Blog Pendidik


Leave a comment

Teacher Writing Camp 6 di Kampus UNJ — Labschool Jakarta

Kepada Yth Ibu dan bapak guru. Di – Tempat Terimakasih sudah mendaftar dalam acara Teacher Writing Camp Batch 6, sebuah acara yang akan mempertemukan para guru dari seluruh Indonesia yang ingin mengembangkan potensinya menjadi guru yang menginspirasi, menggerkan dan meneladani melalui tulisan-tulisan kreatifnya. Kegiatan ini rencana akan dilaksankan di Wisma UNJ Jakarta pada tanggal 29-31 […]

via Teacher Writing Camp 6 di Kampus UNJ — Labschool Jakarta

Advertisements


Leave a comment

Pagi ini saya minum teh tawar panas, kalo kamu?

Saya mencoba memahami fikiran orang-orang yang membeli minuman yang tak jelas kandungannya, menelan cairan yang rasanya tak jelas, dan mati dengan cara yang tak jelas juga. Kenapa mereka mau minum sesuatu dengan alasan solidaritas, kekompakan, pertemanan atau apapun yang berujung pada kematian.

Apakah di dalam kubur mereka tetap bisa bertemu dan membeli minuman oplosan lagi buat dinikmati bersama hingga mati kedua kalinya?

Pagi ini saya minum teh tawar panas, kalo kamu?


Leave a comment

Selamat hari Guru, masih percaya peribahasa?

“Gajah mati meninggalkan gading,
Harimau mati meninggalkan belang,
Manusia mati meninggalkan nama”

Itu peribahasa lama yang hampir semua guru tahu,
tapi guru sering lupa menerapkan dalam hidupnya,
apa buktinya?

jika ada murid di sekolah yang tak mengenal seorang guru
maka guru itu dipastikan tak menerapkan peribahasa di atas,
dia belum mati saja murid tak mengenalnya, gimana jika dia mati?

Sekarang, orang-orang mencari sesuatu dan belanja lewat internet,
mencari route jalan ke suatu lokasi,
membeli tiket pesawat, memesan kamar hotel,
membeli tiket pertunjukkan, mencari ojek atau mobil sewaan,
semua bisa dicari di internet hanya dengan telepon genggam.

Jika anda seorang guru, coba cari nama anda di internet lewat google
gunakan telepon genggam anda, atau minta tolong murid anda,
ada berapa banyak informasi diri anda di internet?
kalau tak ada, artinya tak ada gading atau belang,
apalagi nama yang anda tinggalkan
anda bukan pahlawan, tanda jasapun tak ada,
hasil karya tak terlihat, nama dan foto anda tak berjejak di internet

bagaimana agar diri anda eksis di google?
berikan tugas murid-murid anda untuk membuat makalah
jangan lagi dicetak, unggah di blog murid
topik belajar atau setiap kompetensi bisa jadi bahan tugas
berupa essay foto atau kumpulan foto yang bercerita, unggah di instagram
bisa juga dibuat video dan diunggah ke youtube

judul tugas yang diunggah mencantumkan nama guru dan sekolah,
misalnya: “TUGAS MATEMATIKA IBU AZIZA CANTIKA SMKN 3 JAKARTA”
jika setiap semester anda mengajar dua ratus murid,
dan memberikan tiga tugas memanfaatkan teknologi informasi,
maka 1.200 nama anda dan sekolah anda dipromosikan di internet

Video di atas adalah salah satu contoh model penugasan kepada murid yang sudah bisa dikerjakan oleh murid sekolah dasar, karena banyak aplikasi android atau software gratis yang mudah penggunaanya untuk mengedit video, sudah pernah search nama anda di google?


