Blog Pendidik

@dwitagama: karakter tumbuh dari pembiasaan


Leave a comment

Teacher Writing Camp 6 di Kampus UNJ — Labschool Jakarta

Kepada Yth Ibu dan bapak guru. Di – Tempat Terimakasih sudah mendaftar dalam acara Teacher Writing Camp Batch 6, sebuah acara yang akan mempertemukan para guru dari seluruh Indonesia yang ingin mengembangkan potensinya menjadi guru yang menginspirasi, menggerkan dan meneladani melalui tulisan-tulisan kreatifnya. Kegiatan ini rencana akan dilaksankan di Wisma UNJ Jakarta pada tanggal 29-31 […]

via Teacher Writing Camp 6 di Kampus UNJ — Labschool Jakarta


Leave a comment

Pagi ini saya minum teh tawar panas, kalo kamu?

Saya mencoba memahami fikiran orang-orang yang membeli minuman yang tak jelas kandungannya, menelan cairan yang rasanya tak jelas, dan mati dengan cara yang tak jelas juga. Kenapa mereka mau minum sesuatu dengan alasan solidaritas, kekompakan, pertemanan atau apapun yang berujung pada kematian.

Apakah di dalam kubur mereka tetap bisa bertemu dan membeli minuman oplosan lagi buat dinikmati bersama hingga mati kedua kalinya?

Pagi ini saya minum teh tawar panas, kalo kamu?


Leave a comment

Selamat hari Guru, masih percaya peribahasa?

“Gajah mati meninggalkan gading,
Harimau mati meninggalkan belang,
Manusia mati meninggalkan nama”

Itu peribahasa lama yang hampir semua guru tahu,
tapi guru sering lupa menerapkan dalam hidupnya,
apa buktinya?

jika ada murid di sekolah yang tak mengenal seorang guru
maka guru itu dipastikan tak menerapkan peribahasa di atas,
dia belum mati saja murid tak mengenalnya, gimana jika dia mati?

Sekarang, orang-orang mencari sesuatu dan belanja lewat internet,
mencari route jalan ke suatu lokasi,
membeli tiket pesawat, memesan kamar hotel,
membeli tiket pertunjukkan, mencari ojek atau mobil sewaan,
semua bisa dicari di internet hanya dengan telepon genggam.

Jika anda seorang guru, coba cari nama anda di internet lewat google
gunakan telepon genggam anda, atau minta tolong murid anda,
ada berapa banyak informasi diri anda di internet?
kalau tak ada, artinya tak ada gading atau belang,
apalagi nama yang anda tinggalkan
anda bukan pahlawan, tanda jasapun tak ada,
hasil karya tak terlihat, nama dan foto anda tak berjejak di internet

bagaimana agar diri anda eksis di google?
berikan tugas murid-murid anda untuk membuat makalah
jangan lagi dicetak, unggah di blog murid
topik belajar atau setiap kompetensi bisa jadi bahan tugas
berupa essay foto atau kumpulan foto yang bercerita, unggah di instagram
bisa juga dibuat video dan diunggah ke youtube

judul tugas yang diunggah mencantumkan nama guru dan sekolah,
misalnya: “TUGAS MATEMATIKA IBU AZIZA CANTIKA SMKN 3 JAKARTA”
jika setiap semester anda mengajar dua ratus murid,
dan memberikan tiga tugas memanfaatkan teknologi informasi,
maka 1.200 nama anda dan sekolah anda dipromosikan di internet

Video di atas adalah salah satu contoh model penugasan kepada murid yang sudah bisa dikerjakan oleh murid sekolah dasar, karena banyak aplikasi android atau software gratis yang mudah penggunaanya untuk mengedit video, sudah pernah search nama anda di google?


