Blog Pendidik

@dwitagama: Karakter tumbuh dari pembiasaan

Menilai mutu kegiatan ekstra kurikuler atau OSIS Sekolah kita

Leave a comment

20150112-120339.jpg
Pada suatu kesempatan saya berjumpa dengan pengurus OSIS banyak Sekolah bagian timur Jakarta, Saya bertanya kepada mereka bagaimana aktifitas kegiatan ekskul atau OSIS di sekolah mereka, beberapa dari mereka menjawab bahwa teman-teman merka dangat aktif falam kegiatan ekstra kurikuler atau OSIS di sekolahnya, saya melanjutkan pertanyaan: sebutkan lima prestasi terakhir dan waktunya, mereka bilang beberapa waktu terakhir belum meraih juara lagi.

Suatu kegiatan ekstra kurikuler di sekolah yang rajin melakukan kegiatan, berlatih, bersinergi dengan aktifis kegiatan yang sama dari sekolah lain, melakukan latihan bersama, mengikuti lomba-lomba yang diadakan sekolah lain, atau instansi lain, kadang diundang untuk tampil pentas atau eksibisi di sekolah sendiri, sekolah lain, atau even-even di luar sekolah.

Keikutsertaan di perlombaan-perlombaan berkali-kali pada akhirnya akan bermuara pada raihan prestasi atau juara, karena sifat dasar remaja yang menyukai tantangan dan persaingan.

Sekolah seharusnya mendorong semua unit organisasi ekstra kurikuler di sekolahnya untuk serius latihan, ikut serta pada lomba atau kompetisi di dalam kota atau di luar kota atau tampil demonstrasi pada kegiatan-kegiatan di sekolah sendiri, sekolah lain, di dinas pendidikan, di pemda atau di acara-acara yang sesuai dengan jenis ekskul sekolah.

Menilai mutu kegiatan ekstra kurikuler atau OSIS Sekolah kita sangat mudah, cukup didata berapa banyak prestasi yang sudah dicapai oleh unit ekskul tersebut, jika selama setahun ekskul di sekolah anda tak pernah tampil demo, tak pernah ikut kompetisi atau tak pernah meraih juara, mungkin kegiatan ekskul tersebut belum dikelola secara serius, karena selama setahun padti ada kesempatan untuk demo, atau ikut kompetisi.

Kemungkinan besar ekskul yang mandul itu anggota atau peminatnya juga sedikit, tak serius latihan, tak didorong ikut kompetisi atau kitang dukungan dari sekolah, tetapi jika dukungansudah cukup diberikan tapi tak kunjung berprestasi, mungkinsaatnya ekskul tersebut dibubarkan dan diganti dengan ekskul lain yang lebih diminati siswa agar lebih berani berkompetisi.

Negeri ini butuh penduduk yang serius berlatih sesuatu dan berani berkompetisi serta berprestasi.

Author: Dedi Dwitagama

Working as Teacher at Vocational High School 50 Jakarta (SMK Negeri 50 Jakarta Timur), Trainer and Motivator on Drug Abuse, Leadership & HIV-AIDS Prevention, Education, ICT, Leadership, Character Building, Public Speaking also as photografer. Please visit; http://trainerkita.wordpress.com, http://fotodedi.wordpress.com and https://dedidwitagama.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s