2 Comments

Mengenang diriku tahun 2016, semoga jadi tahun yang membahagiakan buat Anda

dwitagama-smkn-56-jkt-2

16 Januari 2016

dwitagama-smkn-56-jkt

happy together

Dua foto di atas adalah training pertama Saya di tahun 2016, tepatnya tgl 16 Januari 2016 di SMKN 56 Jakarta, Saya sharing, diskusi dan bermain tentang Leadership di acara mereka, dokumentasi yang lengkap bisa dilihat disini.

dwitagama smpn 231 dugas.jpg

Ketemu aktifis OSIS SMPN DUGAS 231 Jkt

Foto diatas Saya asik-asikan sama aktifis OSIS SMPN DUGAS 231 Jakarta Utara di LDKO mereka, yang bikin follower instagram saya makin banyak plus pada minta dipromote gitu … rempong tapi bikin kangen mereka, love u guys.

dwitagama-mgmp-matematika-sma-jakarta

di MGMP MATEMATIKA SMA DKI Jakarta 9 Nopember 2016

Foto terakhir adalah sessi Saya di seminar MGMP MATEMATIKA SMA DKI JAKARTA di SMA Negeri 3 Jakarta 9 Nopember 2016, terima kasih kepada semua fihak yang berkenan bersinergi dan peserta yang serius merespon sessi saya, semoga tahun 2016 jadi tahun yang membahagiakan buat Anda, semoga bermanfaat.


4 Comments

Sekolah selalu berubah

Berawal dari ditutupnya satu unit sekolah negeri yang berada di gedung yang sama guru-guru di sekolah itu menjadi lebih kompak, sebelum sekolah yang satu atap itu ditutup guru-guru hampir tak pernah mengadakan rapat kecuali awal tahun ajaran dan saat kenaikan kelas, diluar itu guru-guru asik bekerja sendiri-sendiri seoilah tak perlu kerjasama atau membicarakan sesuatu … semuanya mengalir begitu saja sampai sekolah yang berada dalam satu gedung tidak ada murid baru yang mendaftar sehingga murid-murid yang masih ada digabungkan menjadi satu sekolah, guru-gurunya ada yang bergabung, beberpa dari mereka harus berpindah ke sekolah lain.

Persepsi mereka beragam; Program keluarga berencana (KB) yang sukses sehingga penduduk usia sekolah berkurang, banyak penduduk pindah ke daerah perbatasan kota, penduduk sekitar sudah makin dewasa dan sekolah pada jenjang yang lebih tinggi, dan berbagai analisa berkelebat merespon ditutupnya unit sekolah dalam satu gedung tersebut.

Guru-guru mulai khawatir, bisa saja peminat ke sekolahnya semakin menurun hingga tak ada lagi orang tua yang mau menyekolahkan anaknya di sekolah negeri tempat mereka bertugas, seperti yang terjadi pada sekolah yang dilebur … sementara ada sekolah swasta yang tak jauh dari sekolah negeri itu peminatnya melimpah, sekolah swasta itu sudah menerima pendaftaran murid baru sejak September dengan pembayaran biaya macam-macam yang jumlahnya tak sedikit, atau bisa dibilang mahal.

Kenapa sekolah yang mahal tetap saja banyak peminatnya, sementara sekolah negeri dengan biaya yang tak ada atau gratis semakin banyak yang tak diminati hingga berujung tutup, dilikuidasi, digabung, dimerger atau berbagai istilah lainnya.

Kini guru-guru jadi sering mempertanyakan kenapa sekolah yang satu atap itu tutup, dan bagaimana agar sekolah mereka tetap eksis dan diminati masyarakat sekitarnya, guru-guru jadi sering kumpul, diawali dengan makan siang bersama, pengajian, arisan, demo masak, demo kesehatan atau kegiatan apa yang selanjutnya membahas berbagai hal untuk meningkatkan kualitas atau mutu pembelajaran dan pelayanan peserta didik agar sekolahnya tetap diminati oleh masyarakat disekitarnya. Guru-guru jadi terbiasa rapat sebulan sekali untuk membicarakan banyak hal sesuai kondisi sekolah dan lingkungan yang terkini.

Guru-guru jadi sering studi banding ke sekolah terdekat yang dikabarkan punya keunikan atau keunggulan yang bisa diterapkan di sekolah mereka. Up grading, kegiatan penyegaran mengundang narasumber dari luar untuk penerapan konsep baru, sistem baru dan hal-hal lain yang memperbaiki proses pembelajaran di kelas.

Suasana kelas, suasana sekolah jadi lebih terasa bergairah, murid-murid memanfaatkan teknologi informasi terkini dan melakukan kegiatan-kegiatan baru yang sebelumnya tak ada dengan melibatkan orang tua murid dan organisasi lain di luar sekolah. Murid-murid yang tak masuk dengan alasan yang tak jelas segara dipanggil orang tuanya untuk dikaji penyebabnya dan dilakukan treatmen sehingga murid jadi semangat sekolah lagi.

