Blog Pendidik

@dwitagama: Karakter tumbuh dari pembiasaan

sekolah itu tak pernah sepi peminat, walau berbiaya mahal

2 Comments

IMG_4239

IMG_4240
Pembinaan karakter siswa butuh kreatifitas dan kerjasama dengan berbagai fihak di dalam sekolah maupun di luar sekolah.

Dua foto di atas memperlihatkan isi foto album instagram yang merespon pendidikan karakter saat jadi siswa baru di SMKN 36 Jakarta, bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI), anak-anak yang baru lulus SMP dilatih kebersamaan, disiplin, tanggung jawab, kerjasama, cinta negara, dsb.

Kementrian dan Dinas Pendidikan sudah mengatur tatacara pembinaan siswa baru, menurut saya itu boleh diikuti sebagai standar minimal, sekolah sebaiknya meningkatkan level standar kegiatan dengan melibatkan siswa senior, guru, dan fihak luar seperti industri, perguruan tinggi, TNI, Polisi, dsb.

Tentang biaya, ini mungkin jadi masalah sehingga sekolah enggan menaikkan standar, pembinaan siswa baru jadi kegiatan yang selalu begitu, hampir tak pernah berubah dari tahun ke tahun. Kuncinya kembali ke kreatifitas pengelola sekolah dan keberanian untuk menaikan standar kegiatan yang sering disebut MOS atau Masa Orientasi Siswa baru.

Kurikulum, Ujian Nasional, adalah batas minimal yang harus dicapai sekolah dalam interaksinya dengan anak didik, sekolah yang terbiasa minimalis dalam pencapaian berbagai standar di sekolah, akhirnya akan ditinggalkan masyarakat, berbagai label yang disematkan untuk sekolah yang biasa sekedar sesuai standar akhirnya ketahuan bahwa itu sekedar kedok; ingat dulu ada sekolah dengan label TELADAN, SBI, SSN, UNGGULAN, dsb. Sekolah itu outputnya biasa-biasa saja tak seperti labelnya.

Banyak sekolah yang tak peduli terjadap label ini itu tetapi berusaha menanamkan karakter unggul dengan memberi standar lebih pada proses pendidikan di sekolahnya dan hal itu disukai masyarakat hingga sekolah itu tak pernah sepi peminat, walau berbiaya mahal.

Bagaimana sekolahmu?

Author: Dedi Dwitagama

Working as Teacher at Vocational High School 50 Jakarta (SMK Negeri 50 Jakarta Timur), Trainer and Motivator on Drug Abuse, Leadership & HIV-AIDS Prevention, Education, ICT, Leadership, Character Building, Public Speaking also as photografer. Please visit; http://trainerkita.wordpress.com, http://fotodedi.wordpress.com and https://dedidwitagama.wordpress.com

2 thoughts on “sekolah itu tak pernah sepi peminat, walau berbiaya mahal

  1. Betul Sekolah itu tak pernah sepi, selama ada kehidupan terlahir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s