Blog Pendidik

Bahagia Perlu Biaya: Mudik pake Sepeda Motor tak Baik

4 Comments

“Mudik lebaran menggunakan sepeda motor itu sensasinya banyak, bisa beristirahat dimanapun kita mau, ekonomis sekali karena biaya bensin irit, dan saat dikampung halaman bisa pergi kemana saja mengunjungi keluarga dan rekreasi tidak tergantung angkutan umum, yang semakin jarang di kampung.”

Mungkin karena berbagai sensasi di atas, lebih dari enam juta sepeda motor berseliweran jarak jauh saat mudik lebaran. Data mudik tahun lalu ada 3.168 kecelakaan yang melibatkan 5.860 kendaraan pada pelaksanaan mudik 2017. Dari total kendaraan yang terlibat kecelakaan tersebut, 4.346 di antaranya adalah sepeda motor.

Data Kementerian Perhubungan, jumlah sepeda motor pada arus mudik 2017 ini mencapai 6.391.784 unit. Angka itu tumbuh 33,5 persen dibandingkan tahun lalu. Jadi 74 persen dari total kecelakaan itu dialami oleh pengendara sepeda motor, kecelakaan tersebut tercatat menewaskan 742 orang.

Usaha pemerintah menyediakan layanan transportasi umum yang layak untuk semua rakyatnya amat sangat tertinggal, sementara strategi bisnis produsen kendaraan bermotor sangat progresif merespon ketiadaan angkutan umum penduduk negeri dengan memberi fasilitas kredit yang ringan dan membuat banyak rakyat tergiur memanfaat fasilitas kredit kendaraan bermotor walau jumlah akumulasi biaya yang harus dikeluarkan untuk memiliki kendaraan bermotor sangat besar selisihnya jika diberi secara tunai. Kemacetan lalulintas membuat sepeda motor jadi pilihan utama untuk berkendara karena bisa menyelinap di rimba kendaraan yang menumpuk di jalan.

Setelah bertahun-tahun berkendara, seseorang merasa telah mengusasai sepeda motornya dengan baik dan menggunakannya untuk perjalanan jauh mudik lebaran dengan membawa serta istri, anak dan barang yang tak sedikit, hal itu akan sangat membahayakan bagi pengendara motor, terutama untuk penumpak yang duduk paling belakang. Kondisi panas matahari saat siang atau dinginnya udara malam, jarak pandang yang terbatas dalam gelap dan terpaan angin membuat semua pengendara motor cepat lelah, serta kondisi jalan yang tak selalu baik yang beresiko terhadap keselamatan pengendara sepeda motor dan pengguna jalan lainnya. Tidak hanya kerugian materi, nyawa juga bisa melayang, maksud hati menghemat waktu dan biaya tak bisa diraih, kehilangan orang yang dicintai pada hari yang direncanakan untuk berbahagia. Sangat tidak aman.

Pada Undang-undang Lalulintas sudah diatur, bahwa pengendara motor yang membawa penumpang lebih dari satu orang dikenakan denda maksimal Rp. 250.000. Hal ini bisa dijadikan acuan bagi Kepolisian untuk melakukan tindakan tegas sejak awal arus mudik mulai mengalir ke daerah, di setiap wilayah Polres yang dilalui arus mudik harus dilakukan razia dan  dipersiapkan tim khusus tilang di tempat agar setiap pengendara motor yang melanggar langsung ditilang denda maksimal, dan di wilayah Polres yang dilalui berikutnya harus dilakukan razia dan  dipersiapkan tim khusus tilang di tempat agar setiap pengendara motor yang melanggar langsung ditilang denda maksimal,begitu selanjutnya agar pengendara sepeda motor jera atau kapok karena untuk perjalanan ke jawa Tengah hingga Jawa Timur dia akan terkena sekian kali razia dan mengeluarkan uang yang tidak sedikit dan rencana berhemat berkendara motor malah jadi boros.

