfaat.

Advertisements


3 Comments

Sekolah dalam tempurung: Murid = Katak, Gurunya apa?

Ilustrasi

Ilustrasi


Saya tiba-tiba teringat peribahasa “Bagai katak di dalam tempurung”, seseorang atau sekelompok orang yang merasa hebat di lingkunganya sendiri tapi tak pernah mengamati lingkungan sekitarnya, dan mereka amat terkejut saat keluar dari lingkungannya ternyata dirinya sangat kecil, orang-orang lain jauh lebih hebat darinya.

Anda guru? coba perhatikan sekolah anda, apakah yang menjadi fokus pembicaraan sehari-hari di ruang kerja, koridor, lobby atau ruang rapat sekolah? jika topik pembicaraan & kegiatan di sekolah anda setiap hari berkisar pada:
konsumsi pagi, snack, menu makan siang hari ini,
pakaian seragam murid & guru,
murid nakal, murid sakit,
upacara,
perolehan juara sedikit,
cemburu liat teman guru lain,
ujian nasional,
pentas seni sekolah,
kedatangan tamu cuma dari dinas dan guru lain sekolah,
jarang mengundang nara sumber dari luar kedinasan,
sedikit murid yang aktif di kegiatan ekskul,
murid dan gurunya jarang jadi juara atau menang kompetisi,
kebanyakan guru tak peduli alumninya kuliah atau kerja dimana,
hari sabtu & minggu sekolah sepi, …
fix ya, sekolah anda berada dalam tempurung.

Sekolah yang hebat:
membiarkan muridnya berusaha sendiri untuk lulus ujian nasinal, karena itu standar minimal,
obsesi sekolah mengantarkan murid ke perguruan tinggi hebat di dalam maupun di luar negeri,
antarkan alumninya kerja di perusahaan hebat,
prosentase murid yg terlibat ekskul banyak,
murid & guru bergairah kompetisi,
sering jadi juara di tingkat daerah, propinsi, nasional & internasional,
sering mengundang nara sumber berbagai keahlian,
hari saabtu & minggu sekolah ramai kegiatan murid & guru, …

Jika murid = katak, Gurunya apa?


2 Comments

Kegairahan Sekolah YPS Sorowako terlihat dari banyak foto

Bersama Pak Steven

Bersama Pak Steven

Kemarin Saya bingun skali memilih foto-foto untuk di sortir yang akan tayang di blog trainerkita, lihatlah foto di atas, itu dicapture saat saya pertama kali memasuki ruangan untuk setup properti training saya berkoordinasi dengan Pak Steven, full senyum dan tawa, ekspresi gairah mendidik anak negeri guru-guru sekolah YPS Soroako.

Happy

Happy

Foto di atas memperlihatkan kegembiaan guru-guru YPS Sorowako merespon training saya, hampir seribu foto-foto yang lain dapat anda nikmati disini, terima kasih semoga bermanfaat.

20140923-084127.jpg
Ini foto setelah training saya, berasa ngartis deh, thx and love u all.


3 Comments

Mengenang semangat Guru-guru Sekolah YPS Sorowako

matahari senja ngintip di dormitori vale sorowako

A post shared by Dedi @dwitagama (@dwitagama) on

SETELAH TRAINING

SETELAH TRAINING

Pagi ini Saya merasa masih berada atau masih ingin berada di Sorowako, sebuah kota kecil di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, dan letaknya antara perbatasan Propinsi Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara. Nama Sorowako mungkin tidak terlalu terkenal, tetapi untuk kalangan yang bekerja di industri pertambangan tempat ini sudah mendunia. Betapa tidak, Sorowako merupakan rumah bagi PT INCO (International Nickel Indonesia), Tbk. yang merupakan penghasil nikel terbesar di dunia. Sejak resmi berganti nama di tahun 2011 sebagai Vale Indonesia, perusahaan tambang ini bergabung dengan jaringan Vale yang berpusat di Brasil dan cabangnya tersebar di 38 negara di seluruh dunia dan menjadi perusahaan tambang terbesar kedua di dunia. Betapa kayanya Indonesia!

Bersama guru-guru Skolah YPS Sorowako saya merasakan semangat yang luar biasa dalam mendidik anak negeri, mereka bergairah merespon sesi training saya dalam bentuk permainan, diskusi dan tugas-tugas yang pada intinya mendorong mereka menjadi lebih dahsyat dan bersinar hingga ke seluruh dunia, selamat bekerja saudaraku, menyatukan kinerja anda sebagai guru-guru yang hebat akan malahirkan anak-anak yang hebat dan sekolah yang dahsyat sinarnya hingga ke seluruh dunia, love u all.

Foto di atas adalah dormitori tempat saya bermalam selama di Sorowako, di lingkungan PT VALE yang tenang dan nyaman, foto bawah Saya bersama panitia dan peserta setelah training selesai. Terima kasih kepada semua panitia dr Sekolah YPS yang berkenan bersinergi dan mensupport sessi saya disana, semoga bermanfaat.

Reportasenya bisa dilihat disini dan dokumentasi hampir seribu foto-foto kegiatan saya di Sorowako bisa dinikmati disini. 


