Blog Pendidik

@dwitagama: Karakter tumbuh dari pembiasaan

Kurikulum di Negeri Paman Besut, ga bikin penduduknya jadi bisa mikir

2 Comments

20141212-081539.jpg
Lebih dari sepuluh gonta ganti kurikulum, negeri ini masih aja kesulitan mendidik warganya supaya bisa menjaga kesehatan dirinya dan bisa mengelola penghasilan untuk hal-hal yang baik dan bermanfaat.

Pekerjaan tak tentu, miskin, tapi rutin membeli dan isap rokok, bahkan yang berpendidikan tinggi pun tetap bodoh melakukan hal yang sama seperti orang-orang miskin yang bodoh, asap seolah jadi pengantar kenikmatan … bahkan guru-guru hingga profesor yang harus mendidik murid juga terjerumus kecanduan rokok dannarkoba, gimana dengen anda?

Author: Dedi Dwitagama

Working as Teacher at Vocational High School 50 Jakarta (SMK Negeri 50 Jakarta Timur), Trainer and Motivator on Drug Abuse, Leadership & HIV-AIDS Prevention, Education, ICT, Leadership, Character Building, Public Speaking also as photografer. Please visit; http://trainerkita.wordpress.com, http://fotodedi.wordpress.com and https://dedidwitagama.wordpress.com

2 thoughts on “Kurikulum di Negeri Paman Besut, ga bikin penduduknya jadi bisa mikir

  1. Kurikulum di Indonesia belum bisa membuat para siswanya memiliki jiwa juang atau wiraswasta, berusaha sukses dari hasil karya sendiri, sering bergantung pada orang lain atau memanfaatkan kerabat dan keluarga untuk satu jabatan… sampai kapan ini ya??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s