Kegiatan ekstra kurikuler jadi lebih aktif, frekuensi ikut serta dalam berbagai kompetisi semakin tinggi, prestasi murid dan guru jadi hal yang sangat biasa di sekolah itu. dokumentasi kegiatan sekolah, proses belajar, saat menjadi juara dan lainnya berkelebat di facebook, twitter, instagram, steller dan youtube.

Orang tua murid terlibat dalam berbagai kegiatan, termasuk ketika para orang tua merasa bahwa anak-anaknya perlu mendapatkan pengalaman belajar di luar sekolah, mereka bersepakat menjadwalkan liburan bersama dengan teman-teman sekelas dan mengajak guru-guru di sekolahnya, dengan agenda wisata edukasi, belajar di alam terbuka. Pembiayaan untuk hal itu dikelola oleh orangtua murid yang anaknya ikut serta dalam kegiatan wisata itu.

Berbagai perubahan dan kegiatan-kegiatan yang jadi kebiasaan baru di sekolah itu rupanya diamati oleh masyarakat sekitar sehingga peminat ke sekolah itu semakin meningkat, orangtua murid menjadi mitra yang kompak dengan guru saat menjalankan program yang meembentuk murid menjadi pribadi yang lebih baik, mampu berkompetisi di zaman yang terus berubah. Bagaimana dengan sekolah kamu?


Leave a comment

Guru Muda Bercahaya

Guru muda itu tak banyak bicara,
di ruang guru dia mempersiapkan bahan ajar,
murid selalu menjemputnya karena enggan menunggu lama,
suasana di kelas menyenangkan

Selain menyelesaikan bahan ajar,
guru muda itu memberi tugas murid,
mengaplikasikan bahan ajar dengan kehidupan nyata,
matematika yang diajarkan

Muridnya diberi tugas mendata penduduk di RW nya,
menyajikan dalam bentuk statistik,
membuat foto-foto saat mendata,
dan menggunggahnya ke instagram

suasana lingkungan warga dan statistiknya
disajikan dalam bentuk video oleh murid
lalu diunggah ke youtube
guru muda itu memberi komentar di instagram dan youtube murid

beberapa foto dan video yang unik
ditayangkan di kelas
ini membuat murid semangat membuat karya yang unik
yang kadang berbuah hadiah berupa pujian atau nilai

tugas berikutnya berhubungan dengan deret matematika,
murid ditugaskan membuat kajian tentang pembuangan sampah
karya tulis serta foto diposting di blog murid
foto-foto unik diunggah ke instagram

secara berkelompok murid membuat liputan video
hasil editing video diunggah ke youtube
beberapa foto dan video yang unik ditayangkan di kelas
ini membuat murid semangat membuat karya yang unik
yang kadang berbuah hadiah berupa pujian atau nilai
 

Murid-murid senang dan gembira mengerjakan tugas
karena semua bisa dikerjakan dengan telepon genggam
hasil kreatifitasnya bermacam-macam
hingga nama sekolahnya semakin terkenal di google

setiap orang yang browsing nama sekolahnya
menemukan hasil karya murid tugas guru muda itu
yang membuat semakin banyak masyarakat memilih sekolah itu
hingga muridnya semakin bagus kualitasnya

guru muda itu tetap saja memberi tugas yang kreatif
walau banyak guru lain mempertanyakan diam-diam
cuma membicarakan di belakang punggung guru muda itu
tapi tak berani bertanya langsung pada dirinya

karena seungguhnya banyak dari mereka faham
bahwa murid zaman sekarang harus dibiasakan memanfaatkan teknologi
untuk hal-hal yang baik
bermanfaat buat belajar dan kehidupan

bagaimana dengan anda?


