Blog Penv4x3333didikc g

@dwitagama: ter tumbuh dar i pemgt6. Vgbiasaan

Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja (PIK-KRR)

2 Comments

dwitagama PIK SMKN 50 JKT

Beberapa tahun Saya bertugas di SMKN 50 Jakarta, ada satu kegiatan ekstra kurikuler yang sangat dahsyat dengan prestasi yang menjulang hingga tingkat Nasional, yaitu PIK Remaja KAWAT SMKN 50 Jakarta,, foto di atas adalah salah satu kegiatan mereka, dimana saya melatih kemampuan anggota ekskul PIK berbicara di muka umum atau Public Speaking, apakah PIK? silahkan simak di bawah ini, jika di sekolah anda belum ada, mungkin kegiatan ini bisa jadi pilihan, silahkan.

Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja (PIK-KRR) oleh BKKBN dibagi
menjadi dua yaitu: Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK Remaja) dan Pusat Informasi dan
Konseling Mahasiswa (PIK Mahasiswa)

Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-REMAJA)

a. Pengantar
Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-Remaja) adalah suatu wadah kegiatan program
PKBR yang dikelola dari, oleh dan untuk remaja guna memberikan pelayanan informasi dan
konseling tentang Perencanaan Kehidupan Berkeluarga Bagi Remaja serta kegiatan-kegiatan
penunjang lainnya. PIK Remaja adalah nama generik. Untuk menampung kebutuhan program
PKBR dan menarik minat remaja datang ke PIK remaja, nama generik ini dapat dikembangkan
dengan nama-nama yang sesuai dengan kebutuhan program dan selera remaja setempat.
Tujuan umum dari PIK Remaja adalah untuk memberikan informasi PKBR, Pendewasaan Usia
Perkawianan, Keterampilan Hidup (Life Skills), pelayanan konseling dan rujukan PKBR.
Disamping itu, juga dikembangkan kegiatan-kegiatan lain yang khas dan sesuai minat dan
kebutuhan remaja untuk mencapai Tegar Remaja dalam rangka tegar Keluarga guna
mewujudkan Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera.

Ruang lingkup PIK Remaja meliputi aspek-aspek kegiatan pemberian informasi KRR,
Pendewasaan Usia Perkawinan, Keterampilan Hidup (Life Skills), pelayanan konseling, rujukan,
pengembangan jaringan dan dukungan, serta kegiatan-kegiatan pendukung lainnya sesuai
dengan ciri dan minat remaja.

PIK Remaja tidak mengikuti tingkatan wilayah administrasi seperti tingkat desa, tingkat
kecamatan, tingkat kabupaten/kota atau provinsi. Artinya PIK Remaja dapat melayani remaja
lainnya yang berada di luar lokasi wilayah administrasinya. PIK Remaja dalam penyebutannya
bisa dikaitkan dengan tempat dan institusi pembinanya seperti PIK Remaja Sekolah, PIK
Remaja Masjid, PIK remaja Pesantren, dan lain-lain.
Pengelola PIK Remaja adalah pemuda/remaja yang pnya komitmen dan mengelola langsung
PIK Remaja serta telah mengikuti pelatihan dengan mempergunakan modul dan kurikulum
standard yang telah disusun oleh BKKBN atau yang sejenis. Pengelola PIK Remaja terdiri dari
Ketua, Bidang Administrasi, Bidang Program dan Kegiatan, Pendidik Sebaya, dan Konselor
Sebaya.

