Blog Pendidik

@dwitagama: Karakter tumbuh dari pembiasaan

Mengelola Ekstra Kurikuler di Sekolah mengisi Full Day School

Leave a comment

Kegiatan ekstra kurikuler adalah kegiatan terprogram di sekolah yang tujuan umumnya melengkapi berbagai interaksi belajar di kelas mendorong pencapaian karakter manusia unggulan yang ideal, siap memberi kontribusi positif untuk negeri.

Tujuan khusus kegiatan ekstra kurikuler diantaranya adalah: prestasi, rekreasi, inovasi, atau lainnya yang untuk menjawab kebutuhan murid disesuaikan dengan zamannya.

Ada berapa jenis kegiatan ekstra kurikuler (ekskul) di Sekolah Anda? Berikut ini adalah nama-nama ekskul yang umumnya ada di institusi pendidikan formal, yakni :

A. Ekstrakurikuler / Ekskul Olahraga :
– Sepak Bola
– Bola Basket
– Bola Voli
– Futsal
– Tenis Meja
– Bulutangkis
– Renang
– Billyard
– Bridge
– Fitnes

B. Ekstrakurikuler / Ekskul Seni Beladiri :
– Karate
– Silat
– Tae Kwon Do
– Gulat
– Tarung Drajat
– Kempo
– Wushu
– Capoeira
– Tinju
– Merpati Putih

C. Ekstrakurikuler / Ekskul Seni Musik
– Band
– Paduan Suara
– Orkestra
– Drumband / Marchingband
– Perkusi
– Akapela
– Angklung
– Nasyid
– Qosidah
– Karawitan

D. Ekstrakurikuler / Ekskul Seni Tari Dan Peran
– Cheerleader
– Modern Dance / Tari Modern
– Tarian Tradisional
– Teater

E. Ekstrakurikuler / Ekskul Seni Media
– Jurnalistik
– Majalah Dinding / Mading
– Redio Komunikasi
– Fotografi
– Sinematrografi

F. Ekstrakurikuler / Ekskul Lainnya
– Komputer
– Otomotif / Bengkel
– Palang Merah Remaja / PMR
– Pramuka
– Karya Ilmiah Remaja / KIR
– Pecinta Alam
– Bahasa
– Paskibra / Pasukan Pengibar Bendera
– Kerohanian (Rohis, Rohkris, dll)
– Klub Bikers
– Wirausaha
– Koperasi Siswa / Kopsis
– Video Game, dll.

Coba perhatikan prestasi beberapa tahun terakhir di Sekolah Anda, misalnya sekolah Anda menjadi juara pada cabang olahraga Basket selama empat tahun berturut-turut di berbagai kejuaraan dan level atau jenjang kejuaraan, artinya ekskul Basket di seklah Anda sudah berlangsung dan dikelola dengan baik. Kegiatan ekstrakurikuler yang dikelola dengan baik dan diikut sertakan dalam berbagai kegiatan kompetisi pasti pernah meraih  prestasi atau menjadi juara.

Basket, volley, bulutangkis, musik, band, teater adalah beberpa contoh kegiatan yang pencapaian prestasinya butuh belasan tahun latihan secara tekun dan dengan personil yang sama untuk mendapat kesatuan perasaan, kerjasama, saling percaya, dsb yang jadi syarat utama berprestasi.

Pencak silat, melukis, menulis, photografi, cheerleaders, dan berbagai kegiatan lainnya adalah contoh kegiatan yang jika dibina serius selama setahun hingga tiga tahun bisa memperoleh prestasi hingga ke tingkat internasional, kegiatan yang bersifat perorangan lebih cepat bisa menghasilkan prestasi dibanding kegiatan yang dilakukan secara team atau group.

Jika Sekolah Anda menjadi juara pada bidang tertentu hanya pada tahun tertentu selama dua atau tiga tahun, itu artinya yang berprestasi adalah murid yang memiliki hobby pada bidang tertentu dan secara kebetulan menjadi murid di sekolah Anda, dan ketika murid itu lulus, Sekolah Anda tak berprestasi lagi pada bidang tertentu.

Prestasi pada kegiatan ekskul bisa berupa juara atau keikutsertaan pada festival atau perayaan tertentu di dalam sekolah atau di luar sekolah. Seperti video ekskul perkusi di atas dan taiko di bawah ini yang mendapat apresiasi dari event organizer untuk memeriahkan kegiatan tertentu di masyarakat, atau film pendek di akhir posting ini yang dibuat oleh murid SMK dan memperoleh juara di tingkat nasional.