4 Comments

Rekonstruksi Sekolah; MENGAJARKAN KEGAGALAN

how-to-turn-a-failure-into-a-wild-success

Perhatikan di sekolah anda, ketika diadakan suatu kompetisi tentang apa saja … berapa persen murid yang ikut serta berkompetisi? Mengapa begitu sedikit murid yang berani berkompetisi, alasannya bisa beragam; tidak siap, belum latihan, tidak bisa, tidak menguasai, dan masih banyak lagi … apakah hanya itu? Kadang sekolah menerapkan sedikit unsur paksaan dimana setiap kelas harus ada perwakilan dan jika tak ikut mendapat sangsi tertentu … kompetisi yang berubah jadi kegiatan formalitas, hal ini jadi sulit berharap mendapat kader yang baik dari bidang yang dikompetisikan tersebut.

Berapa puluh tahun anda sekolah? apa yang anda kenang selama belajar di sekolah? di sekolah seolah menanamkan keberhasilan, kesuksesan, kebaikan, keindahan … berbagai hal positif yang selalu ditanamkan. Setiap tahun diakhiri dengan sukses berupa naik kelas, rangking, hadiah, liburan dan hal-hal menyenangkan. Perhatikan orang-orang disekitar anda, berpendidikan sarjana tetapi tak memiliki pekerjaan yang baik, berpenghasilan tak jelas dan seperti tak punya gairah untuk hidup, apalagi mereka yang berpendidikan lebih rendah, mengapa? Padahal dalam kehidupan yang sebenarnya bertebaran berjuta kegagalan.

Ketika suatu saat merasakan kegagalan, seseorang sangat terkejut, sangat terpukul dan down atau seolah jatuh tak bisa bangun lagi karena begitu sedih dengan kegagalan yang dialami, karena dia tak biasa gagal, hampir tak pernah gagal, karena saat disekolah ada remedial, hingga selalu naik kelas dan lulus pada setiap jenjang pendidikan.

Orang-orang yang sukses dan berhasil dalam berbagai bidang adalah mereka yang sudah berkali-kali mengalami kegagalan tetapi selalu bangkit lagi untuk melakukan kerjanya sehingga kegagalan yang terjadi menjadi bahan pembelajaran menemukan strategi yang tepat untuk mencapai sukses.

Sekolah seharusnya memberikan kesempatan kepada murid-muridnya untuk melakukan berbagai hal yang tidak berorientasi pada hasil tetapi murid diberi pengalaman merasakan kegagalan, dan mencoba lagi memperbaiki kegagalan hingga menghasilkan sesuatu, sebuah pencapaian sukses yang bisa diterapkan dalam kehidupan nyata di masyarakat setelah lulus sekolah.

Kegiatan-kegiatan intra dan ekstra kurikuler harus bisa memberi pelajaran kepada murid bahwa kegagalan ada jalan menuju keberhasilan atau sukses, sehingga saat dia gagal tidak langsung terpukul dan segera bangkit memulai kerja lagi, menggunakan kegagalannya untuk merubah strategi dan kerjanya hingga mencapai sukses.

Pada pelajaran Bahasa Indonesia misalnya, murid dapat didorong untuk membuat skenario drama yang diposting di blog mereka, lalu dramanya dipentaskan dan direkam dalam bentuk foto untuk diunggah ke instagram dan video yang diunggah ke youtube, antar kelompok di kelas atau satu sekolah saling membandingkan atau dibuat kompetisi foto siapa dan video siapa yang mendapat jumlah kunjungan atau “like” terbanyak.

Penugasan itu dilakukan beberpa kali dalam satu semester sehingga ada yang gagal pada produk yang pertama, bisa saja mendapat sukses pada penugasan yang kedua, atau yang pernah juara pada tugas pertama bisa saja terpuruk pada tugas kedua. Budaya berkompetisi dan bersaing sehat menjadi hal yang biasa tanpa harus terpuruk jika kalah atau jadi sombong jika menang.

Pelajaran Olahraga bisa mendorong murid sesuai hobbynya untuk berlatih secara serius dan secara rutin mengikuti kompetisi yang diadakan di lingkungan internal sekolah maupun luar sekolah, sehingga terbiasa menerapkan karakter orientasi masa depan, kerjasama, kepemimpinan, berprestasi, dsb. Kekalahan yang diderita jadi bahan evaluasi dan merubah strategi latihan, dsb hingga pada saatnya akan memperoleh kemenangan. suasana latihan dan kompetisi serta kemenangan didokumentasikan dalam bentuk foto dan video kemudian diunggah ke instagram dan youtube.

