Blog Pendidik

@dwitagama: karakter tumbuh dari pembiasaan

Murid tak niat, guru nya baik amat

7 Comments

Beberapa hari sebelum ujian guru wali kelas di sebuah sekolah negeri yang gratis datang ke rumah murid perwaliannya karena murid itu sering tidak masuk sekolah. Percakapan dengan murid dan keluarganya diperoleh informasi bahwa murid itu tak bisa ke sekolah karena tak memiliki uang untuk ongkos ke sekolah, keluarga murid itu punya sepeda motor tapi tak ada uang buat beli bensin. Wali kelas yang baik itu meninggalkan sejumlah uang agar murisld itu bisa ke sekolah beberapa hari ke depan.

Tiba di sekolah, wali kelas yang baik itu mengabarkan hasil kunjungan ke rumah muridnya dan membuat beberapa guru iba sehingga memberi uang untuk ke sekolah hingga beberapa belasan atau puluhan hari ke depan.

Murid itu datang ke sekolah dan mengikuti ujian praktek dua hari, dan hari ke tiga dimana dia masih harus ujian murid itu tak hadir di sekolah.

Kemanakah murid itu?
Untuk apa uang yang diberikan guru-gurunya?
Kenapa dia tak datang ujian?
Kenapa ….
Kenapa ….

Menurut Anda?

Author: Dedi Dwitagama

Working as Teacher at Vocational High School 50 Jakarta (SMK Negeri 50 Jakarta Timur), Trainer and Motivator on Drug Abuse, Leadership & HIV-AIDS Prevention, Education, ICT, Leadership, Character Building, Public Speaking also as photografer. Please visit; http://trainerkita.wordpress.com, http://fotodedi.wordpress.com and https://dedidwitagama.wordpress.com

7 thoughts on “Murid tak niat, guru nya baik amat

  1. Ada 2 kemungkinan. Yg pertma karna mungkin drmh ada sesuatu yg sngat penting dn akhirnya terpaksa memakai uang itu. Yg kedua adalah mungkin uang-uang itu dia pakai untuk kepentingan sndri yg tidak jelas.

  2. Bisa jadi sekolah menjadi tidak penting…. karena ada skala prioritas bagi dirinya agar bisa bertahan untuk hidup hari ini, esok, atau lusa, salam

  3. Just sharing… 3 tahun lalu di sekolah saya ada murid yang pada waktu UN harus selalu dijemput oleh walasnya karena tidak mau bangun pagi. Pembantu di rumahnya pun tidak berani membangunkan, orang tuanya acuh tidak peduli… Saat dia UN tetap saja agah-ogahan, tapi herannya “lulus” Setelah si anak SMA, mungkin karena kondisi keluarganya yang juga tidak mendukung, akhirnya si anak tsb drop out karena sering bolos. Miris deh, dengar kondisi murid seperti itu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s