2 Comments

Mengenang diriku tahun 2016, semoga jadi tahun yang membahagiakan buat Anda

dwitagama-smkn-56-jkt-2

16 Januari 2016

dwitagama-smkn-56-jkt

happy together

Dua foto di atas adalah training pertama Saya di tahun 2016, tepatnya tgl 16 Januari 2016 di SMKN 56 Jakarta, Saya sharing, diskusi dan bermain tentang Leadership di acara mereka, dokumentasi yang lengkap bisa dilihat disini.

dwitagama smpn 231 dugas.jpg

Ketemu aktifis OSIS SMPN DUGAS 231 Jkt

Foto diatas Saya asik-asikan sama aktifis OSIS SMPN DUGAS 231 Jakarta Utara di LDKO mereka, yang bikin follower instagram saya makin banyak plus pada minta dipromote gitu … rempong tapi bikin kangen mereka, love u guys.

dwitagama-mgmp-matematika-sma-jakarta

di MGMP MATEMATIKA SMA DKI Jakarta 9 Nopember 2016

Foto terakhir adalah sessi Saya di seminar MGMP MATEMATIKA SMA DKI JAKARTA di SMA Negeri 3 Jakarta 9 Nopember 2016, terima kasih kepada semua fihak yang berkenan bersinergi dan peserta yang serius merespon sessi saya, semoga tahun 2016 jadi tahun yang membahagiakan buat Anda, semoga bermanfaat.


4 Comments

Sekolah selalu berubah

Berawal dari ditutupnya satu unit sekolah negeri yang berada di gedung yang sama guru-guru di sekolah itu menjadi lebih kompak, sebelum sekolah yang satu atap itu ditutup guru-guru hampir tak pernah mengadakan rapat kecuali awal tahun ajaran dan saat kenaikan kelas, diluar itu guru-guru asik bekerja sendiri-sendiri seoilah tak perlu kerjasama atau membicarakan sesuatu … semuanya mengalir begitu saja sampai sekolah yang berada dalam satu gedung tidak ada murid baru yang mendaftar sehingga murid-murid yang masih ada digabungkan menjadi satu sekolah, guru-gurunya ada yang bergabung, beberpa dari mereka harus berpindah ke sekolah lain.

Persepsi mereka beragam; Program keluarga berencana (KB) yang sukses sehingga penduduk usia sekolah berkurang, banyak penduduk pindah ke daerah perbatasan kota, penduduk sekitar sudah makin dewasa dan sekolah pada jenjang yang lebih tinggi, dan berbagai analisa berkelebat merespon ditutupnya unit sekolah dalam satu gedung tersebut.

Guru-guru mulai khawatir, bisa saja peminat ke sekolahnya semakin menurun hingga tak ada lagi orang tua yang mau menyekolahkan anaknya di sekolah negeri tempat mereka bertugas, seperti yang terjadi pada sekolah yang dilebur … sementara ada sekolah swasta yang tak jauh dari sekolah negeri itu peminatnya melimpah, sekolah swasta itu sudah menerima pendaftaran murid baru sejak September dengan pembayaran biaya macam-macam yang jumlahnya tak sedikit, atau bisa dibilang mahal.

Kenapa sekolah yang mahal tetap saja banyak peminatnya, sementara sekolah negeri dengan biaya yang tak ada atau gratis semakin banyak yang tak diminati hingga berujung tutup, dilikuidasi, digabung, dimerger atau berbagai istilah lainnya.

Kini guru-guru jadi sering mempertanyakan kenapa sekolah yang satu atap itu tutup, dan bagaimana agar sekolah mereka tetap eksis dan diminati masyarakat sekitarnya, guru-guru jadi sering kumpul, diawali dengan makan siang bersama, pengajian, arisan, demo masak, demo kesehatan atau kegiatan apa yang selanjutnya membahas berbagai hal untuk meningkatkan kualitas atau mutu pembelajaran dan pelayanan peserta didik agar sekolahnya tetap diminati oleh masyarakat disekitarnya. Guru-guru jadi terbiasa rapat sebulan sekali untuk membicarakan banyak hal sesuai kondisi sekolah dan lingkungan yang terkini.

Guru-guru jadi sering studi banding ke sekolah terdekat yang dikabarkan punya keunikan atau keunggulan yang bisa diterapkan di sekolah mereka. Up grading, kegiatan penyegaran mengundang narasumber dari luar untuk penerapan konsep baru, sistem baru dan hal-hal lain yang memperbaiki proses pembelajaran di kelas.