2 Comments

Mental peminta-minta; dia slalu merasa miskin

Dia tak berbaju lusuh apalagi rombeng
Penampilannya trendi
Kendaraanya berkilap
Omongannya tinggi

Dia memang tak minta-minta uang di jalan
Tapi dia selalu menghitung setiap kerja
Dan meminta tips untuk setiap yang dikerjakan
Di luar gaji yang setiap bulan dia terima

Bekerja asal-asalan
Selalu meminta petunjuk
Selalu meminta contoh
Selalu meminta dipanggil
Selalu meminta diajak bicara
Seperti anak kecil yang meminta perhatian

Terbiasa meminta
Dia jadi tak terbiasa memberi
Tak bisa memberi perhatian buat teman
Tak peduli pekerjaan menumpuk
Tak mencoba memberi manfaat buat sesama

Buat dia
Setiap kerja harus ada SK nya
Perhatikan deh, dia selalu merasa miskin
Karena yang kaya selalu memberi


Leave a comment

Nyebur ke laut Cilincing: MADABINTAL SMKN 36 Jakarta dibimbing TNI

Saya mendapat notification dari seorang teman untuk melihat dokumentasi kegiatan MOPDB di SMKN 36 Jakarta, lalu saya ke tekape

ditemani TNI

ditemani TNI


Ternyata pelaksanaan MOS atau MOPDB di SMKN 36 Jakarta tahun ini masih ditemani oleh Bapak-bapak dari TNI, tentara kebanggan negeri, yang tentu memberi warna dahsyat buat mental anak-anak SMKN 36 Jakarta yang baru lulus dari SMP, beranjak menuju kehidupan remaja yang disiplin dan bertanggung jawab.
makan bersama di lapangan sekolah

makan bersama di lapangan sekolah


Ada berbagai kegiatan yang dilakukan, diantaranya pembinaan mental, baris-berbaris, kerjasama, kebersamaan, pengenalan lingkungan, dsb.
PBB dibimbing Tentara

PBB dibimbing Tentara


nyebur ke laut dekat sekolah

nyebur ke laut dekat sekolah


Di bawah ini adalah salah satu hasil MOPDB yang dibimbing Tentara, mereka terbiasa disiplin, tertib berbaris, serius merespon perintah dan jadi pribadi yang kuat, bertanggungjawab, dsb.
Hasil MOPDB

Hasil MOPDB


Bagaimana di sekolah anda? semoga lebih baik.


Leave a comment

Anak kelas 1 SD Garut ini merokok dulu sebelum berangkat ke sekolah

Kelas 1

Kelas 1

Apa komentar Anda? Dihan Muhamad has his first cigarette at 7AM at his home before he attends his first grade class in his village near the town of Garut, Indonesia on February 10, 2014. Foto by: Michelle Siu

Read more: Marlboro Boys: Underage Smoking in Indonesia – LightBox


Leave a comment

di pinggir jalan, di dua kota

Waktu hampir tengah malam
Tepi jalan ramai manusia
Mereka asik bercengkrama
Ditemani minuman dan makanan
Kadang suara musik dan nyanyi
Bikin dingin malam tak terasa
Jogjakarta 7 Agustus 2012

20120812-004954.jpg

Waktu hampir tengah malam
Tepi jalan ramai manusia
Mereka tak bercengkrama
Wajah-wajah lelah ingin rebah
Berselimut sarung siap lelap
Seperti sebuah keluarga
Tak ada makanan & minuman
Tak ada suara musik & nyanyi
Menatap seperti melotot
Pada setiap kendaraan yang melintas
Jakarta 11 Agustus 2012

20120812-005120.jpg

Keduanya pernah jadi Ibukota negeri
Ada apakah gerangan?
Anda bisa kasih jawabnya?


Leave a comment

Pelaku tawuran itu lebih hebat dari Teroris

beda warna kulit tetap damai & tenteram, yg cuma beda skolah bunuh"an itu terlalu __________

A post shared by Dedi @dwitagama (@dwitagama) on

Betapa indahnya
Jika perbedaan warna kulit
Tetap bisa persatukan kasih rasa sayang

Hidup bakal tenteram
Nikmat jalan & pergi kemana kita mau
Saling sapa & senyum bersatu

Kenapa anak berseragam
Berkumpul hingga jumlahnya ratusan
Menyerang dan merusak sekolah lain
Hingga rusak harta benda
Melukai anak yang berseragam juga
Hingga harus dirawat di rumah sakit

Membawa senjata tajam
Merusak gedung sekolah teman
Hanya karena berbeda sekolah
Hanya karena berbeda tempat belajar

Kenapa tawuran yang sudah puluhan tahun
Tak juga kunjung sembuh
Terulang dan terulang lagi
Mungkin karena hukum kurang tegas ditegakkan

Jika teroris bisa ditangkap dan diungkap jaringannya
Apakah anak sekolah pelaku tawuran lebih hebat dari teroris
Hingga mereka susah di tangkap
Dan kembali melakukan tawuran
Atau kita tak mengganggap itu sebagai suatu masalah
Yang perlu segera diselesaikan
Jadi biarkan saja tawuran kembali terjadi
Dan terus makan korban

Ditulis gara” terinspirasi oleh ini</strong>.


