Blog Pendidik

Sekolah Online

Leave a comment

online-community-panel-software-free-ebook-download2-2

Booming gaya hidup online yang menghantam Indonesia bisa jadi mempengaruhi gaya pendidikan negeri ini sekarang atau nanti, saya membayangkan begini pelaksanaannya;

Pada awal tahun ajaran baru murid mendaftar secara online hingga melengkapi persyaratan administrasi secara online, pada waktu yang dijadwalkan murid harus datang ke sekolah untuk masa orientasi yang jadwal dan materinya sudah diunduh oleh murid, kedatangan ke sekolah dimaksudkan untuk mengetahui berbagai sarana di sekolah dan guru-guru, tata usaha dan kepala sekolah.

Murid-murid mengunduh materi pelajaran dan mempelajari di rumah, ada jadwal untuk bimbingan atau konsultasi yang membuat murid datang ke sekolah pada waktu-waktu tertentu, termasuk untuk menyerahkan tugas-tugas ko kurikuler yang tak bisa diunggah lewat internet, tetapi berbentuk benda nyata sebagai hasil karya kreatifitas murid seperti lukisan, teknologi, tumbuhan, dsb.

Untuk materi pelajaran yang menumbuhkan karakter, murid bekerja sama dengan teman-temannya membangun dan memperlihatkan karakter yang jadi target pelajaran untuk diobservasi guru dan mendapat nilai.

Untuk pelajaran yang terukur seperti olahraga, prakarya, multimedia, komputer, kesenian murid boleh berlatih di rumah, sekolah atau dimana saja secara mandiri atau bersama teman-temannya dan pada akhir semester diuji pencapainya dengan memperlihatkan hasil latihannya; misalnya kemampuan renang gaya dada yang harus bisa menempuh jarak tertentu dengan waktu tertentu, bermain dalam tim basket, volley, bertanding cabang olahraga bela diri, dsb. Dalam bidang seni murid mendemonstrasikan membuat lukisan di hadapan guru penguji, mempergakan tarian daerah atau modern hasil latihan bersama teman, mementaskan karya teater, melagukan musikalisasi puisi, dsb.

Murid didorong lebih mencintai tanah air, menikmati keindahan, mengenali keberagaman melalui kegiatan hidup bersama pendududk yang berjarak ratusan kilometer dari rumahnya dan kemudian dibuat dokumentasi berupa tulisan, foto dan video yang dipresentasikan di sekolah di diupload di website, blog dan media sosial milik sekolah maupun murid

Pada tahun terakhir di sekolah, murid fakus berlatih mengerjakan soal-soal ujian nasional plus workshop-workshop yang menumbuhkan daya kritis terhadap karakter, seni, olahraga dan kebangsaan, termasuk membuat projek tugas akhir sekolah membuat sesuatu aktifitas yang bisa memberi kontribusi meningkatkan kualitas kehidupan penduduk di suatu daerah, proses pengerjaan tugas dan laporan projek didokumentasikan di setiap blog murid dan akun youtube murid masing-masing.

Murid melakukan kontrak atau perjanjian untuk memenuhi target belajar setiap mata pelajaran, termasuk penjadwalan penyelesaian tugas atau projek-projek dan jadwal ujian online atau tatap muka. Kehadiran murid di sekolah tidak setiap hari, tergantung kebutuhan untuk memenuhi kontrak belajar. Hal ini menumbuhkan mental mandiri dan ketekunan murid untuk menyelesaikan pelajaran.

Sehubungan dengan pembentukan karakter warga negara yang baik, sepanjang proses belajar murid harus memenuhi tata tertib di sekolah dan aturan hukum di masyarakat, pelangaran terhadap tata tertib dan pelanggaran hukum yang mengakibatkan murid berurusan dengan polisi hingga menjadi terpidana akan menimbulkan sangsi seperti tidak lulus sekolah atau dikeluarkan. Data pelanggaran hukum pelajar akan diberitahukan polisi kepada sekolah.

Sekolah merupakan bagian dari masyarakat, proses belajar di sekolah harus lengsung mendidik murid mematuhi peraturan hukum seperti membawa kendaraan bermotor setelah berusia 17 tahun dan memiliki SIM, naik motor mengenakan helm, tidak mengambil barang milik orang lain, dsb.

Kemampuan teknologi informasi mutlak dikuasai oleh guru, karena komunikasi dengan murid harus memanfaatkan internet.

Perubahan akan terus terjadi karena perubahan adalah sesuatu yang abadi, termasuk cara mendidik warga negara dan mau tak mau kita harus menerimanya, menurut anda?

Advertisements

Author: Dedi Dwitagama

Pendidik yang bermimpi makin banyak anak negeri berani berkompetisi, silahkan mampir ke; http://trainerkita.wordpress.com, http://fotodedi.wordpress.com dan https://dedidwitagama.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.