Blog Pendidik

Membangun Ekosistem TIK di Sekolah akan Membentuk Karakter Siswa

Leave a comment

Screen Shot 2018-12-03 at 4.29.04 PM

Selamat sore sahabat, saat saya menulis ini Jakarta sedang diguyur hujan lebat sejak siang tadi, bagaimana di sekitar anda? semoga tak ada banjir yang terlalu besar hingga menyulitkan penduduk yang hidupnya sudah sulit.

Baru saja saya menerima link aktifitas saya minggu yang lalu bersama PUSTEKKOM KEMENDIKBU RI menjumpai teman-yeman guru dari daerah 3T, yang bertajuk MEMBANGUN EKOSITEM TIK DI SEKOLAH AKAN MEMBENTUK KARAKTER SISWA, begini liputannya:

Membangun ekosistem TIK di sekolah merupakan sebuah hal yang diwajibkan dalam era industri 4.0 saat ini. Hal ini dikarenakan para peserta didik yang merupakan kaum milenial sangat dekat dengan pemanfaatan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Bapak Dedi Dwitagama yang dikenal sebagai pakar dan motivator pendidikan dari PB. PGRI menyampaikan materi Pengembangan Ekosistem TIK di Sekolah dalam kegiatan Peningkatan Kemampuan TIK bagi Sekolah Garis Depan (3T) di Jakarta 27-30 Nopember 2018 yang lalu.

Menurutnya materi yang ia berikan berdasarkan pengalaman yang ia lakukan dalam menciptakan lingkungan pembelajaran digital di sekolah. Untuk itu, ia menginatkan kepada 26 peserta kegiatan ini  akan pentingnya membangun lingkungan pembelajaran digital di sekolah dengan memanfaatkan internet agar dapat menciptakan konten positif tentang pendidikan di Indonesia khususnya bagi sekolah. Hal ini akan mempengaruhi guru dan siswa untuk melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah.     

Oleh karenanya, para guru dan pihak sekolah hendaknya mulai mengikuti kebiasaan para siswa dalam menjadikan media sosial sebagai media pembelajaran bagi siswa di sekolah. Berikut beberapa tips membangun ekositem TIK di sekolah yang dirangkum oleh penulis :

Pertama, Membuat Akun Resmi

Dedi mengajak peserta membuat website dan akun email resmi yang dikelola oleh pihak sekolah. Menurtnya website sekolah merupakan hal yang diperlukan sekolah pada saat ini. Website akan menjadi sarana bagi sekolah untuk memberikan informasi seputar kegiatan pendidikan yang berlangsung di sekolah kepada masyarakat secara efektif dan efisien.

Kedua, Terhubung dengan Media Sosial

Media sosial juga memiliki peran yang signifikan dalam menyampaikan gagasan dan informasi saat ini. Maka setiap sekolah harus aktif pada semua akun media sosial mulai dari blog,  facebook, twitter, instagram, youtube dan sebagainya agar lebih dekat dengan masyarakat. Sehingga sekolah perlu  menugaskan seorang admin khusus yang mengelolah medsos dan  juga membentuk tim kreatif guru.

Ketiga, Memotivasi Siswa

Mengajak siswa untuk berpartisipasi dalam membangun ekositem TIK di sekolah merupakan hal yang mudah. Karena hampir setiap siswa menggunakan media sosial dalam kehidupan sehari-hari sehingga para siswa akan dengan senang hati jika diminta ikut terlibat dalam membuat konten positif bagi sekolah. Hal ini diperlukan sebagai dokumentasi kebaikan bagi sekolah dan membangun citra positif sekolah di internet. Jika siswa ikut terlibat secara tidak langsung sekolah juga mendidik karakter bagi siswa sehingga timbul rasa memiliki sekolah dan termotivasi untuk terus menjaga citra positif sekolah.

“Jika kita tidak mulai membangun konten positif di sekolah maka ketika ada hal yang negatif yang terjadi di sekolah. Maka hanya konten negatif itulah yang akan muncul di internet. Kan sayang, padahal setiap hari banyak konten positif di sekolah kita yang dapat kita sebar di media sosial,” kata Pak Dedi.

Ia sangat berharap jika para peserta kegiatan ini dapat mengoptimalkan bantuan internet USO untuk membuat konten-konten positif di beragam media sosial mulai dari website, blog, facebook, instagram dan youtube yang berisi apa saja yang positif di sekolah kita.

Salah satu peserta kegiatan ini Bapak Taufik Purwana Putra yang berasal dari SMK Negeri 1 Mesuji Sumatera Selatang mengatakan kegiatan ini diharapkan agar peserta kegiatan ini dapat membangun ekosistem TIK di sekolah dengan memanfaatkan internet dengan konten positif untuk mengubah paradigma sebagian orang tua dan pendidik jika gawai (gadget) merupakan hal yang negatif.

Sumber: Sekolah Jardiknas KEMENDIKBUD RI

 

Advertisements

Author: Dedi Dwitagama

Pendidik yang bermimpi makin banyak anak negeri berani berkompetisi, silahkan mampir ke; http://trainerkita.wordpress.com, http://fotodedi.wordpress.com dan https://dedidwitagama.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.