Leave a comment

Mendokumentasikan minggu pertama September 2013 dan 2014

5 September 2013

5 September 2013

Itu foto tahun lalu saat saya hadir di Puncak menemui pelajar-pelajar pilihan Jakarta bicara tentang Teknologi Informasi

6 September 2014

6 September 2014

Itu foto kemarin, Sabtu 6 September 2014 saat saya memotivasi Mahasiswa BAru STIBA LIA Jakarta di Pengadegan Jakarta Selatan, kami mendiskusikan tentang berbagai hal buat jadi pribadi yang lebih baik.

Nikmati dokumentasi kegiatan training-training saya disini.


Leave a comment

Balita Garut merokok dua bungkus sehari – Marlboro Boys

sumber: Time

sumber: Time

Apa komentar Anda? Dihan Muhamad, who used to smoke up to two packs of cigarettes a day before cutting down, poses for a photo as he smokes while his mother breast feeds his younger brother at their home in the village near the town of Garut, Indonesia on February 10, 2014. Foto by: Michelle Siu.

 

Read more: Marlboro Boys: Underage Smoking in Indonesia – LightBox


1 Comment

Jawara Futsal @FutsalSMKN29JKT, anak Kapal SMKN 29 Jakarta yang sering juara

20140907-140032.jpg

20140907-140111.jpg
Seragam harus memberi nilai tambah, kualitas diri jadi lebih baik, indikasinya salah satu adalah juara.

Foto di atas adalah tim futsal Kapal, SMKN 29 Penerbangan Jakarta yang sudah sering juara tingkat DKI Jakarta maupun tingkat Nasional, seragam yang mereka buat dan kenakan menambah spirit buat jadi juara dibimbing Guru Olahraganya Pak Doni. Bangga banget melihat mereka semangat latihan & rajin ikut kompetisi, termasuk mengadakan kompetisi, smg sukses hidupmu kelak, love u all.


2 Comments

Ngobrol di twitter, instagram, facebook dan blog itu ________________________

20140902-081148.jpg

20140902-081207.jpg
Lewat twitter saya ngobrol dengan hampir 12.000 follower saya, posting di instagram saya ngobrol dengan hampir 2.500 follower saya, saat upload ke instagram saya posting di twitter kembali jumpa dengan sekitar 12.000 follower saya, ini terhubung juga dengan facebook saya yg followeenya lebih dari 5.000 dan fanpage facebook saya dengan lebih 3.000 orang yang nge-like, sekarang saya share kepada pembaca blog saya, topiknya bisa beragam, semoga aja bermanfaat buat banyak orang, happy deh.


Leave a comment

Sudah puluhan tahun tawuran anak sekolah tak lenyap, mau sampai kapan?

apakah akan makin banyak tawuran di Imdonesaa?

A post shared by Dedi @dwitagama (@dwitagama) on

saya bertanya pada google tentang “TAWURAN, JAKARTA, DIKELUARKAN”, ternyata respon orang nomor satu dan dua di Jekardah sangat berbeda seperti pada foto di atas.

Bagi pengelola sekolah tawuran sering jadi buah simalakama, murid pelaku tawuran yang tertangkap polisi sedang membawa senjata tajam dikembalikan ke sekolah yang seharusnya diproses hukum & dipenjara sesuai undang”, sekolah yang berani mengeluarkan sering harus berhadapan dengan orang tua yang tak terima diberi sangsi, dibantu pengacara, keluarganya yang pejabat, bahkan mengadu ke dinas atau peringgi di daerah & negara menbuat lelah pengelola sekolah karena mendapat tekanan dari berbagai fihak termasuk mass media.

Sementara murid yg pernah tertangkap polisi lalu bebas seperti mendapat tambahan keberanian, merasa polisi tak berani beri sangsi, guru dan sekolah takut, orang tua membela walau isi tas sekolah anaknya bukan buku tapi senjata tajam.

Di negara terdekat peraturan atau hukum dijalankan dengan tegas, misalnya orang yang membuang sampah sembarangan dikenakan denda maka negeri itu jadi bersih. Kalau mau tawuran hilang dari negeri yang katanya saling sayang, punya Tuhan & beragama, mari jalankan undang”, hukum pembawa senjata tajam, tangkap & hukum pengganggu ketertiban & pembuat resah, karena saat tawuran masyarakat jadi tak tertib & resah. Ada beberapa fakta dimana masyarakat marah & mengeroyok anak” sekolah pelaku tawuran agar tidak melakukan tawuran di wilayahnya.

Penerintah daerah Purwakarta melakukan tindakan berani dengan melarang sekolah yang sering terlibat tawuran untuk menerima murid baru, ini bisa jadi efek jera buat murid, guru, dan manajemen sekolah agar bisa bekerja sama mencegah murid sekolahnya tawuran.

Sudah puluhan tahun tawuran anak sekolah tak lenyap, mau sampai kapan?