Orientasi sekolah seharusnya tak hanya mendorong murid untuk berhasil, tetapi memberikan pengalaman gagal dalam hidup, kepada murid ditanamkan bahwa untuk mencapai sesuatu harus bersiap mengalami kegagalan, mencoba lagi dengan memperbaiki kesalahan yang membuat gagal, berulang-ulang hingga berhasil dan sukses. Sekolah mengajarkan kegagalan lewat kegiatan produktif yang didokumentasikan sehingga bisa dinikmati oleh murid-murid yang terlibat pada kegiatan tersebut dan generasi dibawahnya sebagai bahan pembanding untuk melakukan kerja atau pembelajaran yang lebih baik. Menurut anda?


4 Comments

Punya kontak Murid?

29

Melihat foto di atas, Saya ingat kenangan indah 4 atau 5 tahun lalu dengan anak KAPAL SMKN 29 Penerbangan Jakarta, saat itu weekend … saya sedang menikmati libur beresama keluarga … tiba-tiba tim kreatif sebuah stasiun TV menelpon Saya untuk sebuah wawancara live atau secara langsung di studio mereka pada esok hari, hari Minggu … saya selalu berusaha tak mengganggu teman-teman guru untuk bekerja saat weekend … beruntung saya punya no kontak beberapa murid di KAPAL dan mengenal beberapa dari mereka yang bisa diandalkan untuk tampil bersama saya wawancara live di stasiun TV swasta nasional.

Alhamduluillah, saya berhasil mengumpulkan beberapa murid hebat yang jadi nara sumber dan mendokumentasikan wawancara itu sehingga saya bisa menikmati foto di atas saat ini … makasih Guys … semoga kalian sudah sukses saat ini, never forget that moment deh.

Anda punya berapa kontak murid?


Leave a comment

Pelajar ikut DEMO, bagaimana sikap SEKOLAH?

massa-demonstrasi-4-november-2016-oleh-berbagai-kalangan-umat-islam_20161105_205449

Demonstrasi 4 Nopember 2016 yang ditengarai menjadi demo dengan jumlah peserta terbanyak sepanjang negeri ini ada berlangsung sukses walau ada sedikit huru hara di malam hari, apakah ada pelajar yang ikut serta demo didalamnya?

161114133751-01-student-anti-trump-protest-1114-super-tease

Kemenangan Trump di pemilihan presidan Amerika diprotes warganya termasuk pelajar SLTA disana, apakah di Indonesia bakal terjadi juga? Pelajar ikut demo menyarakan pendapatnya tentang pemimpinnya.

Apa yang dilakukan sekolah?
– Menghimbau murid agar tak ikut serta?
– Melaporkan nama-nama yang tak hadir hari itu?
– Memanggil orang tua?
– Memberikan sangsi pelanggaran?
– Mengumpulkan murid yang ikut demo memberi arahan?
– Membiarkan, karena itu hak warga negara?
– Melatih cara orasi yang baik?
– Melatih respon keadaan darurat jika terjadi rusuh?
– Pura-pura tak tahu?

Menurut anda?


Leave a comment

7 Jenis Guru di Sekolah

  

Sejak di Play Group hingga SLTA siapa Guru kamu yang paling berkesan dan tak akan kamu lupakan? Jika ada banyak Guru yang masih kamu kenang hingga sekarang setelah berpuluh tahun menjadi alumni dari sekolahmu dulu … artinya kamu sangat beruntung karena pernah berada di sekolah yang hebat yang punya guru-guru hebat hingga sulit dilupakan hingga waktu berjarak puluhan tahun.

Ada beberapa jenis guru yang bisa kamu jumpai di sekolah, diantaranya:

1. Guru yang mengajar pakai hati.
Guru yang tak hanya mengajarkan mata pelajaran yang diampu, guru jenis ini bisa jadi sahabat yang menyenangkan buat banyak muridnya, sering menanamkan nilai-nilai moral agar muridnya bisa jadi orang yang berkarakter baik dan sukses di masa dapan. Guru ini biasanya dikenang muridnya hingga jangka waktu yang panjang. Guru jenis ini hafal banyak nama muridnya, sering jadi rebutan bersalaman saat jumpa, sering diminta berfoto bareng dan diunggah di media sosial.