Pembina PIK Remaja adalah seseorang yang mempunyai kepedulian yang tinggi terhadap
masalah-masalah remaja, memberikan dukungan dan aktif membina PIK Remaja, baik yang
berasal dari Pemerintah, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) atau organisasi
kepemudaan/remaja lainnya, seperti:
1) Pemerintah: kepala desa/lurah, camat, bupati, walikota, pimpinan SKPDKB
2) Pimpinan LSM: pimpinan kelompok-kelompok organisasi masyarakat (seperti: pengurus
masjid, partor, pendeta, pedande, bukisu) dan pimpinan kelompok dan organisasi
pemuda.
3) Pimpinan media massa (surat kabar, majalah, radio, dan TV)
4) Rektor/dekan, kepala SLTP, kepala SLTA, pimpinan pondok pesantren, komite sekolah.
5) Orang tua, melalui Bina Keluarga Remaja (BKR), majlis ta’lim, program PKK.
6) Pimpinan kelompok sebaya melalui program karang taruna, pramuka, remaja
masjid/gereja/vihara.

b. Tahapan Pengembangan dan Pengelolaan PIK Remaja
PIK Remaja dikembangkan melalui 3 (tiga) tahapan yaitu tahap TUMBUH, TEGAK, dan TEGAR.

Proses pengembangan dan pengelolaan masing-masing tahapan tersebut didasarkan pada 1)
Materi dan Isi Pesan (assets) yang diberikan; 2) Ciri Kegiatan yang dilakukan; 3)Dukungan dan
Jaringan (resources) yang dimiliki. Adapun ciri-ciri setiap tahapan sebagai berikut:

1) PIK Remaja Tahap TUMBUH
a) Materi dan Isi Pesan (assets) yang diberikan:
 TRIAD KRR dan Pendewasaan Usia Perkawinan
 Pendalaman materi TRIAD KRR dan pendewasaan usia perkawinan
 Pemahaman tentang Hak-Hak Reproduksi
b) Kegiatan yang dilakukan:
 Kegiatan dilakukan di tempat PIK Remaja
 Bentuk aktifitas bersifat penyadaran (KIE) dalam lokasi PIK Remaja berada, misalnya
penyuluhan individu dan kelompok
 Menggunakan media cetak
 Melakukan pencatatan dan pelaporan sesuai dengan formulir (terlampir)
c) Dukungan dan Jaringan (resources) yang dimiliki:
 Ruang khusus
 Memiliki papan nama, ukuran minimal 60 cm x 90 cm, dan dipasang ditempat yang
mudah dilihat oleh khalayak
 Struktur pengurus paling tidak memiliki: Pembina, Ketua, Bidang Administrasi,
Bidang Program/Kegiatan, PS dab KS
 Dua orang Pendidik Sebaya yang dapat diakses
 Lokasi PIK Remaja yang mudah diakses dan disukai oleh remaja

