Blog Pendidik

Sepeda Motor: Media pendidikan melanggar hukum warga negara paman besut

2 Comments

image

Orang tua mengajarkan anak anaknya melanggar hukum sejak masih sangat kecil, padahal negara mengatur bahwa pengendara motor harus memiliki SIM,  sudah berusia 17 tahun.

Anak merasa bahwa melanggar hukum jadi tak masalah, termasuk sekolah yang masih membiarkan mengetahui muridnya membawa motor ke sekolah walaupun dinas pendidikan atau pemda melarang murid membawa motor ke sekokah.

Angkutan kota yang buruk pengelolaannya seolah bukan masalah dan rakyat tak menuntut kepada presiden, gubernur, bupati yang tak mampu menyediakan transformasi yang baik buat rakyatnya. Rakyat miskin dengan terpaksa mengkredit motor dengan harga mahal supaya bisa bepergian kemana-mana.

Korban mati disebabkan kecelakaan motor khususnya dikalangan remaja seolah tak dihitung, padahal banyak skali yang mati atau cacat karena kecelakaan lalu lintas. Polisi seolah membiarkan anak kecil atau anak sekolah melanggar peraturan lalu lintas & tak memberi hukuman yang mendidik.

Pernah mengajarkan anak kecil di keluarga anda mengendarai motor?

Advertisements

Author: Dedi Dwitagama

Pendidik yang bermimpi makin banyak anak negeri berani berkompetisi, silahkan mampir ke; http://trainerkita.wordpress.com, http://fotodedi.wordpress.com dan https://dedidwitagama.wordpress.com

2 thoughts on “Sepeda Motor: Media pendidikan melanggar hukum warga negara paman besut

  1. Sudah menjadi kebiasaan mayoritas orang Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.