Blog Pendidik

@dwitagama: Karakter tumbuh dari pembiasaan

Cita-citamu antarkan dirimu

Leave a comment

cita%22

Seorang anak remaja, kurus, kecil tinggal di sebuah Kota di Sumatra, tepatnya di Riau, sejak kecil bercita-cita bekerja di perusahaan penerbangan, mungkin dia terpesona oleh kecanggihan teknologi dirgantara, sehingga dia meminta izin kepada orang tuanya untuk bersekolah di Jakarta, di STM Penerbangan dan tinggal di rumah keluarganya yang lumayan jauh dari sekolahnya di Kebayoran, yaitu di Depok.

Mungkin di Riau anak itu tak mendapat kabar bahwa STM Penerbangan Jakarta adalah sekolah yang dikenal kurang baik, muridnya terbiasa atau terkesan gemar tawuran di jalan-jalan Jakarta hingga sering menjadi objek berita di mass media.

Anak kecil kurus lulusan SMP di Riau itu diterima di STM Penerbangan Jakarta, tiga tahun dilaluinya dengan terus konsisten pada cita-cita bekerja di perusahana dirgantara, tak terhitung berapa puluh kali teman-temannya menghiasi berita mass media seolah berpesta melakukan tawuran, mencari perhatian orang di jalan, di ruang baca dan celah televisi, anak itu tetap tak bergeming ikut tawuran, dengan akalnya dia mengatur perjalanan pergi dan pulang dari depok ke kebayoran dan sebaliknya untuk bisa selalu aman dan selamat tiba di sekolah dan di rumah.

Tiga tahun tak terasa dia lalui, ternyata pada tahun ketiga image STM Penerbangan Jakarta telah berubah di mata Perusahan Dirgantara karena kerja keras Guru-guru, Karyawan dan Orang Tua yang membina anak Kapal (demikian mereka biasa dipanggil), lewat kerja keras dan kekompakan Guru-guru & karyawan, anak kapal makin jarang tawuran, sementara prestasi positif di bidang ekstra kurikuler, olah raga, kesenian, PMR, Paskibra, dsb makin sering didapat, aktifitas ekskul setelah pulang sekolah bergerak aktif, liputan mass media cetak dan televisi mengalir deras kabarkan perubahan luar biasa di kapal.

Menjelang lulus dari sekolah, Perusahaan Dirgantara terbesar di negeri ini datang ke kapal dan melakukan tes untuk merekrut calon teknisi yang akan dididik selama tiga tahun dan selanjutnya diangkat menjadi karyawan disana, anak Riau itu ikut serta seleksi dan lulus bersama beberapa teman di angkatannya.

Sekarang, saat posting ini dibuat, dia masih ikut pendidikan …

Sementara, seorang remaja yang tinggal tak jauh dari STM Penerbangan bercita-cita masuk sekolah itu karena ingin menikmati ketegangan berlari di jalan membawa senjata tajam, mengejar atau dikejar musuh yang berbeda nomor atau nama sekolah, bahan ngobrol dengan temannya adalah persoalan basis, musuh, menyerbu, diserbu, ke gep (tertangkap polisi), ziarah ke makam teman yang mati saat tawuran, dimana menyembunyikan senjata tajam, dimana berkumpul untuk menyerang, dsb. Dan remaja itu akhirnya tertangkap berkali-kali sehingga dikeluarkan dari sekolah.

Adakah diantara kamu yang kenal dengan anak Riau yang sekarang di Garuda?

Author: Dedi Dwitagama

Working as Teacher at Vocational High School 50 Jakarta (SMK Negeri 50 Jakarta Timur), Trainer and Motivator on Drug Abuse, Leadership & HIV-AIDS Prevention, Education, ICT, Leadership, Character Building, Public Speaking also as photografer. Please visit; http://trainerkita.wordpress.com, http://fotodedi.wordpress.com and https://dedidwitagama.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s