Blog Pendidik

@dwitagama: Karakter tumbuh dari pembiasaan

Membiarkan Anak Sekolah membawa kendaraan bermotor, membiarkan kematian remaja makin banyak

Leave a comment

dedi

Purwakarta – Dalam kurun waktu kurang lebih 10 hari, sebanyak 250 pelajar di Kabupaten Purwakarta terjaring razia kendaraan bermotor. Mereka yang terjaring terancam SP 1 dari pihak sekolah, dan terancam tidak naik kelas bahkan dikeluarkan.

Hal itu diungkapkan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, di Pendopo Kabupaten Purwakarta, Jumat (19/8/2016).

“Sejak sepuluh hari terakhir ini, kurang lebih 250 pelajar yang kena razia. Mereka selain dapat tilang juga kena SP 1 dari sekolah,” jelas Dedi.

Saat ini, kata Dedi, para pelajar yang menggunakan kendaraan bermotor ke sekolah sudah nyaris tidak ada. Pasalnya mereka sudah mulai takut dengan tindakan tegas yang tercantum pada Perbup dan Surat Edaran yang melarang para pelajar membawa kendaraan ke sekolah. Terlebih beberapa waktu lalu sanksi tegas berupa dikeluarkan dari sekolah sudah dirasakan oleh beberapa pelajar yang bandel dengan membawa kendaraan ke sekolah.

Namun saat di luar jam sekolah masih banyak yang menggunakan kendaraan bermotor padahal belum cukup umur. Sehingga dalam razia yang rutin digelar setiap harinya itu sekira 25 pelajar terjaring razia setiap harinya.

“Kalau di sekolah walau pun mereka sudah punya SIM tetap tidak boleh bawa kendaraan. Karena kita mempertimbangkan faktor ekonomi, sosiologi, hingga psikologi anak. Kalau di luar jam sekolah sudah punya SIM, silahkan boleh (bawa kendaraan),” katanya.

Menurut Dedi, saat ini pihaknya sedang membuat aplikasi yang mengintegrasikan tilang dari pihak kepolisian ke Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olah Raga (Disdikpora) yang nantinya akan dilaporkan kepada pihak sekolah.

Nantinya laporan tersebut akan dilanjutkan pada para orang tua yang anaknya terjaring razia. “Sekali pelajar kena razia mereka dapat SP 1. Kalau sudah tiga kali sanksi tegas mulai dari tidak naik kelas sampai dikeluarkan dari sekolah akan kita lakukan,” tegas pria yang akrab disapa Kang Dedi itu.
(try/try)

Luar biasa, mungkin itu yang bisa diucapkan untuk Bupati Purwakarta dan Jajaran Pemda disana yang membuat peraturan melarang anak sekolah membawa kendaraan bermotor ke sekolah dan memonitor penerapan peraturan tersebut hingga memberi sangsi kepada anak sekolah yang melanggar peraturan.

Di ibukota negeri, Kepala Dinas Pendidikan sudah mengeluarkan dan mengedarkan Peraturan yang melarang anak sekolah membawa kendaraan bermotor ke sekolah.

adaran larangan bawa motor ke skolah

SE No 67 Tahun 2015 Tentang Larangan membawa kendaraan roda 2 dan roda 4 bagi peserta didik 2015

Sayang sekali, hingga hari ini masih ratusan atau mungkin ribuan pelajar berseragam berkendara ke sekolah, mereka memarkir di sekitar sekolah dengan membayar sejumlah uang kepada penunggu lahan, semoga terjadi perubahan dalam penerapan peraturan tersebut.

Mungkin, Gubernurnya sedang sibuk pencalonan jadi Gubernur lagi hingga lupa ada peraturan bagus di daerahnya yang perlu ditindaklanjuti, atau Kepala Dinas Pendidikannya lupa melaporkan kebijakan itu (ada tembusan ke Gubernur dan jajarannya).

salah-anak-naik-motor-ber4

Bagaimana di sekolah kamu?

Author: Dedi Dwitagama

Working as Teacher at Vocational High School 50 Jakarta (SMK Negeri 50 Jakarta Timur), Trainer and Motivator on Drug Abuse, Leadership & HIV-AIDS Prevention, Education, ICT, Leadership, Character Building, Public Speaking also as photografer. Please visit; http://trainerkita.wordpress.com, http://fotodedi.wordpress.com and https://dedidwitagama.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s