2. Guru yang lucu.
Guru yang selalu berusaha bisa tertawa bersama di kelas atau dimanapun saat bersama dirinya, belajar dibawa santai dalam riang gembira. Murid yang kurang baik disindir dengan cara bergurau dengan lucu-lucuan dengan maksud mengingatkan agar berubah jadi baik, umumnya guru jenis ini tak pelit dalam menilai, karena dia selalu berharap muridnya senym atau tertawa saat berjumpa dengan dirinya.

3. Guru yang jaim (jaga image) selalu.
Guru yang menerapkan banyak aturan dalam kegiatan belajar dengannya, meminta murid untuk selalu siap belajar dengan dia, tak boleh ketinggalan membawa buku, harus selalu mengerjakan pekerjaan rumah, sering marah jika muridnya ngobrol di kelas saat beliau menerangkan pelajaran, tugas-tugas dan pekerjaan rumah bertubi darinya, guru ini hanya berbicara tentang pelajaran di kelas, jarang tersenyum apalagi tertawa. Guru jenis ini kurang suka memberi nilai baik, kecuali buat murid yang menjadi idola atau mengidolakan dirinya.

4. Guru yang cepat berlalu.
Guru yang hanya berbicara dengan murid saat berlangsung pelajaran di kelas, berusaha masuk tepat waktu dan keluar sesuai bel pelajaran, Guru jenis ini sering mati gaya di kelas, diam seperti kehabisan stok bicara, di luar kelas dia hampir tak pernah bicara dengan murid. Saat memberi nilai, sering disama ratakan nilai murid sekelas, hampir semua murid di kelas mendapat nilai yang sama. Guru jenis ini selalu pulang tepat waktu, dia selalu terlihat sibuk dan tak punya waktu.

5. Guru yang melempar buku.
Guru yang sering ke kelas, menugaskan mencatat buku di papan tulis, kemudian guru tersebut meninggalkan kelas dengan berbagai alasan, beberapa waktu kemudian buku catatan murid dikumpulkan untuk diberi nilai atau paraf guru itu serta dimasukan ke dalam buku nilai guru pelempar buku, saat memberi nilai guru jenis ini biasanya murah memberi angka bagus, apalagi untuk pengurus kelasa atau murid yang bertugas mencatat di papan tulis.

6. Guru yang bercerita selalu.
Guru yang bergemar bercerita sepanjang proses belajar di kelas walau sering tak berhubungan dengan mata pelajaran yang diampu, terlihat seperti hanya menghabiskan waktu belajar di kelas, murid biasanya diberi tugas untuk membuat paper dan browsing tentang materi pelajaran di internet, soal nilai tergantung ketebalan paper yang dibuat muridnya.

7. Guru yang serba tak tahu.
Guru yang tersesat di sekolah, guru jenis ini sering berganti-ganti mata pelajaran, saat mengajar seperti menyalin buku paket di papan tulis sambil menerangkan, sambil menghadap ke papan tulis, jika ada murid yang bertanya guru macam ini sering mangalihkan atau melemparkan kepada murid lain untuk memberi jawaban denga memberi bonus nilai buat yang berhasil menjawab. Guru jenis ini murah dlam memberi nilai dan sering memberi nilai yang sama buat banyak murid di kelas.

Adakah jenis guru yang lain?


Leave a comment

Remaja korban sepeda motor

20161116-071025.jpg

Anda bisa mengendarai sepeda motor? Pada usia berapa anda mulai berkendara di jalan? Masih ingatkah perasaan anda saat berkendara di jalan?

Anak-anak itu menjadikan semua disekitarnya menjadi permainan untuk bersenang-senang, termasuk ketika mereka berkendara, mereka bersenang-senang, gembira bersama teman, berdua naik satu motor, kadang bertiga, bahkan berempat … Badan mereka kecil sehingga memungkinkan naik motor berempat atau berlima.

Anak-anak kecil itu selalu ingin menang, saat naik motor pun anak-anak selalu ingin menang, ingin yang paling depan, tak sabar antri atau menunggu.

Karakter sepeda motor yang bertumpu pada dua roda mengandalkan pengendalian keseimbangan, sangat rentan ketika ada lobang, batu atau hambatan lain di jalan yang tak terlihat hingga perhitungan yang salah saat berkendara, waktu akan menyalib kendaraan lain, ketika akan berbelok keliru mengendalikan kecepatan, resikonya adalah kecelakaan, berlanjut dengan kematian.