2) PIK Remaja Tahap TEGAK
a) Materi dan Isi Pesan (assets) yang diberikan:
 TRIAD KRR dan Pendewasaan Usia Perkawinan
 Pendalaman materi TRIAD KRR dan Pendewasaan Usia Perkawinan
 Pemahaman tentang Hak-Hak Reproduksi
 Keterampilan hidup (Life Skills)
 Keterampilan advokasi
b) Kegiatan yang dilakukan:
 Kegiatan yang dilakukan di dalam dan di luar PIK Remaja
 Bentuk aktifitas bersifat penyadaran (KIE) di dalam lokasi PIK Remaja berada,
misalnya penyuluhan individu dan kelompok
 Bentuk aktifitas bersifat penyadaran (KIE) di luar PIK Remaja antara lain:
 Sosialisasi dan Dialog Interaktif melalui Radio/TV
 Press Gathering
 Pemberian Informasi PKBR dan KRR oleh Pendidik Sebaya kepada remaja seperti
di pasar, jalanan, sekolah, Masjid, Gereja, Vihara, Banjar, dan lain-lain.
 Seminar PKBR
 Road Show PKBR ke sekolah, Masjid, Gereja, Vihara, Banjar, dan lain-lain.
 Promosi PIK Remaja melalui TV, Radio, Majalah, Surat Kabar.
 Pemberian informasi PKBR dalam momentum strategis (Pentas seni, Hari-hari
besar nasional dan daerah, Hari keluarga Nasional, Hari Remaja, Hari Anti
Narkoba, hari AIDS, Kemah Bhakti Pramuka, dan Gerakan Penghijauan).
 Diskusi anti kekerasan dalam rumah tangga
 Sosialisasi PKBR bagi calon pengantin
 Penyampaian informasi PKBR melalui Mobil Unit Penerangan
 Melakukan konseling PKBR melalui SMS, Telepon, Tatap Muka, dan Surat-menyurat
 Menggunakan media cetak dan elektronik
 Melakukan pencatatan dan pelaporan sesuai formulir (terlampir)
 Melakukan advokasi dan promosi PIK Remaja untuk mengembangkan jaringan
pelayanan
 Melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat menarik minat remaja untuk datang ke PIK
Remaja, antara lain:
 Pendampingan kepada remaja penyalahguna napza, hamil, di luar nikah, dan HIV
positif
 Bedah film
 Pelatihan penyiapan karir, contoh: membuat lamaran pekerjaan, kursus bahasa
ingris, browsing internet, dan lain-lain.
 Lintas alam/out bound
 Bimbingan blajar siswa SLTP/SLTA
 Pendataan remaja yang mengalami risiko TRIAD (Kehamilan tidak diingnkan,
penyalahgunaan Napza dan HIV positif)
 Studi banding
 Kegiatan ekonomi produktif (peternakan, pertanian, menjahit, warung gaul dan
sembako, rental komputer, pemberian les privat kepada remaja setempat,
pembuatan pin, salon, dll)
 Kegiatan olah raga (jalan santai, gerak jalan, voli, basket, senam) dan kesenian (
musik, drama, paduan suara, teater)
 Presentasi pengalaman kegiatan PKBR pada PIK remaja yang baru dibentuk
 Aneka lomba (pidato, drum band, band, lukis, karaoke, karikatur, seni aslami,
cerdas cermat, dan bedah kasus)
 Kajian Islam versi pemuda
 Pemberian penghargaan kepada Pendidik Sebaya dan Konselor Sebaya
 Jambore PIK Remaja
 Pelayanan pemeriksaan gigi atau konsultasi kecantikan
 Integrasi kegiatan PIK Remaja dengan peertemuan rutin pramuka
 Integrasi kegiatan PIK remaja dengan pelayanan dasar kesehatan
c) Dukungan dan Jaringan (resources) yang dimiliki:
 Ruang sekretariat dan ruang pertemuan
 Struktur pengurus paling tidak memiliki Pembina, Ketua, Bidang Administrasi, Bidang
Program dan Kegiatan, PS, KS
 Memiliki papan nama, ukuran minimal 60cm x 90 cm dan dipasang di tempat yang
mudah dilihat oleh khalayak
 Empat orang Pendidik sebaya yang dapat diakses
 Lokasi mudah diakses dan disukai remaja
 Dua orang Konselor Sebaya yang dapat diakses
 Jaringan mitra kerja dengan pelayanan medis dan non medis

