Blog Pendidik

@dwitagama: Karakter tumbuh dari pembiasaan

Katanya suara rakyat suara Tuhan, kalo Tuhan aja dicuekin, apalagi kamu

Leave a comment

rakyatmiskin

Merdeka?

 

Faktanya, rakyat cuma diperlukan suaranya lima tahun sekali buat milih anggota DPR, DPRD, setelah itu rakyat ga didengar lagi, rakyat dicuekin, tak diperdulikan, para wakil rakyat ribut berkelahi seperti lupa sama pemilihnya, para pejabat yang dipilih seenaknya korupsi ga inget rakyat, sudah banyak presiden, banyak gubernur, banyak walikota, banyak bupati, banyak kepala dinas, tetap saja tak mampu mengatasi masalah lalu lintas, macet tak kunjung hilang, keamanan sulit dirasa rakyat, angkutan umum tak tersedia, kemiskinan terus mendera, pengangguran tak hilang, narkoba makin menggila, dsb.

Bagaimana jika rakyat sudah memilih seseorang sebagai Presiden, Gubernur, Walikota, Bupati, atau wakilnya di DPR, ternyata pada perjalanannya orang yang dipilih melakukan korupsi, kawin cerai, main perempuan atau hal-hal lain yang tak berkenan buat rakyat yang memilihnya, bisakah rakyat menarik pilihannya dan memberi suaranya untuk orang lain?

Katanya suara rakyat suara Tuhan, kalo Tuhan aja dicuekin, apalagi kamu?

Author: Dedi Dwitagama

Working as Teacher at Vocational High School 50 Jakarta (SMK Negeri 50 Jakarta Timur), Trainer and Motivator on Drug Abuse, Leadership & HIV-AIDS Prevention, Education, ICT, Leadership, Character Building, Public Speaking also as photografer. Please visit; http://trainerkita.wordpress.com, http://fotodedi.wordpress.com and https://dedidwitagama.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s