Blog Pendidik

@dwitagama: karakter tumbuh dari pembiasaan

Kangen Puisi

Leave a comment

Tahun 1974, saat itu saya duduk di kelas 4 SD Mekarsari Kebayoran Baru Jakarta Selatan sering diutus Sekolah utuk ikut Lomba Deklamasi yang sekarang lebih ngetop dengan Lomba Baca Puisi, salah satu yang sering jadi puisi pilihan adalah puisi berjudul MENYESAL yang diciptakan oleh A. HASJMY
MENYESAL

Pagiku hilang, sudah melayang
Hari mudaku sudah pergi
Sekarang petang sudah membayang
Batang usiaku sudah tinggi

Aku lalai dipagi hari
Beta lengah di masa muda
Kini hidup meracun hati
Miskin ilmu, miskin harta

Akh, apa guna kusesalkan
Menyesal tua tidak berguna
Hanya menambah luka sukma

Kepada yang muda kuharapkan
Atur barisan di pagi hari
Menuju kearah padang bakti

Prof. Ali Hasjmy (nama lahir: Muhammad Ali Hasyim) alias Al Hariry, Asmara Hakiki dan Aria Hadiningsun lahir di Idi Tunong, Aceh, 28 Maret 1914 – meninggal 18 Januari 1998 pada umur 83 tahun adalah sastrawan, ulama, dan tokoh daerah Aceh. Lebih lengkap tentang Beliau bisa disimak disini.

Author: Dedi Dwitagama

Working as Teacher at Vocational High School 50 Jakarta (SMK Negeri 50 Jakarta Timur), Trainer and Motivator on Drug Abuse, Leadership & HIV-AIDS Prevention, Education, ICT, Leadership, Character Building, Public Speaking also as photografer. Please visit; http://trainerkita.wordpress.com, http://fotodedi.wordpress.com and https://dedidwitagama.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s