3) PIK Remaja Tahap TEGAR
a) Materi dan Isi Pesan (assets) yang diberikan:
 TRIAD KRR dan Pendewasaan Usia Perkawinan
 Pendalaman materi TRIAD KRR dan Pendewasaan Usia Perkawinan
 Pemahaman tentang Hak-Hak Reproduksi
 Keterampilan hidup (Life Skills)
 Keterampilan advokasi
b) Kegiatan yang dilakukan:
 Kegiatan yang dilakukan di dalam dan di luar PIK Remaja
 Bentuk aktifitas bersifat penyadaran (KIE) di dalam lokasi PIK Remaja berada,
misalnya penyuluhan individu dan kelompok
 Bentuk aktifitas bersifat penyadaran (KIE) di luar PIK Remaja antara lain:
 Sosialisasi dan Dialog Interaktif program PKBR melalui Radio/TV
 Press Gathering
 Pemberian Informasi PKBR dan KRR oleh Pendidik Sebaya kepada remaja seperti
di pasar, jalanan, sekolah, Masjid, Gereja, Vihara, Banjar, dan lain-lain.
 Seminar PKBR
 Road Show PKBR ke sekolah, Masjid, Gereja, Vihara, Banjar, dan lain-lain.
 Promosi PIK Remaja melalui TV, Radio, Majalah, Surat Kabar.
 Pemberian informasi PKBR dalam momentum strategis (Pentas seni, Hari-hari
besar nasional dan daerah, Hari keluarga Nasional, Hari Remaja, Hari Anti
Narkoba, hari AIDS, Kemah Bhakti Pramuka, dan Gerakan Penghijauan).
 Diskusi anti kekerasan dalam rumah tangga
 Sosialisasi PKBR bagi calon pengantin
 Penyampaian informasi PKBR melalui Mobil Unit Penerangan
 Melakukan konseling PKBR melalui SMS, Telepon, Tatap Muka, dan Surat-menyurat
 Menggunakan media cetak dan elektronik
 Melakukan pencatatan dan pelaporan sesuai formulir (terlampir)
 Melakukan advokasi dan promosi PIK Remaja untuk mengembangkan jaringan
pelayanan
 Melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat menarik minat remaja untuk datang ke PIK
Remaja, antara lain:
 Pendampingan kepada remaja penyalahguna napza, hamil, di luar nikah, dan HIV
positif
 Bedah film
 Pelatihan penyiapan karir, contoh: membuat lamaran pekerjaan, kursus bahasa
ingris, browsing internet, dan lain-lain.
 Lintas alam/out bound
 Bimbingan blajar siswa SLTP/SLTA
 Pendataan remaja yang mengalami risiko TRIAD (Kehamilan tidak diingnkan,
penyalahgunaan Napza dan HIV positif)
 Studi banding
 Kegiatan ekonomi produktif (peternakan, pertanian, menjahit, warung gaul dan
sembako, rental komputer, pemberian les privat kepada remaja setempat,
pembuatan pin, salon, dll)
 Kegiatan olah raga (jalan santai, gerak jalan, voli, basket, senam) dan kesenian (
musik, drama, paduan suara, teater)
 Presentasi pengalaman kegiatan PKBR pada PIK remaja yang baru dibentuk
 Aneka lomba (pidato, drum band, band, lukis, karaoke, karikatur, seni aslami,
cerdas cermat, dan bedah kasus)
 Kajian Islam versi pemuda
 Pemberian penghargaan kepada Pendidik Sebaya dan Konselor Sebaya
 Jambore PIK Remaja
 Pelayanan pemeriksaan gigi atau konsultasi kecantikan
 Integrasi kegiatan PIK Remaja dengan peertemuan rutin pramuka
 Integrasi kegiatan PIK remaja dengan pelayanan dasar kesehatan
c) Dukungan dan Jaringan (resources) yang dimiliki:
 Ruang sekretariat dan ruang pertemuan
 Struktur pengurus paling tidak memiliki Pembina, Ketua, Bidang Administrasi, Bidang
Program dan Kegiatan, PS, KS
 Memiliki papan nama, ukuran minimal 60cm x 90 cm dan dipasang di tempat yang
mudah dilihat oleh khalayak
 Empat orang Pendidik sebaya yang dapat diakses
 Lokasi mudah diakses dan disukai remaja
 Jaringan mitra kerja dengan pelayanan medis dan non medis
 Empat orang Konselor Sebaya yang dapat diakses
 Memiliki hotline/SMS konseling
 Memiliki perpustakaan sendiri
 Jaringan dengan:
 Kelompok Remaja Sebaya
 Orang tua
 Guru-guru sekolah
 PIK Remaja lain, dan lain-lain
 Organisasi induk pembina PIK Remaja

