Blog Pendidik

@dwitagama: Karakter tumbuh dari pembiasaan

Korban Rokok: Rakyat seolah tak berdaya

Leave a comment

“Pemerintah harus menutup pabrik rokok”.
Demikian yang sering rakyat katakan, kalau rokok masih dijual di warung, maka rakyat masih membelinya.

Jika masih banyak penjual rokok, tetapi karena rakyat sadar terhadap perawatan kesehatan dirinya tidak membeli rokok, maka penjual rokok akan berhenti, tak berdagang rokok lagi, pabrik rokok pun akan berhenti berproduksi dan pindah ke negeri yang masih banyak perokoknya.

Dulu di negeri paman besut ada rokok bermerek VIP dan COMODORE, sekarang tak ada lagi yang menjual rokok itu, karena tak laku. Warung, tokok, pabrik itu hanya menjual dan memproduksi barang yang laku di pasaran, kalau tak laku makan barang itu tak akan diproduksi dan tak dijual lagi.

Masih merasa jadi korban dan tak berdaya?

Author: Dedi Dwitagama

Working as Teacher at Vocational High School 50 Jakarta (SMK Negeri 50 Jakarta Timur), Trainer and Motivator on Drug Abuse, Leadership & HIV-AIDS Prevention, Education, ICT, Leadership, Character Building, Public Speaking also as photografer. Please visit; http://trainerkita.wordpress.com, http://fotodedi.wordpress.com and https://dedidwitagama.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s