Blog Pendidik

Pemilu Cepatlah Berlalu, Kamu Jangan

9 Comments

Menikmati tayangan televisi kini jadi tak nikmat lagi karena banyak sekali bertebaran kata-kata yang kurang pantas di ruang publik, saling menjatuhkan dan berita-berita saling melaporkan, reportase sidang-sidang karena perbedaan pandangan di pemilu. Berita-berita kejahatan, kekerasan, pembunuhan dan kasus-kasus penyalahgunaan serta peredaran gelap narkoba mengisi ruang publik dan seperti dijejalkan ke telinga memasuki relung memori dan mebuat hati perih teriris, sedemikian rusakkah negeri ini?

Apresiasi buat Trans TV yang masih rutin menayangkan program acara My Trip My Adventure (MTMA), yang mengekspose keindahan alam dan budaya negeri ini. Menyaksikan acara MTMA membuat hati jadi senang dan bahagia, bahwa ternyata ada keindahan yang luar biasa yang belum sempat saya nikmati langsung di lokasi, rasa takjub berlanjut bersyukur bahwa Allah telah memberi keelokan negeri yang luar biasa untuk rakyat Indonesia, selanjutnya saya sering berangan-angan atau menyusun rencana untuk menikmati keindahan alam yang luar biasa itu, terima kasih buat Trans TV dan tim kreatif MTMA.

Situs-situs berita sebagian besar isinya saling curiga dan saling serang, yang barangkali tujuannya menjelekkan fihal lawan dan ingin mendulang simpati agar calonnya dipilih pada pemilu mendatang. Facebook, twitter, instagram, line hingga whatsapp diserbu konten kampanye berbonus saling menjatuhkan antar kelompok pendukung, dibonceng kabar-kabar hoax, membuat ratusan hingga ribuan kabar berkelebat di sosial media, tak sedikit yang isinya sama dari sumber yang sama berkelebat di platform sosial media yang berbeda.

Sangat terasa sekali bahwa rakyat negeri ini terbelah menjadi dua kubu, sementara para elit seperti wayang-wayang yang bisa menghuni kotak yang satu dan berpindah ke kotak lainnya, tak sedikit elit yang saat pemilu yang lalu berada di fihak lawan, kini bergabung dengan fihak penguasa, ada pula yang dulu bergabung dengan penguasa kini berada di fihak lawan. Rakyat seolah lupa bahwa elit itu dulu menyatakan dan melakukan perbuatan yang bertentangan dengan yang dikatakan dan diperbuat saat ini.

Rakyat seolah lupa atau tak tahu akan rekam jejak elit yang sering berubah-ubah tergantung dimana posisi dia berada. Bahkan rakat seolah lupa dan membiarkan para koruptor yang kembali mencalonkan diri menjadi calon anggota legislatif.

Pemilu cepatlah berlalu, agar kita bisa lihat apakah rakyat negeri ini punya ingatan yang baik dan berani menghukum para koruptor yang kembali mencalonkan diri dengan tidak memilihnya. Jika ternyata para koruptor yang masih mencalonkan diri ternyata terpilih kembali dan menduduki kursi di DPRD, DPR, maupun DPD, itu berarti rakyat negeri ini terlalu mudah lupa akan rekam jejak pelaku korupsi, atau rakyat tak tahu bahwa calon itu melakukan korupsi, atau rakyat memilih calon yang koruptor karena mendapatkan imbalan atau fasilitas tertentu, atau adakah penyebab lain sehingga koruptor itu kembali merebut kursi badan legislatif.

Pemilu cepatlah berlalu, agar kita bisa lihat apakah rakyat negeri ini ingin tetap dipimpin oleh petahana atau ingin perubahan berganti pemimpin sehingga kabinet bisa segera disusun dan langsung bekerja mensejahterakan penduduk negeri. Dengan demikian kontroversi televisi dan sosial media segera berakhir, selanjutnya makin banyak dikabarkan keindahan, keelokan daerah serta budayanya agar sektor pariwisata negeri ini makin bergairah dan meningkatkan frekuensi penerbangan, transportasi darat, kuiliner, dsb.

Pemilu cepatlah berlalu … Kamu jangan, karena saya bahagia bersamamu …

Advertisements

Author: Dedi Dwitagama

Pendidik yang bermimpi makin banyak anak negeri berani berkompetisi, silahkan mampir ke; http://trainerkita.wordpress.com, http://fotodedi.wordpress.com dan https://dedidwitagama.wordpress.com

9 thoughts on “Pemilu Cepatlah Berlalu, Kamu Jangan

  1. Tulisan yang sangat menarik, Pak.
    Saya juga merasakan pengalaman yang sama ketika menjelajah ke berbagai media sosial. Luar biasa pokoknya!
    Tidak ada sosial media yang tidak luput dari hiruk pikuk kampanye. Meskipun memang menurut kata orang, kampanye adalah bagian dari pesta rakyat. Tetap saja, yang membuat pusing adalah kata-kata kasar, berita-berita buruk yang terus menerus disungguhkan oleh stasiun berita dalam negeri.
    Wajar saja ya kalau kita sebagai masyarakat berharap agar pemilu ini segera berakhir dan kita kembali pada kenyataan, dan kebiasaan sebelum pemilu.

  2. Aku juga menginginkan pemilu cepat berlalu…😄😄

  3. Dinikmati saja, semua memang harus kita lalui..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.