Pusat Informasi dan Konseling Mahasiswa (PIK-MAHASISWA)

a. Pengantar
Pusat Informasi dan Konseling Mahasiswa (PIK-Mahasiswa) adalah suatu wadah kegiatan
program KKB yang dikelola dari, oleh dan untuk mahasiswa guna memberikan pelayanan
informasi dan konseling tentang KEPENDUDUKAN DAN Keluarga Berencana termasuk
Penyiapan Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja serta kegiatan-kegiatan penunjang lainnya.
PIK Mahasiswa adalah nama generik. Untuk menampung kebutuhan program PKBR dan
menarik minat mahasiswa datang ke PIK Mahasiswa, nama generik ini dapat dikembangkan
dengan nama-nama yang sesuai dengan kebutuhan program dan selera mahasiswa setempat.
Tujuan umum dari PIK Mahasiswa adalah dalam rangka meningkatkan akses dan kualitas
pelayanan program penyiapan kehidupan berkeluarga bagi mahasiswa. Sedangkan tujuan
khususnya antara lain: 1) membentuk Pusat Informasi dan Konseling Mahasiswa (PIK
Mahasiswa) di kampus; 2) meningkatkan Pusat Informasi dan Konseling Mahasiswa (PIK
Mahasiswa) dari tahap Tumbuh menjadi tahap tegak dan tahap Tegar; serta 3)
Mengembvangkan Pusat Informasi dan Konseling Mahasiswa (PIK Mahasiswa) sebagai pusat
unggulan (center of excellence)

Ruang lingkup PIK Mahasiswa meliputi aspek-aspek kegiatan pemberian informasi PKBR,
TRIAD KRR (Seksualitas, Npsza, HIV dan AIDS), Pendewasaan Usia Perkawinan, Keterampilan
Hidup (Life Skills), pelayanan konseling, rujukan, pengembangan jaringan dan dukungan, serta
kegiatan-kegiatan pendukung lainnya sesuai dengan ciri dan minat mahasiswa.
Pengelola PIK Mahasiswa adalah mahasiswa yang pnya komitmen dan mengelola langsung PIK
Mahasiswa serta telah mengikuti pelatihan dengan mempergunakan modul dan kurikulum
standard yang telah disusun oleh BKKBN atau pihak lain. Pengelola PIK Mahasiswa terdiri dari
Ketua, Bidang Administrasi, Bidang Program dan Kegiatan, Pendidik Sebaya, dan Konselor
Sebaya.
Khalayak (audience) dari PIK Mahasiswa ada tiga sasaran, terdiri dari: 1) Sasaran utama
(primary target audience) yaitu seluruh mahasiswa kampus; 2) Sasaran antara (secondary
target audience) yaitu dosen pembina, aktivis mahasiswa, kelompok-kelompok diskusi,
kelompok peminatan, pengurus BEM, dan lain-lain; serta 3) Sasaran penentu (key target
audience) yaitu ketua jurusan, pembantu dekan bidang kemahasiswaan, dekan, pembantu
rektor bidang kemahasiswaan, rektor/pimpinan perguruan tinggi, koordinator kopetis wilayah,
Dirjen Dikti, Menteri Pendidikan Nasional dan Menteri Agama.
b. Tahapan Pengembangan dan Pengelolaan PIK Remaja
PIK Mahasiswa dikembangkan melalui 3 (tiga) tahapan yaitu tahap TUMBUH, TEGAK, dan
TEGAR.

Proses pengembangan dan pengelolaan masing-masing tahapan tersebut didasarkan
pada 1) Materi dan Isi Pesan (assets) yang diberikan; 2) Ciri Kegiatan yang dilakukan;
3)Dukungan dan Jaringan (resources) yang dimiliki.

