Blog Pendidik

@dwitagama: karakter tumbuh dari pembiasaan

Hakikat Sekolah; apa yang kamu dapat setelah belasan tahun sekolah?

Leave a comment


Sejak SD hingga SLTA, seseorang menjalani duabelas tahun di sekolah. Apakah sesungguhnya yang sedang dicari? 

RASA PERCAYA DIRI

Adalah hal yang paling utama yang dibentuk dan harus dihasilkan dari dunia sekolah. Diawali saat masuk sekolah, diantar oleh orangtua, ada yang tak mau ditinggal hingga pelajaran usai, tak berani duduk di ruang kelas, takut bertemu teman sekolah, tak bisa berinteraksi dengan guru, mengelola hasrat ke toilet, dsb. Mulai tumbuh rasa percaya diri mengelola interaksi dengan teman sekelas, dengan guru dan kakak kelas hingga guru-guru lain dan kepala sekolah. Mulai percaya diri memakai seragam, mengerjakan tugas sekolah, menikmati suasana kelas saat belajar, lingkungan sekolah saat istirahat, dsb.

Lewat berbagai kegiatan intra dan ekstra kurikuler murid mendapat cara untuk terus menumbuhkan rasa percaya diri, saat mengerjakan tugas, presentasi di kelas, tes, ujian, dsb. Murid dilatih percaya diri untuk menerima nilai bagus dan berusaha untuk mempertahankan dan meningkatkan nilai bagus, jika nilai jelek yang diperoleh, murid harus percaya dan melakukan berbagai upaya, misalnya belajar dan latihan lebih serius atau lebih sering untuj memperbaiki nilai yang jelek dan memperoleh nilai yang bagus.

Melalui kegiatan ekstra kurikuler, murid ditumbuhkan rasa percaya diri untuk bekerjasama, merencanakan sesuatu, bermusyawarah menetapkan target pencapaian, berlatih, berkompetisi, menerima kekalahan, menikmati kemenangan dan terus berlatih dengan rasa percaya diri untuk berprestasi.

Murid yang mendapatkan rasa percaya diri melalui kegiatan-kegiatan yang positif di sekolah seperti nilai pelajaran yang bagus, prestasi di bidang ekstra kurikuler atau sebagai aktifis, pengurus OSIS, dsb, maka pada perjalanan kehidupan selanjutnya dia sudah terbiasa menentukan target pencapaian dalam hidupnya dan berusaha mencapai tujuan denga percaya diri.

Murid yang mendapatkan rasa percaya diri melalui jalan yang keliru seperti; membolos, tawuran, bawa senjata tajam, makan dikantin tak membayar, malas mengerjakan tugas, merokok, geng, narkoba, sering melanggar disiplin sekolah, dsb, maka pada perjalan kehidupan selanjutnya murid itu punya percaya diri melakukan perbuatan negatif, melanggar norma sosial, melakukan kekerasan, dsb. Pengalaman melakukan hal-hal yang negatif lebih dominan dan sudah terbiasa, sehingga rasa percaya dirinya muncul untuk melakukan hal-hal buruk, sementara untuk melakukan kebaikan dia tak memiliki rasa percaya diri.

Beruntunglah anak yang terbiasa melakukan hal-hal baik selama sekolah hingga punya rasa percaya diri untuk selalu berbuat baik. Sementara anak yang terperosok biasa melakukan hal-hal buruk sehingga percaya diri menjadi pribadi yang biasa berbuat jahat atau melanggar aturan atau etika dalam hidup.

Sekolah harus memberi kesempatan kepada semua muridnya untuk melakukan aktifitas yang disenangi sesuai bakat dan minat agar murid punya kesempatan meningkatkan rasa percaya diri melalui aktifitas positif. Pondok pesantren Gontor yang sudah berdiri lebih dari 90 tahun dan memiliki cabang dua puluh di berbagai daerah di Indonesia, setiap sore setelah belajar para santri diwajibkan mengikuti kegiatan ekstra kurikuler yang ada di pesantren atau bersama santri lain melaksanakan ekskul baru sesuai minat masing-masing, termasuk menjadi pengurus organisasi ekskul dan OSIS, sehingga banyak sekali murid yang punya kesempatan menjadi pengurus organisasi sebagai ketua, wakil, sekretaris atau bendahara, dsb. Hal ini dapat makin menumbuhkembangkan kemampuan Leadership atau kepemimpinan dan mempercepat tumbuhkan rasa percaya diri. 

Sekolah harus memberi kesempatan muridnya melakukan hal-hal baik agar waktunya terisi dengan kebaikan sehingga mengurangi kesempatan melakukan hal-hal buruk atau tak baik agar mampu menumbuhkan rasa percaya diri dan terbiasa fokus pada kebaikan, selanjutnya …..

Author: Dedi Dwitagama

Working as Teacher at Vocational High School 50 Jakarta (SMK Negeri 50 Jakarta Timur), Trainer and Motivator on Drug Abuse, Leadership & HIV-AIDS Prevention, Education, ICT, Leadership, Character Building, Public Speaking also as photografer. Please visit; http://trainerkita.wordpress.com, http://fotodedi.wordpress.com and https://dedidwitagama.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s