Blog Pendidik

Eh, dapet salam dari Persekusi, apakah dia seksi?

Leave a comment

Sejak kemarin saya sensi mendengar kata persekusi, yang menurut kkbi, begini artinya:

per·se·ku·si /pérsekusi/ v pemburuan sewenang-wenang terhadap seorang atau sejumlah warga dan disakiti, dipersusah, atau ditumpas;


me·mer·se·ku·si v menyiksa, menganiaya: tanpa memikirkan lagi keadilan atau kemanusiaan, mereka ~ lawan politiknya bagai iblis


Ini ekses dari penggunaan sosial media dan kelemahan kemampuan literasi media warga negara yang gejala awalnya ditandai dengan penyebaran berita yang tak jelas sumbernya di group-group sosial media seperti whatsup, line, telegram, lalu kemudian bergeser ke platform facebook, instagram, twitter, dsb.

Terlalu sering membaca berita yang sama berkali-kali tanpa mengkonfirmasi dari sumber-sumber berita yang bisa dipercaya membuat seseorang percaya terhadap sesuatu lalu menyimpulkan hal itu jadi kebenaran dan kemudian merespon sesuai pemahaman dan kebutuhannya sendiri.

Kemudian dia ingin mengetahui reaksi orang lain terhadap respon dirinya tentang suatu masalah dengan cara mengunggah di sosial media, yang mungkin tak diduga menimbulkan korban.

Saya mencatat banyak korban dari kalangan artia/selebritis, pejabat, penjahat dan bisa siapa saja. Ada yang membiarkan dirinya menjadi korban dengan menganggap dirinya makin terkenal karena makin banyak haters sebagai resiko kepopulerannya.

Ada selebritis yang mengerahkan “orangnya” untuk mencari pelaku yang telah menyinggung perasaan dirinya lewat unggahan foto, meme, status atau kicauan sosial media. Hasil perburuan diposting di akun sosial media sang seleb dan pelaku menyatakan permintaan maaf di akunnya. Apakah itu termasuk persekusi?

Ada peristiwa dimana pendukung seorang tokoh tak terima atau tersinggung dengan gambar atau pernyataan unggahan penduduk negeri hingga dilaporkan ke polisi dan pelaku yang mengunggahnya ditangkap polisi, kasus itu tak berlanjut karena sang tokoh memaafkan kelakuan pelaku.

Kamu sudah kenalan sama persekusi? 

Advertisements

Author: Dedi Dwitagama

Working as Teacher at Vocational High School 50 Jakarta (SMK Negeri 50 Jakarta Timur), Trainer and Motivator on Drug Abuse, Leadership & HIV-AIDS Prevention, Education, ICT, Leadership, Character Building, Public Speaking also as photografer. Please visit; http://trainerkita.wordpress.com, http://fotodedi.wordpress.com and https://dedidwitagama.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s