Adapun ciri-ciri setiap tahapan sebagai berikut:
1) PIK Mahasiswa Tahap TUMBUH
a) Materi dan Isi Pesan (assets) yang diberikan:
 TRIAD KRR dan Pendewasaan Usia Perkawinan
 Pendalaman materi TRIAD KRR dan pendewasaan usia perkawinan
 Pemahaman tentang Hak-Hak Reproduksi
b) Kegiatan yang dilakukan:
 Kegiatan dilakukan di tempat PIK Mahasiswa
 Bentuk aktifitas bersifat penyadaran (KIE) dalam lokasi PIK Mahasiswa berada,
misalnya penyuluhan individu dan kelompok
 Menggunakan media cetak
 Melakukan advokasi dan promosi PIK Mahasiswa untuk mengambangkan jaringan
pelayanan
 Melakukan pencatatan dan pelaporan sesuai dengan formulir (terlampir)
c) Dukungan dan Jaringan (resources) yang dimiliki:
 Ruang khusus
 Memiliki papan nama, ukuran minimal 60 cm x 90 cm, dan dipasang ditempat yang
mudah dilihat oleh khalayak
 Struktur pengurus standar PIK Mahasiswa terdiri dari: Pembina, Ketua, Bidang
Administrasi, Bidang Program/Kegiatan, PS dab KS
 Dua orang Pendidik Sebaya yang dapat diakses
 Lokasi PIK Mahasiswa yang mudah diakses dan disukai oleh remaja
2) PIK Mahasiswa Tahap TEGAK
a) Materi dan Isi Pesan (assets) yang diberikan:
 TRIAD KRR dan Pendewasaan Usia Perkawinan
 Pendalaman materi TRIAD KRR dan Pendewasaan Usia Perkawinan
 Pemahaman tentang Hak-Hak Reproduksi
 Keterampilan hidup (Life Skills)
 Keterampilan advokasi
b) Kegiatan yang dilakukan:
 Kegiatan yang dilakukan di dalam dan di luar PIK Mahasiswa
 Bentuk aktifitas bersifat penyadaran (KIE) di dalam lokasi PIK Mahasiwa berada,
misalnya penyuluhan individu dan kelompok
 Bentuk aktifitas bersifat penyadaran (KIE) di luar PIK Mahasiswa antara lain:
 Sosialisasi dan Dialog Interaktif melalui Radio/TV
 Press Gathering
 Pemberian Informasi PKBR dan KRR oleh Pendidik Sebaya kepada mahasiswa
seperti di pasar, jalanan, sekolah, Masjid, Gereja, Vihara, Banjar, dan lain-lain.
 Seminar PKBR
 Road Show PKBR ke sekolah, Masjid, Gereja, Vihara, Banjar, dan lain-lain.
 Promosi PIK Mahasiswa melalui TV, Radio, Majalah, Surat Kabar.
 Pemberian informasi PKBR dalam momentum strategis (Pentas seni, Hari-hari
besar nasional dan daerah, Hari keluarga Nasional, Hari Remaja, Hari Anti
Narkoba, hari AIDS, Kemah Bhakti Pramuka, dan Gerakan Penghijauan).
 Diskusi anti kekerasan dalam rumah tangga
 Sosialisasi PKBR bagi calon pengantin
 Penyampaian informasi PKBR melalui Mobil Unit Penerangan
 Melakukan konseling PKBR melalui SMS, Telepon, Tatap Muka, dan Surat-menyurat
 Menggunakan media cetak dan elektronik
 Melakukan pencatatan dan pelaporan sesuai formulir (terlampir)
 Melakukan advokasi dan promosi PIK Mahasiswa untuk mengembangkan jaringan
pelayanan
 Melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat menarik minat mahasiswa untuk datang ke
PIK Mahasiswa, antara lain:
 Pendampingan kepada mahasiswa penyalahguna napza, hamil, di luar nikah, dan
HIV positif
 Bedah film
 Pelatihan penyiapan karir, contoh: membuat lamaran pekerjaan, kursus bahasa
ingris, browsing internet, dan lain-lain.
 Lintas alam/out bound
 Pendataan mahasiswa yang mengalami risiko TRIAD (Kehamilan tidak diingnkan,