Pemerintah harus mengabarkan sejak jauh-jauh hari tentang kebijakan melindungi keselamatan penduduk negerinya agar bisa lebaran dengan bahagia di kampung halaman dengan tak sekedar menghimbau rakyat agar tak menggunakan sepeda motor, tetapi mempersiapkan tindakan sangsi yang tegas jika kedapatan pengendara motor yang membawa penumpang lebih dari satu orang, apalagi membawa bayi atau balita berkendara dengan sepeda motor. Karena denda maksimal yang berkali-kali pasti jumlahnya lebih banyak dibanding anak dan istrinya melakukan perjalanan dengan bis atau kereta api beberapa hari lebih cepat dari suaminya yang mungkin mendapatkan jatah waktu libur yang terbatas, sehingga dia melakukan perjalanan mudik dengan motor seorang diri.

Usaha pencegahan agar tidak terjadi ribuan korban akibat kelelahan dan faktor jalan raya serta karakteristik sepeda motor yang diciptakan untuk perjalanan jarak dekat dengan menegakkan aturan lalu lintas yang sudah berlaku sejak dahulu. Sayangnya pemerintah selama ini seperti abai atau memberi pengampunan bagi rakyat negeri untuk melanggar aturan hukum yang berlaku, barangkali hal ini dilakukan sebagai  bentuk permintaan maaf karena hingga saat ini pemrintah belum mampu menyelenggarakan sistem angkutan umum yang baik untuk seluruh daerah.

Ada banyak penduduk negeri yang realistis karena keterbatasan waktu dan kondisi ekonomi, mereka tidak pulang kampung saat lebaran karena biaya transportasi menjadi lebih mahal dan biaya kebutuhan lain juga selalu meningkat, mereka pulang kampung untuk bersilaturahmi pada saat-saat bukan libur lebaran, ada yang sebelum puasa, ada pula yang setelah lebaran, ada yang berbarengan dengan waktu penyelenggaraan hajatan keluarga. MEreka memberikan pengertian kepada keluarga di kampung bahwa saat lebaran nanti mereka tak pulang kampung karena berbagai hal, dan biasanya keluarga di kampung mengerti.

Tak sedikit perantau di ibukota yang pulang memanfaatkan fasilitas mudik bersama dari berbagai instansi atau perusahaan, ada pula yang mencarter travel milik tetangganya di kampung sejak jauh-jauh hari, ada yang menanggung biaya mencarter mobil yang diisi beberapa keluarga untuk pergi dan pulang ke kampung halaman, bahkan ada yang menggunakan mobil bak yang diberi tutup terpal dan penumpangnya duduk lesehan hingga ke kampung halaman.

Mudik lebaran yang bahagia harus direncanakan dengan baik dan pasti memerlukan biaya yang banyak, rencana bahagia bersama keluarga di kampung halaman bisa dirasakan lewat perjuangan yang panjang dan kemauan menggunakan moda transportasi yang aman. Jika belum mampu, pulang kampung bisa diganti dengan video call untuk bermaaf-maafan. Mudik dengan sepeda motor sangat rentan terhadap kecelakaan yang bisa berujung kematian. Bahagia tak dapat diraih, hemat tak bisa didapat, nyawa melayang, biaya pun tekor karena harus membayar biaya rumah sakit, ambulan dan pemakaman, belum lagi untuk kendurian atau selamatan setelah pemakaman.

Selamat pulang kampung dengan selamat dan raih bahagia dan jangan sampai tekor.

Advertisements

Author: Dedi Dwitagama

Pendidik yang bermimpi makin banyak anak negeri berani berkompetisi, silahkan mampir ke; http://trainerkita.wordpress.com, http://fotodedi.wordpress.com dan https://dedidwitagama.wordpress.com

4 thoughts on “Bahagia Perlu Biaya: Mudik pake Sepeda Motor tak Baik

  1. Betul sekali mudik menggunakan sepeda motor itu tidak aman. Saya pernah mudik dr tangerang ke banjarenagara. Sensasinya memang luar biasa. Tapi hampir beberapa kali kecelakaan walauoun tidak sampai terjadi. Tp sempat melihat beberapa pengendara lain menglami kecelakaan dan itu sangt ngeri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.