Blog Pendidik

Sekolah membagauskan budaya, naikkan mutu hidup generasi muda

3 Comments

Screen Shot 2017-05-18 at 10.15.39 AM

Teman dan sahabat,
Coba ingat pengalaman kita belajar di sekolah dan perguruan tinggi, berapa banyak kegiatan selama anda jadi murid dan mahasiswa yang membuat anda jadi merasa lebih berbudaya?

Jika budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang, dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni.

Berapa banyak kegiatan zaman dulu yang dilakukan bersama kelompok di kelas kita yang menghasilkan suatu karya atau suatu cara hidup untuk berkembang? Tugas-tugas kelompok ketika sekolah biasanya berujung dengan laporan yang dicetak dan dipresentasikan di depan kelas dan kemudian mendapat nilai dari guru.

Jika sebagai guru, hari-hari ini anda masih memberi tugas murid untuk mencetak laporan murid artinya anda masih sama dengan guru-guru empat puluh tahun yang lalu, apalagi tugas-tugas anda buat murid hanya sekedar merespon mata pelajarn yang anda ajarkan di kelas dan sangat tak terasa hubungannya dengan kehidupan nyata yang berkembang di sekitar kita sat ini.

Bagaimana seharusnya?

Tugas-tugas pelajaran di sekolah seharusnya dihubungkan dengan berbagai situasi yang berkembang dalam kehidupan sehari-hari dan menimbulkan strategi dari murid untuk mampu menyikapi stuasi dengan cara-cara yang berbudaya yang dalam jangka panjang menumbuhkan karakter yang baik dari murid sekolah.

Resume atau laporan didokumentasikan dalam bentuk narasi yang tak perlu lagi dicetak, tetapi diunggah dalam bentuk blog, video, foto yang akan meninggalkan jejak transaksi budaya di sekolah yang dilakukan guru dengan murid di sekolah itu.

Guru menilai proses kerjasama dan hasil dari dokumenasi digital yang bisa dilihat oleh orang sedunia di blog, youtube dan bisa dicari di google himgga puluhan tahu ke depan.

Video di atas adalah salah satu contoh bentuk pembelajaran yang mendorong murid bersama kelompoknya belajar menyusun rencana, bermufakat, menentukan skenario, merekam gambar, melakukan editing hingga mengunggah video ke youtube. Proses pembelajaran yang hasilnya bisa dinikmati hingga puluhan tahun, sementara jika hanya dicetak tugas kelompoknya langsung hilang tak berbekas, hanya nilai di raport yang bisu tak bersuara dan tanpa gambar.

Bagaimana dengan anda?

Advertisements

Author: Dedi Dwitagama

Working as Teacher at Vocational High School 50 Jakarta (SMK Negeri 50 Jakarta Timur), Trainer and Motivator on Drug Abuse, Leadership & HIV-AIDS Prevention, Education, ICT, Leadership, Character Building, Public Speaking also as photografer. Please visit; http://trainerkita.wordpress.com, http://fotodedi.wordpress.com and https://dedidwitagama.wordpress.com

3 thoughts on “Sekolah membagauskan budaya, naikkan mutu hidup generasi muda

  1. Inspiratif sekali pak , postingannya. InshaAllah suatu saat sy akan mencoba. tetapi di sekolah saya tidak semua siswa dapat dengan mudah mengakses internet pak. Tapi mungkin bisa dicoba perkelompok saja ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s