penyalahgunaan Napza dan HIV positif)
 Studi banding
 Kegiatan ekonomi produktif (peternakan, pertanian, menjahit, warung gaul dan
sembako, rental komputer, pemberian les privat kepada remaja setempat,
pembuatan pin, salon, dll)
 Kegiatan olah raga (jalan santai, gerak jalan, voli, basket, senam) dan kesenian
(musik, drama, paduan suara, teater)
 Presentasi pengalaman kegiatan PKBR pada PIK Mahasiswa yang baru dibentuk
 Aneka lomba (pidato, drum band, band, lukis, karaoke, karikatur, seni aslami,
cerdas cermat, dan bedah kasus)
 Kajian Islam versi mahasiswa dan kajian agama lainnya
 Pemberian penghargaan kepada Pendidik Sebaya dan Konselor Sebaya
 Jambore PIK Mahasiswa
 Pelayanan pemeriksaan gigi atau konsultasi kecantikan
 Integrasi kegiatan PIK Mahasiswa dengan peertemuan rutin pramuka
 Integrasi kegiatan PIK Mahasiswa dengan pelayanan dasar kesehatan
c) Dukungan dan Jaringan (resources) yang dimiliki:
 Ruang sekretariat dan ruang pertemuan
 Struktur pengurus standar PIK Mahasiswa terdiri dari: Pembina, Ketua, Bidang
Administrasi, Bidang Program dan Kegiatan, PS, KS. Diberikan kemungkinan kepada
PIK Mahasiswa untuk membentuk struktur pengurus lwebih lengkap sesuai dengan
kebutuhan
 Memiliki papan nama, ukuran minimal 60cm x 90 cm dan dipasang di tempat yang
mudah dilihat oleh khalayak
 Empat orang Pendidik Sebaya yang dapat diakses
 Lokasi mudah diakses dan disukai mahasiswa
 Dua orang Konselor Sebaya yang dapat diakses
 Jaringan mitra kerja dengan pelayanan medis dan non medis
3) PIK Mahasiswa Tahap TEGAR
a) Materi dan Isi Pesan (assets) yang diberikan:
 TRIAD KRR dan Pendewasaan Usia Perkawinan
 Pendalaman materi TRIAD KRR dan Pendewasaan Usia Perkawinan
 Pemahaman tentang Hak-Hak Reproduksi
 Keterampilan hidup (Life Skills)
 Keterampilan advokasi
 Penyiapan kehidupan berkeluarga
b) Kegiatan yang dilakukan:
 Kegiatan yang dilakukan di dalam dan di luar PIK Mahasiswa
 Bentuk aktifitas bersifat penyadaran (KIE) di dalam lokasi PIK Mahasiswa berada,
misalnya penyuluhan individu dan kelompok
 Bentuk aktifitas bersifat penyadaran (KIE) di luar PIK Mahasiswa, antara lain:
 Sosialisasi dan Dialog Interaktif program PKBR melalui Radio/TV
 Press Gathering
 Pemberian Informasi PKBR dan KRR oleh Pendidik Sebaya kepada mahasiswa
seperti di pasar, jalanan, sekolah, Masjid, Gereja, Vihara, Banjar, dan lain-lain.
 Seminar PKBR
 Road Show PKBR ke sekolah, Masjid, Gereja, Vihara, Banjar, dan lain-lain.
 Promosi PIK Mahasiswa melalui TV, Radio, Majalah, Surat Kabar.
 Pemberian informasi PKBR dalam momentum strategis (Pentas seni, Hari-hari
besar nasional dan daerah, Hari keluarga Nasional, Hari Remaja, Hari Anti
Narkoba, hari AIDS, Kemah Bhakti Pramuka, dan Gerakan Penghijauan).
 Diskusi anti kekerasan dalam rumah tangga
 Sosialisasi PKBR bagi calon pengantin
 Penyampaian informasi PKBR melalui Mobil Unit Penerangan
 Melakukan konseling PKBR melalui SMS, Telepon, Tatap Muka, dan Surat-menyurat
 Menggunakan media cetak dan elektronik
 Melakukan pencatatan dan pelaporan sesuai formulir (terlampir)
