Blog Pendidik

Kantong Parkir Motor di Sekitar Sekolah

3 Comments

pelajar bermotor

Syarat seseorang boleh mengendarai kendaraan bermotor adalah sudah berusia 17 tahun dan memiliki SIM, kenapa? Karena kematangan pribadi dan emosi seseorang yang sudah berusia 17 tahun lebih dewasa dibanding usia sebelumnya, sehingga kemungkinan terjadi kecelakaan di jalan dan korban jiwa bisa dicegah.

Dinas Pendidikan sudah melarang murid sekolah mengendarai kendaraan bermotor ke sekolah, sehingga sekolah tidak mengijinkan muridnya membawa kendaraan dan parkir di dalam lingkungan sekolah. Sayangnya, dengan berbagai alasan orang tua membolehkan anaknya pergi dan pulang ke sekolah mengendarai sepeda motor dan mobil sendiri.

Manajemen sekolah seolah menutup mata terhadap kebiasaan muridnya membawa kendaraan bermotor ke sekolah dan memarkirnya di kantong-kantong parkir di sekitar sekolah, pemilik lahan di sekitar sekolah seolah mendapat sumber penghasilan baru memanfaatkan lahan yang tersedia, bahkan ada beberapa rumah yang sengaja dipugar menjadi ruang terbuka untuk menampung ratusan sepeda motor anak sekolah lanjutan di sekitarnya dengan tarif parkir beragam, mulai 2.000 hingga 5.000 rupiah untuk penitipan selama 8 jam, mulai pk 7 sampai 15 WIB.

Kepolisian punya intel atau binmas pasti tahu adanya kantong-kantong parkir di wilayah kerjanya, harusnya pelajar itu di edukasi dan ditilang  jika masih melanggar agar tak makin banyak korban mati karena kecelakaan lalu lintas.

Screen Shot 2018-03-13 at 12.15.48 PM

Advertisements

Author: Dedi Dwitagama

Pendidik yang bermimpi makin banyak anak negeri berani berkompetisi, silahkan mampir ke; http://trainerkita.wordpress.com, http://fotodedi.wordpress.com dan https://dedidwitagama.wordpress.com

3 thoughts on “Kantong Parkir Motor di Sekitar Sekolah

  1. Soal tindakan yg seharusnya di lakukan pihak kepolisian saya no komen, takut salah ngomong pak ahihi… Tapi, di jaman now😂😂😂 memang banyak anak sekolah terutama di sekolah lanjutan tingkat pertama yg secara umum blm punya sim. Banyak yg di biarkan mengendarai sepeda motor.

  2. nah ini dia,
    beberapa alasan klasik yang mereka utarakan antara lain: rumahnya jauh tidak ada kendaraan yang mencapainya (memang benar adanya), mereka di kampung di tinggal oleh orangtuanya bekerja di kota dan saat ini hidup dengan neneknya -tidak mungkin donk nenek akan mengantarkannya ke sekolah, kalau seperti ini alasannya, kita bisa apa?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.