Seorang ibu pernah bangga ketika anak lelaki satu-satunya yang kelas dua sekolah dasar sudah mampu mengendarai sepeda motor, sejak SMP sudah membawa motor ke sekolah …. akhirnya meninggal setelah berkali-kali kecelakaan motor, kini beliau tak punya anak lelaki lagi.

Menurut anda?


Leave a comment

Guru yang sekedar

Guru yang sekedar tahu
tahu jadwal masuk ke kelas
tahu membuat Rencana mengajar
tahun menyelesaikan kurikulum

Guru yang sekedar tahu
hari ini harus pakai seragam apa
besok pakai seragam apa
total tunjangannya berapa

Guru yang sekedar tahu
jumlah muridnya di kelas ada berapa
selanjutnya murid kuliah atau kerja
dia tak mau tahu

Guru yang sekedar tahu
jadwal masuk sekolah jam berapa
lima menit sebelum waktu pulang
sudah siap dekat mesin absen

Guru sekedar tahu
kurikulum berganti selalu
cara ngajarnya tak berubah
yang berubah cuma penampakannya, semakin tua

Guru sekedar tahu
bahwa teknologi berkembang selalu
tapi dia merasa tak terlalu perlu
tugas murid dicetak melulu

Guru sekedar tahu
bahwa google jadi yang paling tahu
tapi dia tak tahu
bahwa dirinya tak terdaftar di google


Leave a comment

Perokok itu hebat-hebat, mereka bersaudra

Mereka hebat-hebat,
Matahari masih belum terbit
berangkat segera ke tempat ibadah
membawa kotak dan korek api
Selesai ibadah disuutnya benda putih
setelah menghadap sang pencipta
Mereka menghisap sang pembunuh

Mereka hebat-hebat,
tak punya kerja tetap
semangat bekerja apa saja yang bisa
berangkat semangat setip pagi
Mereka menghisap sang pembunuh

Mereka hebat-hebat
semangat kenakan seragam putih biru
berangkat ditemani kokok ayam
Mereka menghisap sang pembunuh

Mereka hebat-hebat
belum sempat sarapan
berangkat memanggul karung
mengais sampah yang bisa dijual
Mereka menghisap sang pembunuh

Mereka hebat-hebat
kenakan seragam perang
siap korbankan jiwa raga
membela negara tercinta
Mereka menghisap sang pembunuh

Mereka hebat-hebat
kenakan sepeda motor berseragam hijau, hitam
berangkat saat gelap menjemput penumpang
Mereka menghisap sang pembunuh

Mereka hebat-hebat
badan renta, pipi kempot,
gigi ompong, sering bengong, jarinya menjepit seseuatu
Mereka menghisap sang pembunuh

Mereka hebat-hebat
hanya takluk dengan benda 9 cm
berisi ribuan zat racun
dikemas indah dicitrakan hebat di iklan
menakukkan jutaan orang di negeri yang makmur
Mereka menghisap sang pembunuh

Mereka hebat-hebat
tak perlu nikmati indahnya sudut negeri
asik mojok di sudut gang, bawah pohon, ruang tangga kantor
buat orang-orang hebat itu
nikmatnyz asap tak tertandingi oleh segalanya
Mereka menghisap sang pembunuh

Mereka hebat-hebat
jika berjumpa sesama penghisap
mereka jadi terasa bersaudara
dalam nikmat tiada tara
menyongsong kematian bersama
Mereka menghisap sang pembunuh

Mereka hebat-hebat
mereka menghisap sang pembunuh
mereka tahu, andaipun sakit
Pemerintahnya akan menanggung biaya berobat
andai dia mati pun, pemakaman gratis
Mereka menghisap sang pembunuh


Leave a comment

Mendokumentasikan tiga wajah

Di UIN Jakarta saat menyimak pembicara, saya sentuh kamera di gawai saya, ternyata saya menemukan dua wajah yang sama, kamu kenal dia? Yang depan atau yang belakang?

Ketika mau pulang dari kampus UIN Ciputat saya menemukan wajah ketiga, liat deh.

Kabar-kabar lainnya bisa disimak disini.