Blog Pendidik

@dwitagama: karakter tumbuh dari pembiasaan


Leave a comment

2014 in review: terima kasih buat semua pengunjung blog saya

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2014 annual report for this blog.

Here's an excerpt:

The Louvre Museum has 8.5 million visitors per year. This blog was viewed about 120,000 times in 2014. If it were an exhibit at the Louvre Museum, it would take about 5 days for that many people to see it.

Click here to see the complete report.


2 Comments

Saya kembali mendapat pembuktian bahwa Allah maha mendengar & mengetahui apa yang ada di hati umatnya

20141231-152057.jpg

20141231-152109.jpg

Pada tanggal 31 Desember setahun yang lalu saya berada di Ruang megah berbentuk Teater yang akustik dan sistem tata cahayanya bagus, kursi pesertanya nyaman, di Gedung Sertifikasi lantai 9 Kampus UNJ Rawamangun, Saya menjadi peserta pelatiha calon pengawas sekolah yang diadakan oleh Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

“Wah ada Gedung bagus yang nyaman buat peserta maupun pembicara, andai Saya bisa jadi pembicara di ruang itu ….” Saya berbicara dslam hati sambil mengikuti sessi di ruang itu setahun yang lalu.

Ternyata, Saya kembali mendapat pembuktian bahwa Allah maha mendengar & mengetahui apa yang ada di hati umatnya, pada 18 Desember 2014, beberapa hari yang lalu Saya mendapat kehoramatan dari Mahasiswa Pasca Sarjana UNJ untuk sharing tentang Guru di Negeri ini …. Subhanallah, Saya jadi makin berani minta sesuatu yang baik atau demi kebaikan sesama walau itu tampak sangat besar atau tak mungkin, seperti halnya keininginan saya ke Seoul Korea Selatan yang Saya mintakan pada Allah dan Beliau mengabulkannya lewat undangan Training UNESCO melalui Kemendikbud RI, tapi jadi takut melakukan dosa atau yang jelek-jelek karena yakin Allah itu ada, pernah punya kenginan yang dibatin trus tercapai?


1 Comment

Puisi Tuhan Sembilan Senti, Karya: Taufik Ismail

 photo chain_smoking.jpg

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,

Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara-
perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,

Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya
apakah ada buku tuntunan cara merokok,

Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk
orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,

Negeri kita ini sungguh nirwana
kayangan para dewa-dewa bagi perokok,
tapi tempat cobaan sangat berat
bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,

Di pasar orang merokok,
di warung Tegal pengunjung merokok,
di restoran di toko buku orang merokok,
di kafe di diskotik para pengunjung merokok,

Bercakap-cakap kita jarak setengah meter
tak tertahankan asap rokok,
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun
menderita di kamar tidur
ketika melayani para suami yang bau mulut
dan hidungnya mirip asbak rokok,

Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul
saling menularkan HIV-AIDS sesamanya,
tapi kita tidak ketularan penyakitnya.
Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya
mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus,
kita ketularan penyakitnya.
Nikotin lebih jahat penularannya
ketimbang HIV-AIDS,

Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia,
dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu,
Bisa ketularan kena,

Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,
di apotik yang antri obat merokok,
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
di ruang tunggu dokter pasien merokok,
dan ada juga dokter-dokter merokok,

Istirahat main tenis orang merokok,
di pinggir lapangan voli orang merokok,
menyandang raket badminton orang merokok,
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,
panitia pertandingan balap mobil,
pertandingan bulutangkis,
turnamen sepakbola
mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok,

Di kamar kecil 12 meter kubik,
sambil ‘ek-’ek orang goblok merokok,
di dalam lift gedung 15 tingkat
dengan tak acuh orang goblok merokok,
di ruang sidang ber-AC penuh,
dengan cueknya,
pakai dasi,
orang-orang goblok merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi orang perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup
bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,

Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh,
duduk sejumlah ulama terhormat merujuk
kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
Mereka ulama ahli hisap.
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falak,
tapi ahli hisap rokok.
Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka
terselip berhala-berhala kecil,
sembilan senti panjangnya,
putih warnanya,
ke mana-mana dibawa dengan setia,
satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,

Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang,
tampak kebanyakan mereka
memegang rokok dengan tangan kanan,
cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.
Inikah gerangan pertanda
yang terbanyak kelompok ashabul yamiin
dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?

Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.
Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz.
Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.
Kalau tak tahan,
Di luar itu sajalah merokok.
Laa taqtuluu anfusakum.

Min fadhlik, ya ustadz.
25 penyakit ada dalam khamr.
Khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi).
Daging khinzir diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok.
Patutnya rokok diapakan?

Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz.
Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith.
Mohon ini direnungkan tenang-tenang,
karena pada zaman Rasulullah dahulu,
sudah ada alkohol,
sudah ada babi,
tapi belum ada rokok.

Jadi ini PR untuk para ulama.
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok,
Lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan,
jangan,

Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu,
yaitu ujung rokok mereka.
Kini mereka berfikir.
Biarkan mereka berfikir.
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap,
dan ada yang mulai terbatuk-batuk,

Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini,
sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok.
Korban penyakit rokok
lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas,
lebih gawat ketimbang bencana banjir,
gempa bumi dan longsor,
cuma setingkat di bawah korban narkoba,

Pada saat sajak ini dibacakan,
berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita,
jutaan jumlahnya,
bersembunyi di dalam kantong baju dan celana,
dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna,
diiklankan dengan indah dan cerdasnya,

Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri,
tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini,
karena orang akan khusyuk dan fana
dalam nikmat lewat upacara menyalakan api
dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,

Rabbana,
beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.
Amin Yaa Rabbalalamin


Leave a comment

Menikmati foto diri bikin happy

20141225-093629.jpg
Saat seminar berlangsung saya tak menyadari bahwa ada situasi seperti foto di atas, mungkin saya terlalu fokus pada bagaimana cara agar target presentasi saya bisa nancep ke audience, terima kasih banget buat fotografer yang berkenan mengcapture & kasih smua hasil fotonya buat saya publish di facebook, instagram dan blog saya, smg sukses slalu guys, GBU.


2 Comments

Anak sekolah bersepeda motor adalah bukti ketidakpedulian banyak fihak, terutama orang tua

20141223-072025.jpg

Di negri paman besut,
banyak anak skolah membawa kendaraan bermotor tanpa SIM
kata satpam sekolah itu urusan guru
Kata guru itu urusan guru pembina
Kata guru pembina itu urusan wakil kesiswaan
Kata wakil kesiswaan itu urusan kepala sekolah

Kata kepala sekolah itu urusan kepala dinas
Kata kepala dinas itu urusan gubernur
Kata gubernur itu urusan presiden
Kata presiden itu urusan polisi
Kata polisi itu urusan satpam sekolah

kata satpam sekolah itu urusan guru
Kata guru itu urusan guru pembina
Kata guru pembina itu urusan wakil kesiswaan
Kata wakil kesiswaan itu urusan kepala sekolah

Kata kepala sekolah itu urusan kepala dinas
Kata kepala dinas itu urusan gubernur
Kata gubernur itu urusan presiden
Kata presiden itu urusan polisi
Kata polisi itu urusan satpam sekolah

kata satpam sekolah itu urusan guru
Kata guru itu urusan guru pembina
Kata guru pembina itu urusan wakil kesiswaan
Kata wakil kesiswaan itu urusan kepala sekolah

Kata kepala sekolah itu urusan kepala dinas
Kata kepala dinas itu urusan gubernur
Kata gubernur itu urusan presiden
Kata presiden itu urusan polisi
Kata polisi itu urusan satpam sekolah

kata satpam sekolah itu urusan guru
Kata guru itu urusan guru pembina
Kata guru pembina itu urusan wakil kesiswaan
Kata wakil kesiswaan itu urusan kepala sekolah

Kata kepala sekolah itu urusan kepala dinas
Kata kepala dinas itu urusan gubernur
Kata gubernur itu urusan presiden
Kata presiden itu urusan polisi
Kata polisi itu urusan satpam sekolah