Suasana kelas, suasana sekolah jadi lebih terasa bergairah, murid-murid memanfaatkan teknologi informasi terkini dan melakukan kegiatan-kegiatan baru yang sebelumnya tak ada dengan melibatkan orang tua murid dan organisasi lain di luar sekolah. Murid-murid yang tak masuk dengan alasan yang tak jelas segara dipanggil orang tuanya untuk dikaji penyebabnya dan dilakukan treatmen sehingga murid jadi semangat sekolah lagi.

Kegiatan ekstra kurikuler jadi lebih aktif, frekuensi ikut serta dalam berbagai kompetisi semakin tinggi, prestasi murid dan guru jadi hal yang sangat biasa di sekolah itu. dokumentasi kegiatan sekolah, proses belajar, saat menjadi juara dan lainnya berkelebat di facebook, twitter, instagram, steller dan youtube.

Orang tua murid terlibat dalam berbagai kegiatan, termasuk ketika para orang tua merasa bahwa anak-anaknya perlu mendapatkan pengalaman belajar di luar sekolah, mereka bersepakat menjadwalkan liburan bersama dengan teman-teman sekelas dan mengajak guru-guru di sekolahnya, dengan agenda wisata edukasi, belajar di alam terbuka. Pembiayaan untuk hal itu dikelola oleh orangtua murid yang anaknya ikut serta dalam kegiatan wisata itu.

Berbagai perubahan dan kegiatan-kegiatan yang jadi kebiasaan baru di sekolah itu rupanya diamati oleh masyarakat sekitar sehingga peminat ke sekolah itu semakin meningkat, orangtua murid menjadi mitra yang kompak dengan guru saat menjalankan program yang meembentuk murid menjadi pribadi yang lebih baik, mampu berkompetisi di zaman yang terus berubah. Bagaimana dengan sekolah kamu?


Leave a comment

Guru Muda Bercahaya

Guru muda itu tak banyak bicara,
di ruang guru dia mempersiapkan bahan ajar,
murid selalu menjemputnya karena enggan menunggu lama,
suasana di kelas menyenangkan

Selain menyelesaikan bahan ajar,
guru muda itu memberi tugas murid,
mengaplikasikan bahan ajar dengan kehidupan nyata,
matematika yang diajarkan

Muridnya diberi tugas mendata penduduk di RW nya,
menyajikan dalam bentuk statistik,
membuat foto-foto saat mendata,
dan menggunggahnya ke instagram

suasana lingkungan warga dan statistiknya
disajikan dalam bentuk video oleh murid
lalu diunggah ke youtube
guru muda itu memberi komentar di instagram dan youtube murid

beberapa foto dan video yang unik
ditayangkan di kelas
ini membuat murid semangat membuat karya yang unik
yang kadang berbuah hadiah berupa pujian atau nilai

tugas berikutnya berhubungan dengan deret matematika,
murid ditugaskan membuat kajian tentang pembuangan sampah
karya tulis serta foto diposting di blog murid
foto-foto unik diunggah ke instagram

secara berkelompok murid membuat liputan video
hasil editing video diunggah ke youtube
beberapa foto dan video yang unik ditayangkan di kelas
ini membuat murid semangat membuat karya yang unik
yang kadang berbuah hadiah berupa pujian atau nilai
 

Murid-murid senang dan gembira mengerjakan tugas
karena semua bisa dikerjakan dengan telepon genggam
hasil kreatifitasnya bermacam-macam
hingga nama sekolahnya semakin terkenal di google

setiap orang yang browsing nama sekolahnya
menemukan hasil karya murid tugas guru muda itu
yang membuat semakin banyak masyarakat memilih sekolah itu
hingga muridnya semakin bagus kualitasnya

guru muda itu tetap saja memberi tugas yang kreatif
walau banyak guru lain mempertanyakan diam-diam
cuma membicarakan di belakang punggung guru muda itu
tapi tak berani bertanya langsung pada dirinya

karena seungguhnya banyak dari mereka faham
bahwa murid zaman sekarang harus dibiasakan memanfaatkan teknologi
untuk hal-hal yang baik
bermanfaat buat belajar dan kehidupan

bagaimana dengan anda?