 Melakukan advokasi dan promosi PIK Mahasiswa untuk mengembangkan jaringan
pelayanan
 Melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat menarik minat mahasiswa untuk
mendapatkan pelayanan oleh PIK Mahasiswa, antara lain:
 Pendampingan kepada mahasiswa penyalahguna napza, hamil, di luar nikah, dan
HIV positif
 Bedah film
 Pelatihan penyiapan karir, contoh: membuat lamaran pekerjaan, kursus bahasa
ingris, browsing internet, dan lain-lain.
 Lintas alam/out bound
 Pendataan mahasiswa yang mengalami risiko TRIAD (Kehamilan tidak diingnkan,
penyalahgunaan Napza dan HIV positif)
 Studi banding
 Kegiatan ekonomi produktif (peternakan, pertanian, menjahit, warung gaul dan
sembako, rental komputer, pemberian les privat kepada remaja setempat,
pembuatan pin, salon, dll)
 Kegiatan olah raga (jalan santai, gerak jalan, voli, basket, senam) dan kesenian (
musik, drama, paduan suara, teater)
 Presentasi pengalaman kegiatan PKBR pada PIK Mahasiswa yang baru dibentuk
 Aneka lomba (pidato, drum band, band, lukis, karaoke, karikatur, seni aslami,
cerdas cermat, dan bedah kasus)
 Kajian Islam versi mahasiswa dan kajian agama lainnya
 Pemberian penghargaan kepada Pendidik Sebaya dan Konselor Sebaya
 Jambore PIK Mahasiswa
 Pelayanan pemeriksaan gigi atau konsultasi kecantikan
 Integrasi kegiatan PIK Mahasiswa dengan peertemuan rutin pramuka
 Integrasi kegiatan PIK Mahasiswa dengan pelayanan dasar kesehatan
c) Dukungan dan Jaringan (resources) yang dimiliki:
 Ruang sekretariat dan ruang pertemuan
 Struktur pengurus standar PIK Mahasswa terdiri dari: Pembina, Ketua, Bidang
Administrasi, Bidang Program dan Kegiatan, PS, KS. Diberikan kemungkinan kepada
PIK Mahasiswa untuk membentuk struktur pengurus lebih lengkap sesuai
kebutuhan.
 Memiliki papan nama, ukuran minimal 60cm x 90 cm dan dipasang di tempat yang
mudah dilihat oleh khalayak
 Empat orang Pendidik sebaya yang dapat diakses
 Lokasi mudah diakses dan disukai mahasiswa
 Jaringan mitra kerja dengan pelayanan medis dan non medis
 Empat orang Konselor Sebaya yang dapat diakses
 Memiliki hotline/SMS konseling
 Memiliki perpustakaan sendiri
 Jaringan dengan:
 Kelompok Mahasiswa Sebaya
 Fakultas/dosen Kedokteran/Kesehatan Masyarakat dan Psikologi
 PIK Mahasiswa lain, dan lain-lain
 Organisasi induk pembina PIK Mahasiswa

Catatan:
Untuk informasi PIK-KRR lebih lanjut dapat mengakses http://ceria.bkkbn.go.id/

Sumber: https://www.k4health.org/sites/default/files/Bagian_II_Program_Pemerintah_PIK-KRR.pdf

Author: Dedi Dwitagama

Working as Teacher at Vocational High School 50 Jakarta (SMK Negeri 50 Jakarta Timur), Trainer and Motivator on Drug Abuse, Leadership & HIV-AIDS Prevention, Education, ICT, Leadership, Character Building, Public Speaking also as photografer. Please visit; http://trainerkita.wordpress.com, http://fotodedi.wordpress.com and https://dedidwitagama.wordpress.com

2 thoughts on “Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja (PIK-KRR)

  1. wah keren… dulu di sekolah saya ga ada nih eskul ini ^^ lanjutkan pak (y)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s