Bagaimana Mengelola Ekstrakurikuler di Sekolah? Berikut ini ada beberapa alternatif membina kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.

  1. Pendataan prestasi & hobby Murid Baru, Sekolah selalu mendata murid baru di awal tahun ajaran mencakup berbagai hal, tambahkan data hobby dan prestasi semua murid, lalu dikelompokkan murid-murid yang memiliki hobby dan prestasi sejenis untuk ditindaklanjuti sebagai asset sekolah.
  2. Kumpulkan murid yang punya prestasi &  hobby yang sejenis, ajak senior-senior di kelas yang lebih tinggi yang memiliki prestasi dan hobby sejenis untuk saling cerita dan berbagi pengalaman tentang latihan dan prestasi yang selama ini dudah mereka peroleh.
  3. Biarkan murid punya hobby sejenis menentukan pimpinan organisasi ekstrakurukulernya & menentukan jadwal latihan, sekolah sebaiknya memfasilitasi berbagai hal agar latihan mereka bisa berlangsung dengan baik dan segera meraih prestasi.
  4. Tugaskan Guru menjadi pendamping unit kegiatan ekstrakurikuler, biasanya menjembatani kebutuhan anak-anak ekskul dengan sekolah dan mencari penyelesaian jika terdapat masalah atau kendala untuk berprestasi.
  5. Pelatih atau instruktur adalah unsur penting yang mempengaruhi mutu kegiatan ekskul, biayanya tak murah, untuk mensiasatinya bisa dengan cara coaching atau pendampingan. Instruktur diberdayakan dalam jangka waktu dua atau tiga bulan melatih murid-murid saat akan mengikuti kompetisi atau di awal tahun ajaan baru, selanjutnya dipilih beberapa murid senior yang punya skill dan leadership bagus untuk menjadi pelatih teman-temannya disaat pendampingan sudah selesai, hal ini sangat bagus untuk melatih kepemimpinan dan kerja sama diantara murid, proses pendidikan karakternya berlangsung hebat.
  6. Ikut sertakan pada Lomba atau Kompetisi sesering mungkin, hal ini akan membuat suasana latihan jadi lebih serius karena adanya target tampil atau kompetisi yang terjadwal, hingga prestasi bukan lagi jadi hal yang jauh di dapat tapi akan jadi bonus dari keseriusan latihan.
  7. Adakan kompetisi di sekolah antar murid sendiri atau undang sekolah lain, kompetisi internal akan menjaring murid lain yang punya potensi dalam bidang tertentu. Kompetisi yang mengundang sekolah lain bisa menjadi ukuran level prestasi ekstrakurikuler di sekolah Anda. Mungkin bisa dicoba mengadakan kompetisi untuk jenjang pendidikan dibawah sekolah anda, misalnya ekskul di SMK Anda mengadakan kompetisi untuk murid SMP atau SLTP di Kota atau Propinsi yang bisa jadi ajang promosi ekskul SMK Anda dan menjaring murid SMP yang berprestasi untuk memilih sekolah Anda saat lulus SLTP, sehingga SMK Anda akan mendapat murid baru yang berprestasi pada bidang ekskul.
  8. Apresiasi, beri penghargaan Murid yang menjadi Juara di upacara sekolah, umumkan kepada semua warga sekolah, beri penghargaan berupa bingkisan, beasiswa atau apapun yang bisa mendorong murid yang juara untuk terus berprestasi dan murid-murid lain untuk mengikuti kegiatan ekskul dan meraih juara.
  9. Beri kesempatan muncul jenis ektrakurikuler yang baru seauai perkembangan zaman, misalnya BEATBOX, BODY BUILDING, DRONE FOR PHOTOGRAFI, PEMBUATAN GAMES & APLIKASI ANDROID, dll.
  10. Bubarkan kegiatan ekstrakurikuler yang selama dua tahun tak pernah jadi juara, buat apa ada jadwal latihan ekskul tapi berlangsung tak serius dan tak menghasilkan, hal itu hanya buang-buang waktu percuma, lebih baik sarananya digunakan untuk keperluan yang lain, karena ekskul yang serius latihan selama setahun dan rajin ikut kompetisi pasti pernah menjadi juara.
