Blog Pendidik

@dwitagama: Karakter tumbuh dari pembiasaan

Dahsyatnya Lapangan Upacara Sekolah

Leave a comment

Lewat pengamatan suasana upacara sekolah kita dapat menilai kualitas mutu sekolah dalam hal:

1. Disiplin sekolah
Jika barisan upacara terbentuk dalam waktu cepat dan rapih maka disiplin warga sekolah itu bagus, dan jika barisan terbentuk dalam waktu yang lama atau tak kunjung rapih hingga ada guru yang berteriak-teriak, maka disiplin sekolah itu bisa dinilai kurang bagus.

2. Kualitas murid
Jika barisan upacara terbentuk dalam waktu cepat dan rapih maka kualitas murid sekolah itu bagus, dan jika barisan terbentuk dalam waktu yang lama atau tak kunjung rapih hingga ada guru yang berteriak-teriak, maka kualitas murid sekolah itu bisa dinilai kurang bagus.

3. Guru yang masa bodoh
Bisa dilihat dari kebiasaan guru saat upacara, yang berdiri saja di tempat tak peduli apakah barisan murid sudah rapoh atau belum, kondisi upacara sudah baik atau belum, bisa diduga mutu guru ini kurang bagus, karena tak peduli lingkungan sekitar.

3. Guru yang sekedarnya
Guru yang cuma jalan mendekat ke anak, tapi tak melakukan apa-apa, karena anak-anak biasanya jadi tertib jika ada guru yang mendekat, tapi guru itu tak kemana-mana cuma berdiri di satu posisi hingga upacara selesai.

4. Guru yang baik
Ikut serta menertibkan barisan agar upacara cepat bisa dimulai dan berlangsung tertib selama upacara, biasanya guru ini berpindah-pindah ke posisi dimana ada murid yang tak tertib, jika sudah tertib dia berpindah lagi ke lokasi dimana ada murid yang bercanda, ngobrol atau lainnya.

5. Guru yang baik dan peduli
Selain membantu menertibkan murid di lapangan upacara, guru macam ini keliling sekolah menengok ke kelas-kelas, toilet, atau tempat-tempat dimana murid bersembunyi tak mengikuti upacara, untuk sekolah yang bertingkat guru macam ini naik ke lantai atas untuk mengontrol ketertiban murid. Guru yang baik dan peduli melakukan hal ini walau bliau tak menjabat sebagai guru pembina atau wakil kepala sekolah.

6. Guru yang ……
Guru macam ini suka naik ke podium, menggunakan mikrofon untuk berteriak-teriak menertibkan murid agar barisan cepat tertib, bisa karena bliau menjabat sebagai guru pembina atau wakil kesiswaan, atau tak menjabat apa-apa tapi gemar terlihat gahar gitu deh.

Jika mau menertibkan proses upacara di lapangan sekolah, undanglah Tentara atau Polisi yang terdekat dari sekolah anda pada awal tahun atau masa orientasi siswa baru, minta bantuan kepada Tentara dan Polisi itu untuk melatih tertib upacara, hasil kerja Tentara dan Polisi diulang setiap pelaksanaan upacara, selamat mencoba.

Author: Dedi Dwitagama

Working as Teacher at Vocational High School 50 Jakarta (SMK Negeri 50 Jakarta Timur), Trainer and Motivator on Drug Abuse, Leadership & HIV-AIDS Prevention, Education, ICT, Leadership, Character Building, Public Speaking also as photografer. Please visit; http://trainerkita.wordpress.com, http://fotodedi.wordpress.com and https://dedidwitagama.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s