Semua menunggu perintah
Sementara korban-korban kecelakaan
Luka, cacat, hingga mati seperti tak dipedulikan
Biaya berobat gratis jadi penghibur
Plus panggung-panggung hiburan gratisan di pinggir jalan

Membuat rakyat terlena dan lupa
Bahwa pemerintah negri wajib siapkan angkutan umum yang nyaman
Agar semua penduduk bisa bepergian dengan cepat dan aman
Tak perlu kredit sepeda motor atau mobil
Yang harganya selangit Hingga miskin menjepit

Kata orang tua kalau sekolah melarang murid yang belum punya SIM bawa kendaraan
mereka akan melarang anaknya bawa kendaraan bermotor


Leave a comment

Anak anda bawa sepeda motor ke sekolah? Itu artinya anda sedang bersiap segera antar anak anda ke pemakaman, maaf

20141222-090719.jpg
Karena jarak rumah ke sekolah cukup jauh dan tak tersedianya angkutan umum dari rumah ke sekolah banyak orang tua di Negeri Paman Besut yang membiafkan anak-anaknya mengendarai sepeda motor untuk pergi dan pulang dari sekolah, tak sedikit otang tua yang bangga anaknya sudah bisa mengendarai sepeda motor sejak di sekolah dasar.

Mungkin orang tua belum tahu atau lupa bahwa negara memiliki atauran hukum yang mengizinkan warganya mengendarai kendaraan bermotor setelah berusia 17 tahun dan memiliki SIM – Surat Izin Mengemudi. Guru, Kepala Sekolah, Satpam, Dinas Pendidikan mestinya mengambil peran untuk mencegah murid sekolahmembawakendaraan bermotor. Kepolisian negara harus mengambil sikap melakukan pencegahan dan penindakan peraturan negara. Kepala Daerah harus menyediakan alat angkutan umum yang bisa melayani rakyatnya dengan baik dan menegakkan aturan lalu lintas.

Di ibukota negeri sepeda motor dilarang melewati jalan protokol dengan alasan tingkat kecelakaan yang tinggi, sementara kecelakaan anak sekolah yang berkendara pasti tidak sedikit, kenapa anak sekolah dibiarkan berkendara?

Rakyat seharusnya berani menuntut pemerintah, kepala daerahnya untuk menyediakan angkutan umum di wilayah yang dikelolanya, sayang rakyat negeri paman besut terlalu takut atau bodoh sehingga tak berani menuntut pemerintahnya untuk menyediakan angkutan umum penduduknya, atau karena sudah puluhan tahun merasa tak dipedulikan atau tak diurus pemerintah daerahnya, maka rakyat terbiasa mengurus dirinya sendiri dengan memaksakan diri membeli sepeda motor dengan cara kredit yang harganya jauh lebih tinggi dibanding membeli kontan, perasaan jadi lebih kaya atau sejahtera punya kendaraan membuat mereka lupa ada kewajiban pemerintah daerahnya.

Jika di ibukota negeri paman besut angkutan umumnya tak dikelola dengan baik, bagaimana di daerah pedalaman yang jauh dari istana presiden atau kantor gubernur? tapi rakyat sepertinya tak berdaya atau terlalu bodoh dan diam saja tak diurus oleh orang-orang yang berteriak-teriak kampanye saat pemilihan umum atau pilkada.

Yang jadi korban adalah anak sekolah, dididik terbiasa melanggar aturan atau hukum, hingga kondisi lalu lintas jalan raya seperti hutan belantara yang isinya binatang-binatang tak paham aturan dan mau menang sendiri, macet, tak tertib, saling tabrak jadi peristiwa yang biasa, asuransi jadi jalan keluar, rakyat harus mengeluarkan biaya lagi.

Mau sampai kapan angkutan umum negeri bisa dinikmati sehingga anak-anak sekolah bisa bergembira di perjalanan menuju tempat belajar, sambil dididik mentaati hukum negeri. Anak anda bawa sepeda motor ke sekolah? Itu artinya anda sedang bersiap segera antar anak anda ke pemakaman, maaf.