Blog Pendidik

@dwitagama: Karakter tumbuh dari pembiasaan

Tips Mendisiplinkan Murid di Sekolah

Leave a comment

“Sebagai Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, Saya melihat sedikit sekali Guru yang mau ikut serta mendisilinkan murid di sekolah. Bagaimana caranya mendorong atau memotivasi Guru-guru di Sekolah agar turut serta membina disiplin murid.”

Demikian pertanyaan seorang peserta training Saya, jawaban saya begini:

Dalam posisi Bapak sebagai Wakil Kepala Sekolah saat ini, atau setelah nanti Bapak jadi Kepala Sekolah, Kepala Dinas Pendidikan hingga Menteri Pendidikan jangan pernah berharap semua guru peduli terhadap disiplin murid di Sekolah, itu cuma bikin lelah hingga frustasi, lebih baik kerja aja bersama tim kesiswaan di sekolah Bapak untuk menegakkan disiplin murid, jika ada guru yang membantu segera beri apresiasi atau ucapkan terima kasih sehingga mendorong giri itu untuk terus membantu sekolah mendisiplinkan murid, sementara yang tidak peduli tak perlu dilihat atau diambil hati, biarkan saja mereka berada di alam ketidakpeduliannya, karena mungkin mereka sedang mengalami masalah yang berat seperti soal keluarga, utang piutang, kesehatan, dsb. Atau mungkin mereka merasa dirinya belum berdisiplin baik sehingga tak percaya diri mendisiplinkan murid di sekolah. Mungkin juga mereka tak memiliki jiwa mendidik karena jadi guru hanya sebagai pelarian tak ada pekerjaan lain.

Ketika Tim Kesiswaan di sekolah berhasil mendisiplinkan murid di sekolah, sehingga suasana belajar berlangsung kondusif atau nama baik sekolah terangkat hingga mendapat predikat baik di masyarakat, semua guru di sekolah itu pasti senang, termasuk yang tidak berpartisipasi mendisiplinkan murid, kadang diantara mereka memberi apresiasi atau mengucapkan terima kasih kepada Tim Kesiswaan atas prestasi yang dicapai, sebagian dari mereka mungkin diam karena beranggapan bahwa itu sudah jadi tugas dan tanggung jawab tim kesiswaan.

Sesungguhnya, ada tiga atau lima orang guru yang bekerja sama mendisiplinkan anak di satu sekolah itu sudah cukup untuk membuat disiplin sekolah jadi baik, sementara guru-guru yang lain cukup mendisiplinkan kelas dimana dia mengajar pada jam tertentu, maka sekolah anda akan menjadi baik.

Jadi, mari kita kerja yang terbaik yang kita bisa, tak perlu berharap semua orang peduli atau membantu kerja kita, kita isi waktu kita dengan kebaikan, happy deh.

Author: Dedi Dwitagama

Working as Teacher at Vocational High School 50 Jakarta (SMK Negeri 50 Jakarta Timur), Trainer and Motivator on Drug Abuse, Leadership & HIV-AIDS Prevention, Education, ICT, Leadership, Character Building, Public Speaking also as photografer. Please visit; http://trainerkita.wordpress.com, http://fotodedi.wordpress.com and https://dedidwitagama.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s