  11. Adakan kegiatan ekstrakurikuler yang tidak dimiliki sekolah lain, ekskul yang mainstream hampir selalu ada di setiap sekolah diantaranya Paskib, Basket, Volley, Futsal, Rohis, dll. Akan sulit untuk meraih prestasi jika Anda memulai ekskul baru sejenis yang sudah mainstream, melalui pendataan hobby dan prestasi murid-murid yang sudah anda lakukan, dorong pembentukan ekskul baru, latihan secara serius, datangkan pelatih ahli, ikuti kejuaraan-kejuaraan yang ada atau tampil pada kegiatan-kegiatan yang sesuai dengan jenis ekskul baru Anda, lihat deh efeknya.
  12. Penuhi undangan tampil dan kejuaraan, yang akan meningkatkan prestasi ekskul sekolah Anda.
  13. Dorong Guru-guru, Karyawan di Sekolah memberi atensi dan dispensasi, Kepala Sekolah sebaiknya memberi pengertian kepada semua Guru, Karyawan (termasuk SATPAM) bahwa prestasi di bidang ekskul murid-murid akan meningkatkan mutu sekolah, membuat masyarakat senang menyekolahkan anaknya, bermanfaat buat murid-murid setelah dewasa dan di masyarakat nanti. Oleh sebab itu Guru harus memberi dispensasi untuk murid-murid yang akan mengikuti kejuaraan untuk meninggalkan kelas, atau SATPAM ikut serta mengawasi anak-anak ekskul latihan di luar waktu belajar sekolah, tak mengusir aktifis ekskul untuk meninggalkan sekolah segera, kecuali ada indikasi melakukan hal-hal yang tak baik.
  14. Dokumentasikan suasana latihan, kejuaraan, pemberian hadiah, dll publish di BLOG, INSTAGRAM, TWITTER, FACEBOOK, YOUTUBE, STELLER, dsb, para Guru Pembina ekskul harus selalu mengingatkan anak-anak aktifis ekskul agar mendokumantasikan suasana latihan, kejuaraan, pemberian hadiah, dll dengan menggunakan SMARTPHONE lalu dipublish di BLOG, INSTAGRAM, TWITTER, FACEBOOK, YOUTUBE, STELLER, dsb, hal ini akan jadi iklan atau pemberitahuan kepada dunia bahwa di Sekolah Anda murid dibekali keterampilan intelektual dan non intelektual lewat ekskul untuk menjadi manusia dewasa yang berprestasi.
  15. Lakukan inovasi untuk meraih prestasi, ukuran kesuksesan kegiatan ekskul adalah prestasi atau penampilan di dalam atau di luar sekolah. Untuk mencapai kesuksesan itu perlu inovasi dari semua warga sekolah terutama aktifis ekskul sendiri agar lelah dan letihnya latihan terbayar dengan prestasi atau apresiasi dari berbagai fihak.
  16. Berdoa sebelum ikut kompetisi, ajak semua murid saat upacara untuk bersama berdoa agar tim ekskul yang akan tampil atau berkompetisi bisa mencapai hasil yang baik, hal ini juga bisa jadi promosi aau pemberitahuan buat semua murid di sekolah itu bahwa sekolah Anda punya gairah berprestasi lewat kegiatan ekskul.
  17. Biaya, anak-anak yang memiliki hobby pada bidang tertentu sudah tahu akan konsekwensi atau resiko dari biaya yang haru dikeluarkan untuk mengekspresikan hobbynya, jika mereka sudah merasakan manfaat kegiatan ekskul, bertekad bulat untuk meraih prestasi bersama, dan motivasi lainnya, maka mereka tak akan segan-segan untuk ikut serta menanggung biaya kegiatan ekskul, jika perlu mengundang orang tua untuk menyampaikan rencana kegiatan anak-anaknya, mungkin diantara mereka ada yang bersedia menjadi sponsor atau mencarikan sponsor yang akan membantu pembiayaan kegiatan atau kompetisi, cara-cara keatif melalui “DANUS” (dana usaha) bisa jadi alternatif, misalnya menjual bunga, snack, asesoris, dsb yang keuntungannya digunakan untuk membiayai kegiatan dan kompetisi, mengundang atau mendatangi alumni yang sudah sukses juga bisa jadi alternatif mengatasi pembiayaan kegiatan, semoga bermanfaat.

Ada berapa ekskul di sekolah Anda? Ada berapa prestasinya setahun terakhir ini?

Author: Dedi Dwitagama

Working as Teacher at Vocational High School 50 Jakarta (SMK Negeri 50 Jakarta Timur), Trainer and Motivator on Drug Abuse, Leadership & HIV-AIDS Prevention, Education, ICT, Leadership, Character Building, Public Speaking also as photografer. Please visit; http://trainerkita.wordpress.com, http://fotodedi.wordpress.com and https://dedidwitagama.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s