Blog Pendidik

@dwitagama: Karakter tumbuh dari pembiasaan

Pak Guru, Bu Guru: Silahkan cukur rambut muridmu

2 Comments

rambut

ilustrasi

Di Negeri Paman Besut Guru-guru semakin takut untuk menegakkan disiplin kepada murid-muridnya disebabkan perubahan paradigma pandangan orang tua terhadap kekerasan dan Hak Azasi Manusia (HAM). Seolah kini Guru-guru tak peduli terhadap disiplin anak dalam hal kehadiran di sekolah, anak yang sering tak masuk sekolah pun Kepala Sekolah tak berani memberikan sangsi dikeluarkan dari sekolah karena takut berhadapan dengan orang tua murid, pengacara, atau tekanan pejabat PEMDA yang punya hubungan dengan murid yang tak disiplin masuk sekolahnya, bahkan ada sekolah yang menugaskan Gurunya untuk menjemput murid yang sering tak masuk sekolah untuk mengikikuti Ujian Akhir Sekolah.

Kalau dahulu sering ada kerja bakti membersihkan sekolah yang melibatkan guru, karyawan dan semua murid, sekarang banyak Guru yang tak percaya diri meminta bantuan murid untuk ikut serta membersihkan sekolah, takut ada anak yang bilang pada orang tuanya bahwa dia disuruh mengerjakan pekerjaan yang tak pernah dilakukan di rumah, sehingga orang tua protes hingga ke Dinas Pendidikan atau PEMDA yang berbuntut panjang dan melelahkan.

Lihat juga penampilan rambut murid-murid Lelaki yang sering panjang dan tak dipedulikan Guru-gurunya karena takut diperkarakan ke polisi hingga ke pengadilan seperti yang terjadi di Negeri tetangga.

Peradilan sesat di Negeri tetangga telah menjatuhkan hukuman kepada Guru yang mencukur rambut muridnya pada tahun 2012, yang dilaporkan oleh orang tua murid ke Polisi, tetapi Hakim yang tak sesat di Mahkamah Agung membebaskan Guru itu pada tahun 2015. Hakim-hakim yang bermutu kemudian menghukum Orang Tua Murid yang melaporkan Guru di atas dan membalas mencukur rambut Guru itu, sehingga orang tua yang terlalu sayang dengan anaknya itu harus dipenjara.

Di sekolah-sekolah gratis guru makin takut terapkan disiplin kepada muridnya, yang dalam jangka panjang membuat sekolahnya tak diminati masyarakat, kecuali mereka yang terpaksa tak punya nilai yang bagus atau tinggal tak jauh dari sekolah itu.

Sementara ada sekolah yang muridnya membayar puluhan juta kepeng untuk masuk serta iuran bulanan jutaan kepeng, menerapkan disiplin super ketat, murid yang menyontek saat ulangan harian di kelas jadi pelanggaran disiplin sangat serius dan diberi sangsi dikeluarkan dari sekolah yang didirikan hampir seratus tahun yang lalu.

Bagaimana di sekolah Anda?

 

 

Author: Dedi Dwitagama

Working as Teacher at Vocational High School 50 Jakarta (SMK Negeri 50 Jakarta Timur), Trainer and Motivator on Drug Abuse, Leadership & HIV-AIDS Prevention, Education, ICT, Leadership, Character Building, Public Speaking also as photografer. Please visit; http://trainerkita.wordpress.com, http://fotodedi.wordpress.com and https://dedidwitagama.wordpress.com

2 thoughts on “Pak Guru, Bu Guru: Silahkan cukur rambut muridmu

  1. jadi ingat sekoalhan dlu pak, temanku paling sering kena

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s